Bilangan 20:1-13
Bilangan 20:12. “Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: “Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka.”
Musa pastilah merasa frustasi, marah dan lelah dalam memimpin bangsa Israel. Tahun demi tahun, ia terus menerus memimpin bangsa yang bebal. Namun, untuk semua usaha dan kerja kerasnya, ia justru menerima banyak sekali kesedihan. Akhirnya, hari itu dengan penuh emosi, ia berkata, ”Dengarlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?”
Empat puluh tahun sebelumnya, generasi pendahulu mereka mengeluhkan hal yang sama: tidak ada air. Allah menyuruh Musa untuk memukul batu dengan tongkatnya dan air pun mengalir keras (Kel. 17:6). Setelah sekian tahun dan gerutuan yang sama muncul lagi, Musa pun melakukan hal yang berhasil dilakukannya masa lalu. Hanya saja, kali ini ia keliru. Ia meminta bangsa Israel untuk mendengarkan tetapi ia sendiri tidak melakukannya, sebab kali ini ia tidak mendengarkan Allah dengan baik. Allah menyuruh Musa untuk ‘berbicara’ kepada batu itu dan bukan memukulnya.
Terkadang dalam kelelahan atau keputusasaan, membuat kita tidak memperhatikan Allah dengan baik. Kita menganggap, bahwa Allah akan selalu bekerja dengan cara sama, padahal tidak! Dengan bertumbuhnya kita di dalam Dia, semakin besar kuasa-Nya ingin Ia manifestasikan lewat hidup Anda dan saya. Yang semula air keluar karena dipukul, kali ini hanya dengan berbicara saja, maka sesungguhnya air akan keluar. Luar biasa, bukan?
Tetapi sayang Musa gagal mendengar dengan seksama, sehingga ia tidak hanya kehilangan kesempatan untuk melihat mujizat yang lebih dahsyat, ia pun kehilangan kesempatan untuk masuk ke tanah perjanjian. Oleh sebab itu, kita harus selalu peka untuk mendengarkan suara Tuhan dengan baik sebelum kita bertindak. Dengarkan lalu taatilah, terlebih lagi jika Anda seorang pemimpin!
Doa: “Roh Kudus, beri kami telinga yang peka untuk mendengarkan suara-Mu dan tolong kami untuk menaati firman-Mu.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
