KESEPIAN
Matius 26:36-56
Matius 26:56. “Akan tetapi semua ini terjadi supaya genap yang ada tertulis dalam kitab nabi-nabi.” Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.”
Menurut kamus bahasa Indonesia, “kesepian” adalah keadaan emosi dan kognitif yang tidak bahagia. Kesepian diakibatkan oleh hasrat akan hubungan akrab tetapi tidak dapat mencapainya. Individu yang tidak menginginkan teman bukan orang yang kesepian, tetapi seseorang yang menginginkan teman dan tidak memilikinya adalah orang yang kesepian. Keadaan ini menyebabkan tekanan dan membuat frustasi. Orang yang mengalami kesepian akan berusaha mencari teman atau hiburan untuk mengisi kekosongan jiwanya.
Namun bagaimana rasanya saat kita dikelilingi banyak orang dan dipuja-puja, tiba-tiba semua orang meninggalkan kita? Semua orang meninggalkan kita karena kita menghadapi masalah yang berat. Mereka takut terlibat dalam masalah yang kita hadapi. Kita pasti kecewa dan tertekan. Namun, tidak ada kesepian yang lebih hebat dari yang dialami Tuhan Yesus.
Di taman Getsemani, Tuhan Yesus butuh seorang teman untuk menemaninya berdoa hanya satu jam saja. Dalam kesendirian-Nya, Tuhan Yesus ditangkap. Emosinya terasa makin berat karena Ia merasa sendiri, ditambah lagi, ia mulai mendapat siksaan fisik, muka-Nya ditampar dan dipukuli dari tengah malam sampai dini hari. Sebelum ia dihukum mati, ia dibawa ke pengadilan Romawi. Keadaan fisik Tuhan Yesus saat itu sudah makin lemah karena ia tidak tidur semalaman, tidak makan atau minum, juga dipaksa berjalan dari satu tempat ke tempat lain, padahal jaraknya cukup jauh, ditambah pukulan-pukulan serta ejekan yang ditanggung dalam kesendirian-Nya.
Seberapa besar kesendirian kita dalam menghadapi masalah hidup ini? Sebenarnya kita tidak pernah sendirian karena Tuhan Yesus sudah menanggungnya. Dia ada bersama kita dan tidak pernah meninggalkan kita. Ibrani 13:5b, “Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”
Doa: “Terima kasih Tuhan Yesus untuk penyertaan-Mu. Engkau tidak pernah meninggalkanku. Engkau cukup bagiku. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung