KUASA DALAM KELEMAHAN
2 Korintus 1:3-11
Filipi 4:13, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”
Sebagai penulis artikel, saya sering mendapat respon atau tanggapan dari tulisan-tulisan saya. Suatu waktu, saya menerima pesan singkat dari seseorang yang membaca tulisan tentang bagaimana saya belajar hidup bergantung penuh kepada Allah. Ia tertantang ketika mendapati, bahwa kekuatan Kristus dapat terpancar melalui kelemahan. Dia berkata, “Terima kasih karena sudah membagi hidup dengan saya. Membuat saya menyadari bahwa Cici pun adalah manusia biasa yang tidak sempurna yang masih bergumul dengan kelemahan-kelemahan.”
Mungkin kita berpikir kekuatan dapat lebih menarik perhatian orang lain kepada Kristus daripada melalui kelemahan kita. Namun, Allah justru memakai masalah dan kelemahan Paulus untuk mengajarnya agar terus bersandar kepada kekuatan Allah (2 Korintus 1:9). Ia bersaksi, “Sebab jika aku lemah, maka aku kuat” (2 Korintus 12:10).
Ketika memuridkan, seringkali kita hanya menampilkan kekuatan dan kelebihan saja. Namun, bila tidak pernah merasakan dan membagikan kelemahan kita, maka mereka akan berpikir, “Saya tak akan dapat selalu kuat seperti dia.”
Saat orang percaya mengaku, bahwa mereka mengalami kekuatan Kristus justru saat mereka lemah, maka banyak orang akan mendapat pengharapan: “Kekuatan yang Kristus berikan pada saya dalam kelemahan ini pasti diberikan-Nya juga pada Anda!” Jadi kekuatan siapakah yang akan Anda nyatakan hari ini, kekuatan Anda atau ALLAH?
Doa: “Tuhan Yesus, kami percaya kami dapat menanggung segala sesuatu dengan kekuatan-Mu. Biarlah kekuatan-Mu yang akan selalu kami saksikan di tengah dunia. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung