BUKAN SEJARAH BIASA
Matius 27:45-56
Matius 27:45. “Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga.”
Kematian adalah hal biasa atau lumrah bagi semua manusia. Namun hanya ada satu kematian luar biasa yaitu kematian Yesus Kristus. Dia, Anak Allah, yang adalah Allah itu sendiri harus digantung di atas kayu salib dan mengalami kematian. Kegelapan pekat mencekam menyelimuti bumi tiga jam mulai pukul 12.00 hingga 15.00 mewarnai peristiwa kematian Kristus ini. Tidak hanya itu, “…lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, dan kuburan-kuburan terbuka…” (Matius 27:51-52).
Kisah ini sangat menggemparkan di langit mau pun di bumi, sebab karya terbesar telah digenapi Kristus pada hari itu. Jadi, Yesus mati di kayu salib 2000 tahun lalu adalah peristiwa sejarah yang sungguh-sungguh terjadi, bukan rekayasa atau dongeng pengantar tidur. Bahkan kehidupan Kristus, khususnya tentang penyaliban-Nya, juga sudah dinubuatkan nabi Yesaya, “Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan.” (Yesaya 53:3).
Kematian Yesus adalah kematian yang menyelamatkan, menyembuhkan, memulihkan, memberkati dan memberikan pengharapan baru. Di atas Kalvari, Yesus telah membayar harga bagi dosa-dosa kita. Ia yang benar, sempurna dan tanpa dosa rela dikutuk, dituduh, difitnah, menderita dan mencurahkan darah-Nya seperti domba sembelihan, supaya kita dapat dibebaskan dan diselamatkan. Kristus telah mengambi alih semua yang harus kita tanggung karena dosa-dosa kita. Jadi, sebagai orang percaya kita adalah orang-orang yang telah dibenarkan dan diselamatkan.
Oleh sebab itu, apa pun keadaan kita, Anda dan saya selalu punya alasan untuk bersyukur. Jangan pernah meragukan kasih dan kebaikan-Nya bagi kita.
Doa: “Saya bersyukur, ya Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah mati di atas kayu salib untuk menebus saya dari dosa-dosa dan sekarang saya menjadi orang yang dibenarkan. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung