BERJAGA-JAGA ATAS KEDATANGAN-NYA
1 Tesalonika 5:1-11
1 Tesalonika 5:8. “Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan.”
Seorang pencuri tidak akan pernah memberitahukan waktu kedatangannya kepada pemilik rumah yang akan dirampoknya. Sebab jika diberitahukan, maka pemilik rumah akan berjaga-jaga sehingga tidak akan terjadi perampokan. Jadi pencuri itu selalu datang di waktu yang tidak pernah diduga oleh pemilik rumah. Kedatangan pencuri tersebut dipakai oleh Rasul Paulus untuk menggambarkan kedatangan Tuhan Yesus Kristus ke dalam dunia ini (1 Tes. 5:1-2). Kedatangan Yesus Kristus yang seperti seorang pencuri yang tidak diketahui waktunya, mendorong kita orang percaya, supaya memiliki sikap yang berjaga-jaga. Sikap berjaga-jaga berarti dalam setiap detik perjalanan hidup ini, kita harus melakukan kebenaran-Nya. Karena itu, jangan menunda-nunda untuk melakukan apa yang Tuhan perintahkan dalam kehidupan kita.
Di akhir zaman ini, kita juga harus menunjukkan perbedaan secara total sebagai anak Tuhan yang sudah hidup dalam terang dengan mereka yang masih hidup dalam kegelapan (1 Tes. 5:4-5). Kehidupan mereka yang di dalam kegelapan pada akhir zaman ini sangat jelas diuraikan dalam 2 Timotius 3:2-5. Tetapi kita sebagai anak-anak terang harus hidup dalam kebenaran, kekudusan yang dari Tuhan Yesus dan tidak boleh bersentuhan dengan cara hidup duniawi (Gal. 5:19-21), melainkan harus hidup dalam Roh (Gal. 5: 22-23). Jika kita masih ada dalam cara hidup duniawi sekarang juga harus bertobat.
Selanjutnya, supaya kita mampu berjaga-jaga atas kedatangan-Nya, maka kita harus memiliki persekutuan yang intim dengan Tuhan Yesus. Sebab di dalam persekutuan dengan Dia terdapat kekuatan untuk melakukan kehendak-Nya (Yoh. 15: 5b). Selanjutnya, jangan pernah menjalani hidup ini dengan mengandalkan kemampuan kita (Ams. 14: 12). Tetapi, berilah hidup dipimpin oleh Roh Kudus (Gal. 5:16).
Doa: “Tuhan Yesus, saya percaya di dalam persekutuan dengan-Mu dan dalam pimpinan Roh Kudus, saya dimampukan untuk selalu hidup dalam kebenaran, kekudusan dalam menyambut kedatangan-Mu yang kedua kalinya. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung