BELAJAR DARI TELADAN SANG GURU
Markus 3:13-15
2 Timotius 2:2. “Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.”
Pada Markus 3 Tuhan Yesus memanggil kedua belas murid-Nya. Tuhan Yesus melatih dan mempersiapkan mereka untuk menggantikan-Nya memberitakan Injil ke seluruh dunia.
Metode mengajar Tuhan Yesus sangat sederhana, yaitu belajar dari apa yang mereka lihat dan dengar dari Sang Guru. Tuhan Yesus membentuk murid-murid-Nya dengan cara hidup bersama mereka. Saat Tuhan Yesus melayani, maka para murid melihat, para murid diminta pergi dan melakukan pelayanan yang sama seperti Tuhan Yesus lakukan dan melaporkan hasilnya. Kemudian Tuhan Yesus menambah pelajaran baru kepada mereka. Inilah proses mentoring yang efektif untuk membentuk dan menjadikan seseorang murid sejati.
Kalau mendengarkan saja kita akan sulit menjadi murid sejati. Seorang Guru harus membagikan hidupnya kepada murid, yaitu menjadi teladan, panutan yang patut dicontoh dan dilihat oleh muridnya. Oleh sebab itu, jangan kita hanya sibuk dengan khotbah, mengajar, atau mengunjungi jemaat. Fokuslah untuk membentuk dan menjadikan jemaat seorang murid sejati. Seorang murid tidak dibentuk hanya dengan mendengarkan, melainkan dengan apa yang mereka lihat.
Melalui carecell atau kelompok Pendalaman Alkitab, kita bisa belajar banyak. Melalui proses pemuridan bersiaplah untuk menghasilkan banyak murid. Mereka kelak akan bersama-sama dengan kita untuk memberitakan Injil dan memuridkan kembali.
Doa : “Tuhan Yesus, aku mau belajar lewat pemuridan di gereja dan berkati aku agar bisa dipercaya untuk menjadi teladan. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung