Renungan Harian (15 Maret 2018)

PEMBELAKU

Markus 15:1-19

Mazmur 23:5. “Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.”

Dalam pergaulan sehari-hari, banyak orang mudah menghakimi orang lain. Merasa diri paling benar dan menilai orang lain salah. Mencampuri urusan orang lain, memanas-manasi suatu perkara agar terjadi keributan. Sesungguhnya yang sedang dilakukan orang-orang itu adalah mengungkapkan betapa kecilnya hati mereka. Mereka sesungguhnya memiliki kepahitan di dalam hati dan mereka mengolok-olok orang lain sebab mereka pikir itu akan membuat mereka merasa lebih baik.

Tentu saja kita harus intropeksi diri agar kita tidak menjadi pengecut seperti itu. Namun bagaimana kita menghadapi orang-orang seperti ini? Mungkin ada orang yang menghakimi dan memfitnah kita. Orang berusaha menjatuhkan kita.  Percayakah kita kepada penjagaan Allah? Bila ya, maka sebaiknya kita bersikap dengan membiarkan Tuhan menjadi pembela Anda.

Raja Daud tahu apa artinya diserang secara emosional, verbal dan fisik. Pada saat muda, Daud telah diurapi oleh nabi Samuel untuk menjadi raja Israel berikutnya, namun bukan pada saat itu. Dan itulah sebabnya Saul, raja yang berkuasa di kala itu ingin membunuhnya, dan itulah mengapa Daud bersembunyi di gua menghindar dari pengejaran dan murka raja Saul. Namun Daud tidak pernah mengatakan hal jahat tentang raja. Daud terus menerus menyerahkan semua tekanan kepada Allah. Ia tak perlu menghabiskan energinya berjuang untuk dirinya sendiri, karena ia percaya Tuhan adalah pembelanya.

Butuh iman yang besar serta kerendahan hati untuk bersandar dan percaya pada Tuhan saat kita diserang, difitnah dan saat orang-orang mengatakan sesuatu yang jahat tentang kita. Ikutilah sifat Kristus untuk tetap diam ketika kita diserang. Yesus diserang terus-menerus, namun Dia tidak pernah membalas, bahkan saat Ia sekarat di kayu salib. Dia tetap diam di hadapan para pendakwa-Nya, karena Dia percaya bahwa Allah sedang menjaga-Nya.

Doa: “Kami mau tetap percaya kepada-Mu, ya Allah. Saat kami diperlakukan jahat, kami mau berlindung hanya kepada-Mu, Pembelaku. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …