Renungan Harian (05 Maret 2018)

KARENA TUHAN LEBIH DULU

2 Korintus 9:7-8

2 Korintus 9:7. “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.”

Waktu dulu saya sekolah, saya sering menggunakan pensil yang di bagian terdapat karet penghapusnya. ‘Pasangan serasi’ ini memang sangat berguna dan praktis. Pensilnya panjang, penghapusnya pendek. Walaupun penghapus ini kelihatannya kecil, tapi sangat bermanfaat. Mungkin kita sering melakukan salah dalam menulis, lalu kita hapus tulisan tersebut.

Bayangkan kalau seandainya kita sering melakukan kesalahan, kita tentu sering melakukan penghapusan. Lama-lama penghapus yang kecil diujung pensil itu, akan lebih cepat habis dibanding pensilnya. Demikian pula saat kita melakukan kesalahan demi kesalahan, Tuhan Yesus sudah mempersiapkan sebelumnya. IA bahkan telah menanggung kesalahan-kesalahan kita. Ia menghapus kesalahan-kesalahan kita. Penghapus mengorbankan dirinya untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan pensil. Tuhan Yesus mengorbankan diri-Nya dengan tujuan menanggung dosa kita. Kita manusia yang berbuat, Ia yang berkorban.

Dalam satu kesempatan Malam Apresiasi Pelayan di gereja kami, beberapa orang yang menjadi pelayan diwawancara dan direkam, salah satunya adalah saya. Saya ditanya, apa yang dikorbankan dengan saya melayani? Saya sebenarnya ingin menjawab beberapa hal, tapi diminta hanya satu dan saya jawab ‘waktu’. Lalu ditanya lagi, kenapa ingin melayani? Saya renungkan sebentar dan akhirnya saya mendapat jawabannya, “karena Tuhan lebih dulu melayani.” Tanpa Dia, saya tidak mungkin mau terlibat dalam pelayanan.

Melayani Tuhan harus dengan suatu kerelaan, ingatlah bahwa Tuhan sudah lebih dulu melayani bagi kita. Ada pengorbanan yang harus kita berikan dengan kerelaan, karena Allah Bapa pun merelakan Anak-Nya yang tunggal untuk menjadi korban bagi dosa-dosa kita. (NK).

Doa: “Kasih-Mu dan pengorbanan-Mu tak mungkin dapat kami balas dengan apa pun juga. Kami mau melayani-Mu sebagai tanda syukur kami, ya Kristus. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …