TERANG DALAM KEGELAPAN
Filipi 2:12-16
Filipi 2:15-16. “…sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, 2:16 sambil berpegang pada firman kehidupan,…”
Saya pernah membaca kisah tentang seorang wanita yang merasa kesepian di tempat kerja, karena ia satu-satunya orang Kristen di situ. Ia sering diolok-olok bahkan dituduh berpandangan sempit. Ia menjadi rendah diri dan ingin berhenti dari pekerjaannya. Sebelumnya, ia menyempatkan diri berkonsultasi dengan pendetanya. Setelah mendengar keluh kesahnya sang pendeta bertanya, “Di manakah orang biasa meletakkan lampu?” “Di tempat gelap,” jawab sang wanita.
Dia pun tersadar, bahwa tempat kerjanya merupakan “tempat gelap” di mana “cahaya lampu” sangat diperlukan. Dia pun memutuskan untuk bertahan di tempat kerjanya dan menjadi pengikut Kristus yang memberi pengaruh yang semakin besar. Tak lama kemudian, beberapa rekan kerjanya yang berjumlah 13 orang mulai mengenal dan bersedia menerima Kristus sebagai Juruselamat mereka. Pemuridan tidak selalu dilakukan dan dinyatakan dibatasi oleh tembok gereja. Pemuridan yang sejati menembus batas-batas gereja.
Sebagai “bintang-bintang di dunia” (Filipi 2:15), kita memiliki hak istimewa untuk menerangi “tempat-tempat yang gelap.” Sekalipun tidak berasal dari dunia ini, tetapi kita ada di dalamnya. Jadi sebaiknya jangan terpuruk dan kalah oleh berbagai tekanan dunia, sebaliknya gunakan pengaruh kita untuk mengatasinya.
Jika Anda berada dalam suasana yang terasa luar biasa sulit dan sama sekali tidak rohani, perhatikanlah perkataan Kristus, “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang” (Matius 5:16). Ingatlah senantiasa, bahwa justru tempat-tempat gelaplah yang memerlukan terang.
Doa: “Kami mau hidup sebagai terang dan garam dunia, agar melalui kami banyak jiwa dibawa kepada-Mu, Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung