Yohanes 6:60-67
Yohanes 6:67. “Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: ”Apakah kamu tidak mau pergi juga?”
Ketika kelaparan terjadi di daerah Israel, satu keluarga bertekad meninggalkan daerahnya. Mereka tidak meminta pentunjuk dari para hakim atau Tuhan. Mereka pergi menjadi orang asing di negeri Moab. Apa yang terjadi dengan mereka? Suami dan anak-anaknya mati, tinggal dia dan kedua mantunya. Wanita ini yang namanya adalah Naomi, mendapat pelajaran yang sangat berharga.
Ketika dia dan keluarganya menentang kehendak Tuhan, tidak mengindahkan para hakim, yang adalah wakil Tuhan di daerah Israel waktu itu, maka malapetaka menimpa keluarganya. Untunglah dia segera menyadarinya dan berbalik kembali kepada kehendak Tuhan. Sehingga akhirnya dia bisa menikmati kembali rancangan Tuhan yang indah untuk masa depannya.
Peristiwa lain terjadi ketika Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya sebagai Roti Hidup. Maka banyak dari para pengikut-Nya yang mengundurkan diri. Mereka tidak mau menerima dan percaya kepada perkataan Yesus. Mereka lebih memilih untuk bersikap sesuai adat istiadat dan pikiran lama mereka.
Bukankah contoh-contoh di atas sering terjadi pula dalam kehidupan kita? Ketika keadaan tidak menguntungkan, kita lebih memilih untuk segera meninggalkan Tuhan. Ketika banyak hal yang kita alami, namun tidak sesuai dengan keinginan, kita mulai berancang-ancang untuk mundur. Atau ketika kehendak-Nya dinyatakan, kita berontak karena tidak sesuai dengan kedagingan atau kesenangan kita.
Namun sikap yang patut kita contoh dari kesebelas murid Tuhan Yesus, ketika keadaan menekan, mereka tetap percaya dan setia kepada Tuhan. Mereka yakin, bahwa firman Tuhan itu hidup dan membawa kepada kekekalan. Juga contoh dari Naomi, ketika dia sudah salah melangkah, dia bangkit kembali dan berbalik kepada Tuhan. Inilah yang seharusnya menjadi sikap kita sebagai murid-murid-Nya diakhir jaman ini, yaitu tetap setia dalam iman dan pengharapan sampai suatu kali bertemu dengan Kristus Sang Mempelai. (NK).
Doa: “Ampuni kami, ya Bapa jikalau kami sering berontak dan undur dari-Mu ketika keadaan sulit menimpa kami. Hari ini kami berketetapan untuk setia dalam iman dan pengharapan kami kepada-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
