Peran Roh Kudus

Roh Kudus merupakan salah satu oknum Tritunggal yang keberadaan-Nya sangat penting, namun seringkali diabaikan, malah ada kalangan hamba Allah yang terang-terangan menolak eksistensi-Nya, karena itu tidak heran apabila penyampaian khotbah atau pelayanan firman Tuhan itu bisa diibaratkan sekadar memenuhi ruang acara ibadah yang bersifat legalistik.  Umat Kristen mengaku percaya kepada kuasa Roh Kudus sebagaimana mereka ucapkan dalam pengakuan Iman Rasuli “Aku percaya kepada Roh Kudus” namun sekadar melafazkan kata ‘percaya’ tidak menunjukkan bahwa Roh Kudus diberi tempat utama dalam memimpin kehidupan seseorang, terutama jika seseorang berperan sebagai pelayan Allah.

Roh Kudus telah dicurahkan 10 hari setelah kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga pada hari Pentakosta (Kis. 2:1-13) untuk menjadi partner umat Kristen dan membantu kemajuan gereja dan pertumbuhannya, Itu sangat nyata, bahwa Roh Kudus dengan peranan-Nya bekerja dalam pelayanan di kalangan murid Tuhan Yesus yang telah menyebarluaskan berita Injil, bermula di Yerusalem sampai ke ujung bumi.  Dari peristiwa ini, kita dapat simpulkan bahwa pelayanan Roh Kudus sangat penting di dalam pemberitaan Injil Kristus. Apabila pemberitaan firman Allah itu hanya bergantung kepada hikmat atau kekuatan manusia sudah pasti pemberitaan itu tidak banyak membawa hasil. Penerimaan kita akan kuasa Roh Kudus akan menentukan, apakah kita mampu berkhotbah dengan kekuatan Roh Kudus atau kita hanya bergantung kepada kekuatan dan hikmat manusia semata-mata.

Peristiwa pencurahan Roh Kudus merupakan kejadian urgent dan penting dalam identitas gereja. Namun, maksudnya hanya dapat dilihat dengan tajam jika kita memperhatikan Yesus berfirman di dalam Kisah Para Rasul 1:4-5 (Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh kudus). Mengapa pelayanan bersama peran Roh Kudus sangat fundamental sesuai kebenaran Alkitab? Adapun tema-tema penting yang akan diangkat pada sepanjang bulan Roh Kudus ini adalah:

Pertama, pelayanan berdampak Ilahi, bukanlah berdasarkan kehendak hati belaka, tetapi atas pimpinan dan tuntunan Roh Kudus (Rm. 8:12-17).

Kedua, Pemberitaan dan kesaksian Injil bukan sekedar memuaskan hati manusia, melainkan mencapai kesukaan Allah sendiri (Gal. 1:6-10; 1 Tes. 2:1-6).

Ketiga, bahwa Roh Kudus berpartisipasi aktif dalam pembentukan karakter manusia (Yeh. 36:26-27; Yeh. 37:14; Kis. 2:17-18).

Keempat, kekuatan dan kuasa Roh Kudus memandu pelayanan-pelayanan Tuhan  sehingga mencapai garis akhir (Kis. 20:22-24).

Oleh sebab itu, memprioritaskan peran serta pribadi Roh Kudus dalam seluruh pelayanan dengan target untuk menyukakan hati Tuhan adalah momentum terbaik bagi gereja dan umat Kristen, sehingga berpotensi memaksimalkan hakekat keterlibatan Allah dalam mendatangkan kebaikan dan kemuliaan-Nya, terutama bagi mereka yang mengasihi Dia, sesuai dengan rencana maupun kedaulatan Allah bagi kemuliaan Tuhan Yesus Kristus!

Oleh: Pdt. A. L. Jantje Haans

 

Check Also

Pesan Gembala April

PASKAH

Oleh: Pdt. Dr. A. L. Jantje Haans (Gembala Sidang) Rangkaian Paskah yang dikenal dengan Tri …