URAPAN ALLAH
Hakim-hakim 16:4-22
Pengkhotbah 9: 8. Biarlah selalu putih pakaianmu dan jangan tidak ada minyak di atas kepalamu.
Simson, seseorang dengan urapan Allah di atas kepalanya, sejak ia di dalam kandungan ibunya. Allah menjadikan Simson sebagai alat-Nya untuk membebaskan bangsa Israel dari bangsa Filistin, bangsa penyembah berhala. Selama Simson menjaga urapan Allah, Roh Allah menjaganya, bekerja di dalam kehidupannya. Semua orang yang melawannya berarti melawan Roh Allah. Perjanjian dengan Allah nyata dalam kehidupan Simson.
Ketika Simson bertemu dengan perempuan Filistin, Delila, ia diperdaya. Simson menukarkan urapan Tuhan dengan harapannya kepada cinta Delila. Dicukurlah ketujuh rambut jalinnya, lambang perjanjian Tuhan dengan dirinya. Kekuatannya lenyap, Roh Allah meninggalkannya (Hak. 16:20). Saat ia mengkhianati Allah, saat urapan tidak ada di atas kepalanya, saat Roh Allah meninggalkannya. Matanya dibutakan, ia menjadi tontonan, entah seperti apa ia diperlakukan, hingga seluruh bangsa menertawakannya. “Simson, sang pelawak,” ujar mereka tertawa (Hak. 16:25).
Simson menggapai tiang, berharap Allah mendengar untuk yang terakhir kalinya. Allah mengabulkannya, Simson mati beserta seluruh orang dalam gedung dan raja-raja kota, itulah akhir hidupnya.
Urapan Allah, alasan perkenanan-Nya. Ia mengurapi, ia ingin Anda menjaganya. Ambillah komitmen untuk senantiasa menjaga urapan-Nya.
Doa: “Tuhan Yesus, aku mau berkomitmen untuk senantiasa menjaga pengurapan yang telah Kau taruhkan atasku, dengan selalu hidup sesuai dengan firman-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung