Renungan Harian (13 Maret 2018)

KUASA DARAH YESUS

Lukas 22: 39-46

1 Petrus 1:18-19, “Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak dan tak bercacat.”

Kematian Tuhan Yesus dimulai ketika Tuhan Yesus berdoa di taman Getsemani. Ketika Yesus berdoa, Lukas menuliskan bahwa peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang menetes ke tanah. Lukas menyadarinya karena Lukas adalah seorang tabib. Peristiwa ini adalah sebuah kejadian langka yang dapat terjadi pada diri seseorang saat Ia mengalami emosi yang sangat berat. Kesedihan yang dialami-Nya begitu luar biasa sehingga Ia nyaris tidak dapat menanggungnya. Emosi yang sedemikian berat itu menyebabkan pecahnya pembuluh darah. Kemudian, darah keluar melalui kelenjar keringat bersama dengan keringat. Keadaan ini disebut hematohidrosis.

Di depan pengadilan Romawi, Tuhan Yesus mendapat aniaya yang luar biasa lewat hukuman cambuk. Cambuk bergagang kayu dengan satu sampai tiga helai kulit atau tali. Ujungnya ada yang diberi bulatan keras atau paku kecil. Dengan cambuk ini, kulit, daging dan otot pasti ikut tercabik. Sampai di Golgota, Yesus disalib. Paku yang ditempatkan di pergelangan tangan dan kaki, di mana sudah disediakan tempat berpijak akan membuat si terhukum menderita lebih lama sebelum mati. Selain itu, gesekan punggung yang penuh luka-luka dengan kayu salib yang kasar akan menambah nyeri dari luka bekas cambukkan. Otomatis, darah yang tadinya sudah mengering akan kembali mengalir.

Dalam darah itu ada kehidupan, sebab melalui darah oksigen disalurkan ke seluruh tubuh. Darah Tuhan Yesus yang suci, sudah tercurah. Bagi yang percaya dalam nama Yesus akan diselamatkan dari hukuman dosa. Sadarilah Anda dan saya tidak layak mendapat keselamatan itu. Terlalu mahal harganya. Kita harus menghargai darah Tuhan Yesus dengan menyembah Tuhan Yesus dalam kehidupan kita.

Doa: “Terlalu mahal darah yang telah Kau curahkan bagiku, ya Tuhan Yesus. Kami menyembah-Mu dan bersyukur selalu. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …