PASKAH
Pertemuan 1
Pengorbanan Yang Sesungguhnya (Ibr. 9:23-28)
Pengorbanan adalah merelakan kesenangan diri sendiri agar orang lain berbahagia. Dasar dari pengorbanan adalah kasih. Karena kasih, seorang ibu rela mengalami banyak kesakitan selama mengandung maupun saat anaknya dilahirkan. Setelahnya, ia sering kurang tidur dan bekerja keras membanting tulang demi kesejahteraan anaknya. Semua itu dilakukannya tanpa pamrih.
Ada satu pengorbanan yang sangat besar pernah terjadi di alam semesta ini. Pengorbanan itu jauh melampaui setiap pengorbanan apa pun yang bisa kita sebutkan. Itulah pengorbanan Allah, ketika karena kasih-Nya, Ia mengaruniakan anak-Nya yang tunggal Tuhan kita Yesus Kristus untuk menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib (Yoh. 3:16). Ada tiga hal yang diberikan Allah kepada kita melalui pengorbanan Kristus di kayu salib:
- Kematian Kristus itu telah membenarkan dan menyelamatkan kita
Kita telah dibenarkan karena darah-Nya. Arti kata “dibenarkan” dalam alkitab adalah: dibebaskan dari tuduhan, dinyatakan tidak bersalah menurut pandangan Allah sendiri. Dengan dibenarkan kita dilepaskan atau diselamatkan dari hukuman yang kekal.
- Kematian Kristus itu telah menyucikan hati nurani kita
“Betapa lebihnya Darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup”. (Ibr. 9:14)
Hati nurani mewakili keadaan batin seseorang. Tuhan Yesus mengatakan sebenarnya perbuatan jahat (dosa) yang tampak di luar dimulai dari dalam hati atau batin (Mat. 15:19-20). Jadi jika batin kita disucikan itu berarti perbuatan kita juga menjadi suci . Inilah arti Paskah yang sebenarnya yaitu mengubah manusia yang kotor karena dosa menjadi manusia suci di hadapan Tuhan.
- Kematian Kristus telah menebus kita
Rasul Petrus mengatakan bahwa kita ditebus “…bukan dengan barang yang fana, … melainkan dengan darah yang mahal yaitu Darah Kristus” (1 Pet. 1:18-19). Melalui Adam, semua manusia telah terperangkap dalam dosa, sehingga kehilangan kedudukan dan otoritas mereka untuk mewakili Allah di muka bumi ini. Manusia harus diambil dari perangkap itu dengan ditebus atau dibeli kembali. Harga penebusan itu adalah kematian Yesus di kayu salib. Melalui penebusan itu kedudukan dan otoritas kita sebagai wakil Allah (anak Allah) dipulihkan kembali. Bahkan Rasul Paulus menuliskan bahwa melalui pengorbanan Kristus, kini orang percaya telah diberikan tempat (kedudukan tinggi) untuk ikut memerintah bersama Kristus (Ef. 2:6).
Pertanyaan dan Penerapan
- Otoritas apa sajakah yang telah dipulihkan oleh Kristus melalui pengorbanan-Nya bagi kita? Dan bagaimana orang percaya menerapkan otoritas itu sekarang?
- Berdoalah dengan otoritas. Gunakan otoritas di dalam Kristus untuk mengalirkan kesembuhan, mujizat, pemulihan dan berkat atas seluruh anggota care cell Anda
Pertemuan 2
Golgota Saksi Penyaliban Yesus (Mrk.15:20b-32)
Berdasarkan ajaran Alkitab, kita menemukan beberapa makna dari peristiwa penyaliban Yesus di Golgota yang patut kita hayati, yaitu:
- Peristiwa penyaliban Yesus adalah peristiwa pengampunan.
Dalam peristiwa penyaliban, Yesus berdoa: “Ya Bapa, ampuniah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Luk. 23:34). Peristiwa penyaliban Yesus memberikan fakta bahwa dari pihak Allah terbuka pengampunan dosa bagi manusia. Terbukanya jalan pengampunan dosa tersebut hanya diperoleh melalui Yesus. Mengapa? Karena di dalam peristiwa salib, Yesus telah menanggung hukuman dari Allah atas dosa seluruh dunia (Yoh. 1:29; II Kor. 5:21).
Di dalam derita salib itulah terbuka jalan dan harapan bagi manusia berdosa bahwa dosanya pasti diampuni. Jalan dan harapan tersebut sampai hari ini tetap terbuka bagi siapa pun yang menyadari dirinya sebagai manusia berdosa yang membutuhkan pengampunan dari Allah. Panggilan ini menjadi penting bagi siapa saja. Dikatakan penting, karena bila Anda tidak meresponsnya, maka Anda akan menjadi pribadi yang paling malang bukan saja di dunia ini, tetapi juga di masa yang akan datang. Nasib Anda di masa depan sangat ditentukan oleh sikap dan respon serta tindakan Anda hari ini. Jika Anda menyadari bahwa Anda orang bersalah dan berdosa, maka peristiwa penyaliban Yesus adalah solusi terbaik bagi Anda. Dikatakan demikian, karena Tuhan Yesus sendiri menegaskan bahwa: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh. 14:6).
- Peristiwa penyaliban Yesus adalah peristiwa penyelamatan.
Dokter Lukas dalam Injilnya menulis tentang kata-kata penyelamatan yang diucapkan oleh Yesus sendiri ketika Ia berada di atas kayu salib. “Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus”. (Luk. 23:43).
Berdasarkan firman Allah di atas, maka kita dapat mengetahui bahwa peristiwa penyaliban Yesus merupakan peristiwa penyelamatan umat manusia berdosa. Hal itu merupakan fakta bahwa di dalam dan melalui peristiwa penyaliban Yesus, ada harapan yang pasti untuk hidup bersama dengan Dia dalam kerajaan-Nya di masa depan.
Pernyataan penyelamatan yang dikemukakan oleh Yesus di atas kayu salib diberikan secara langsung kepada seorang penjahat yang menyadari dirinya orang berdosa dan mengakui Yesus adalah Raja yang akan datang. Penjahat itu mengakui Yesus adalah Pribadi yang benar tanpa salah. Proklamasi dan deklarasi yang ditegaskan oleh penjahat yang disalibkan bersama Yesus merupakan pernyataan iman di saat-saat terakhir dari hidupnya. Dan pernyataan imannya itu menentukan status, keberadaan dan tempatnya di masa depan yaitu dalam Kerajaan Sorga bersama Yesus.
Pertanyaan dan Penerapan
- Menurut Anda, apakah berita penyaliban Tuhan Yesus masih relevan untuk disampaikan bagi situasi hidup manusia zaman sekarang?
- Menurut Anda, bagaimana berita penyaliban Tuhan Yesus bisa dapat sampai kepada seluruh anggota keluarga Anda? Apa peran yang harus Anda lakukan?
Pertemuan 3
Kebangkitan Kristus Memberi Pengharapan (I Kor.15:1-10)
Setelah Tuhan Yesus bangkit, selama 40 hari berturut-turut Ia menampakkan diri kepada murid-murid-Nya bahkan menurut catatan Paulus, Tuhan Yesus telah menampakkan diri kepada kurang lebih 500 orang (I Kor. 15:6). Tuhan Yesus menampakkan diri kepada murid-murid untuk melakukan dua hal berikut:
- Memulihkan ketidakpercayaan dan keraguan
Setiap kali Tuhan Yesus menampakkan diri-Nya kepada para murid-Nya, tindakan itu selalu memulihkan ketidakpercayaan atau keraguan mereka. Salah satu murid yang dipulihkan ketidakpercayaannya adalah Tomas. Mengapa Tuhan Yesus mengunjungi Tomas secara khusus? Sebab ketika Tomas diberitahu bahwa Tuhan Yesus telah bangkit oleh murid-murid Tuhan yang lain, ia berkata, “Aku tidak percaya. Sebelum aku melihat bekas paku di tangan-Nya, sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan juga ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya!” (Yoh. 20:25).
Delapan hari setelah itu, ketika Tomas sedang berkumpul dengan murid-murid yang lain, Tuhan Yesus muncul dan membuatnya terkejut. Tuhan Yesus berkata kepada Tomas, “Tomas, ini Aku..lihatlah ini bekas paku dan ayo cucukkan jarimu!” Kemudian Tomas tersungkur dan berkata, “Ya, Tuhanku dan Allahku!” Lalu Tuhan berkata, “Tomas, karena engkau melihat Aku, maka kamu percaya, tetapi berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya!”
- Memulihkan keputusasaan dan kegagalan
Petrus bersama enam murid Tuhan lainnya (termasuk Yohanes), sedang dalam keadaan putus asa dan uring-uringan karena mereka tidak tahu kalau Tuhan Yesus bangkit. Yang mereka ketahui adalah Tuhan Yesus telah mati. Mereka sedang mencari ikan di tengah danau Galilea. Semalam-malaman mereka mencari ikan tetapi tidak ada seekor pun yang diperoleh.
Ketika dalam keadaan putus asa mereka berlayar pulang dengan perahunya, tiba-tiba ada suara dari darat yang berkata, “Hai anak-anak, adakah lauk-pauk padamu?” Orang yang sedang uring-uringan dan tidak mendapat apa-apa, kalau ditanya seperti itu biasanya bertambah kesal, mungkin dengan agak ‘ketus’ mereka akan menjawab, “Tidak ada!” Dalam hati mereka mungkin akan berkata, “Sudah tidak dapat apa-apa, masih tanya-tanya lagi!” Mereka tidak tahu bahwa yang bertanya itu adalah Tuhan Yesus. Lalu Tuhan Yesus meneruskan perkataan-Nya, “Kalau begitu, tebarkan jalamu di sebelah kanan perahu, maka kamu akan beroleh ikan”. Mereka melakukannya, dan mujizat pun terjadi. Dari situ mereka ketahui bahwa yang berbicara itu adalah Yesus. Dan melaluinya Tuhan memulihkan keputusasaan dan kegagalan mereka termasuk Simon Petrus (Yoh. 21:1-7; 15-19).
Pertanyaan dan Penerapan
- Menurut Anda, apakah berita kebangkitan Tuhan Yesus masih relevan untuk disampaikan bagi situasi hidup orang Kristen zaman sekarang?
- Bagian manakah dari berita kebangkitan Tuhan Yesus itu yang relevan bagi situasi hidup Anda sekarang ini? Jelaskanlah pada anggota care cell yang lain.
Pertemuan 4
Salib-Nya memulihkan, darah-Nya berkuasa (Ibr. 9:15-22)
Dalam Perjanjian Lama, darah memainkan peranan yang penting dalam peribadahan Israel. Allah telah menumpahkan darah untuk menutupi ketelanjangan Adam dan Hawa saat jatuh ke dalam dosa (Kej. 3:21). Imam-imam dikuduskan dengan darah (Kel. 29:19-21); darah dipercikkan ke atas mezbah untuk menebus dosa (Im.17:6); darah dipercikkan kepada seluruh umat Israel untuk mendamaikan dosa mereka (Kel. 24:8). Israel terlepas dari perbudakan Mesir setelah darah anak domba paskah dioleskan pada ambang pintu rumah mereka. Pendek kata, penulis Ibrani berkata: “Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.” (Ibr. 9:22).
Semua pewahyuan tentang darah dalam Perjanjian Lama tersebut, menggambarkan tentang darah Kristus yang ditumpahkan di kayu salib. Sekarang, kita dapat menerapkan darah Yesus dalam semua aspek kehidupan kita, diantaranya:
- Saat kita tahu kita melakukan dosa, segera minta ampun dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan minta dibasuh oleh darah-Nya (Ef. 1:7; I Yoh. 1:9)
- Saat kita mengalami peperangan rohani, gunakan darah Yesus untuk mengalahkan Iblis (Why. 12:11)
- Pada waktu menghadap kepada Allah, Anda hanya bisa mengalami hadirat dan urapan-Nya karena darah Yesus (Ibr. 10:19; Rm. 3:25). Semua imam boleh masuk ke dalam kemah suci apabila telah diperciki oleh darah dan minyak urapan (Im. 8:22-24, 30). Darah adalah gambaran darah Yesus, minyak adalah gambaran pengurapan Roh Kudus. Jadi pengurapan Roh Kudus datang dalam hidup kita setelah adanya percikan darah Yesus.
- Darah anak domba Paskah telah melindungi setiap rumah tangga Israel pada waktu malaikat maut datang (Kel. 12:23-24). Darah Yesus juga memberikan perlindungan penuh pada kita sekarang dari bahaya atau malapetaka apa pun.
- Pada waktu kita sakit, kita bisa meminta darah Tuhan Yesus mengalirkan kesembuhan atas tubuh kita (Yes. 53:5; I Ptr. 2:24)
Pertanyaan dan Penerapan
- Ceritakanlah salah satu pergumulan hidup Anda akhir-akhir ini. Dan menurut Anda, apakah tindakan yang harus Anda lakukan untuk menerapkan darah Yesus bagi pergumulan itu?
- Ajaklah seluruh anggota care cell untuk berdoa bersama dan mengucapkan deklarasi iman untuk menerapkan darah Kristus bagi pergumulan mereka masing-masing.
Oleh: Ferry Simanjuntak
GBI Pasir Koja 39 Bandung