Kesetiaan
Mazmur 15
Mazmur 15:1&4. “…..Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus?….. yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi.”
Pada 1989, CBS memutar sebuah miniseri televisi berjudul “Lonesome Dove” (Merpati yang Kesepian). Kisahnya tentang dua mantan anggota Texas Ranger yang menghadapi banyak hambatan selama menggiring sekawanan ternak ke Utara, menuju Montana. Di kisah itu, Kapten Woodrow Call berjanji akan memenuhi permintaan terakhir teman seperjalanannya, Gus Mc Crae, yang meninggal di perjalanan, untuk menguburkannya di Texas.
Selama perjalanan pulang dari Montana menuju Texas, Call kerap kali ditanya orang mengapa ia mau melakukan perjalanan berbahaya itu. Pada suatu kesempatan, Call mengatakan alasannya pada seseorang, “Saya telah berjanji padanya.” Kedua orang itu terdiam sesaat sambil bertatapan. Sang penanya berkata lagi, “Saya percaya Anda akan menepati janji itu.” Call mengangguk dan melanjutkan perjalanan.
Ada kekuatan yang tampak jelas pada kepribadian Call saat itu. Keyakinan, perkataan, dan tindakannya merupakan kesatuan yang utuh. “Saya telah berjanji kepadanya,” menegaskan hal itu.
Pemazmur menggambarkan orang yang berintegritas sebagai orang “yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi” (15:4).
Pemuridan dan kesetiaan berjalan beriringan. Di mana kita dimuridkan, di mana kita diberi makanan rohani, di situ juga kita harus tertanam dan bertumbuh. Tidak ada gereja yang sempurna, tidak ada pembimbing yang sempurna, semua disempurnakan, diasah dan dibentuk di dalam Kristus. Di mana kita ditempatkan, apa pun posisinya, setialah! Kita akan melihat berkat-Nya tercurah atas hidup kita.
Doa: “Roh Kudus, mampukan aku untuk tetap berpegang kepada komitmen dan jadikan aku hamba-Mu yang setia. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung