Amsal 15:15-17
Amsal 15:17. “Lebih baik sepiring sayur dengan kasih dari pada lembu tambun dengan kebencian.”
Ada sebuah pepatah yang mengatakan: jika engkau berkeluarga, engkau perlu menyediakan rumah bagi ragamu, namun juga rumah bagi jiwamu. Bagi keluarga, memiliki rumah adalah penting. Sekalipun hanya kontrakan atau masih ikut mertua. Tempat tinggal itu penting untuk melindungi tubuh dari panasnya matahari dan dinginnya angin malam. Rumah juga menjadi tempat di mana kita menyimpan barang-barang berharga kita.
Memiliki rumah bagi tubuh belumlah cukup, karena keluarga haruslah juga menjadi rumah bagi jiwa. Yang perlu dilindungi adalah jiwa yang memerlukan rasa nyaman dan aman. Jiwa pun terancam “panas”nya kehidupan karena ada masalah demi masalah yang dialami. Jiwa juga akan mengalami “dingin”nya rasa sepi dan cemas. Bagaimana keluarga dapat menjadi pelindung bagi “panas” dan “dingin” kehidupan tersebut? Kuncinya adalah hidup saling mengasihi.
Kitab Amsal merefleksikan betapa penting kasih sayang itu dalam kehidupan manusia. Untuk menjelaskan pentingnya cinta kasih, penulis Amsal memakai gambaran kehidupan keluarga. “Lebih baik sepiring sayur dengan kasih daripada lembu tambun dengan kebencian.” Sepiring sayur melambangkan kesederhanaan. Namun, kesederhanaan itu menjadi indah dan membawa kebaikan, jika disertai kasih. Lembu tambun melambangkan kemewahan. Namun kemewahan itu tidak lebih baik dibanding kesederhanaan jika disertai kebencian. Yang dibutuhkan setiap keluarga adalah kasih. Kasih itulah yang akan memperindah kehidupan. Maka keluarga akan menjadi tempat yang aman dan nyaman baik bagi jiwa maupun raga. Selamat membina keluarga yang saling mengasihi. (NK).
Doa: “Roh Kudus, pimpin kami untuk terus membangun kasih kami sehingga keluarga kami boleh menjadi keluarga yang berbahagian dan saling mengasihi. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
