KEADILAN
Lukas 23:33-43
Efesus 2:8-9, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”
Seorang teman mempertanyakan tentang keselamatan yang didapat penjahat yang disalib sebelah Yesus. Salah satu dari penjahat yang tergantung di sana menghina Yesus. Katanya, “Bukankah Engkau Kristus yang dijanjikan itu? Selamatkanlah diri-Mu dan kami juga.” Penjahat yang satu lagi menegurnya, katanya, “Tidak takutkah engkau kepada Allah? Kita dihukum setimpal dengan perbuatan kita, tetapi Orang ini tidak bersalah.” Kata penjahat itu kepada Yesus, “Yesus, ingatlah aku apabila Engkau masuk ke dalam Kerajaan-Mu.” Jawab Yesus, “pada hari ini juga engkau akan bersama Aku di dalam Firdaus.”
Pertanyaannya adalah bagaimana seorang penjahat yang kejahatan setimpal hukuman mati bisa masuk sorga? Apakah Tuhan Yesus salah? Dimana keadilannya? Bagaimana dengan nasib para korban dari kejahatannya? Seharusnya orang berdosa seperti itu layak masuk neraka!
Dalam kekristenan tidak peduli dosa besar atau dosa kecil, semuanya sama saja, hukumannya adalah neraka. Dosa adalah pemberontakan terhadap Allah. Namun, karena kasih karunia Tuhan Yesus, barangsiapa yang percaya kepada-Nya pasti diselamatkan.
Jadi bagaimana dengan keadilan terhadap perbuatan jahat sang penjahat itu? Penjahat itu tetap tidak lepas dari hukuman atas perbuatannya. Dia tetap mati dengan hukuman salib, tetapi jiwanya diselamatkan, dia tidak masuk neraka karena ia percaya pada Tuhan Yesus. Di detik-detik menjelang kematiannya dia menerima Yesus sebagai juruselamatnya. Ketidakadilan terbesar sudah Tuhan Yesus tanggung di kayu salib. Iman kepada pengorbanan Tuhan Yesuslah yang menyelamatkan kita dari hukuman dosa.
Doa: “Kami yang tidak layak, Engkau telah layakkan. Dengan iman kami menerima keselamatan dan pengampunan dosa dari pada-Mu, Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung