KESEPIAN
Yohanes 14:15-31
Yohanes 14:18. “Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.”
Dalam kehidupan ini, seringkali kita mengalami kesepian. Bahkan ketika kita berada di tengah-tengah kerumunan orang banyak. Kesepian adalah suatu keadaan di mana kita butuh seseorang untuk menemani. Seseorang yang bisa kita ajak berbincang-bincang, mendengarkan keluhan, dan tempat menyalurkan kasih sayang. Jadi penyebab kesepian bukan karena tidak ada orang di sekitar kita, tetapi tidak ada seseorang yang peduli dengan kita.
Rasa kesepian sesungguhnya merupakan kerinduan akan Tuhan. Hanya saja kita tak pernah menyadarinya. Kita diciptakan untuk memiliki hubungan pribadi yang erat dengan Yesus Kristus, hubungan yang juga Tuhan rindukan dengan kita. Sampai-sampai Tuhan Yesus sendiri rela mati di kayu salib agar kita dapat kembali memiliki hubungan dengan-Nya. Tidak ada yang bisa mengisi kekosongan di hati kita, selain Tuhan sendiri. Dia ingin kita mengenal-Nya.
Kita diciptakan untuk menjalin hubungan dengan Tuhan – bukan untuk menjalani agama, ketakutan, peraturan, aturan, dan ritual, melainkan hubungan di mana kita berbicara dengan Tuhan sepanjang waktu. Dia bekerja di dalam dan melalui kita. Itulah penangkal kesepian terdalam kita.
Roh Kudus diutus untuk menyertai kita agar tidak kesepian, bahkan dengan kekuatan Roh Kudus kita dipanggil untuk melayani orang lain. Dunia ini penuh dengan orang yang menunggu untuk dicintai. Berhentilah berkata, “Saya tidak punya teman!” dan mulailah berkata, “Tuhan, siapa yang bisa aku layani. Kepada siapa aku dapat menyatakan kasihku?”
Doa: “Terima kasih Roh Kudus, karena bersama-Mu kini aku tak lagi merasa kesepian. Hari ini pertemukanlah aku dengan seseorang yang bisa aku layani dan menunjukkan kasih. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung