BAHAGIA
1 Petrus 4:12-19
1 Petrus 4:14. “Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.”
Tuhan Yesus melalui rasul Petrus memerintahkan orang-orang percaya untuk berbahagia, sekalipun dalam penderitaan. Tuhan Yesus tahu, bahwa anak-anak-Nya akan menghadapi aniaya karena imannya. Hal yang luar biasa bila kita bisa berbahagia di tengah-tengah aniaya. Bagaimana kita mampu melakukan itu?
Jika kekayaan bisa membuat orang bahagia, Adolf Merckle, orang terkaya dari Jerman, tidak akan menabrakkan badannya ke kereta api. Jika ketenaran bisa membuat orang bahagia, Michael Jackson tentunya tidak akan overdosis obat tidur hingga meninggal dunia. Jika kekuasaan bisa membuat orang bahagia, G. Vargas, presiden Brazil, tidak akan menembak jantungnya sendiri. Jika kecantikan bisa membuat orang bahagia, Marilyn Monroe, tidak akan meminum alkohol dan obat depresi hingga overdosis. Jika kesehatan bisa membuat orang bahagia, Thierry Costa, dokter terkenal dari Perancis, tidak akan bunuh diri, akibat sebuah acara di televisi. Ternyata, bahagia atau tidaknya seseorang bukan ditentukan oleh seberapa kayanya, tenarnya, cantiknya, kuasanya, sehatnya atau sesukses apa pun hidupnya.
Manusia yang paling bahagia sebenarnya adalah anak-anak Tuhan. Bukan hanya ditebus dari hukuman dosa tetapi juga memiliki Roh Kudus. Allah melengkapi perintah untuk berbahagia ini dengan Roh Kudus yang memampukan kita untuk bersukacita.
Doa: “Tuhan Yesus, aku bersyukur boleh mengalami aniaya karena imanku kepada-Mu. Aku mau berbahagia karena Roh Kudus yang memampukanku. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung