Dengkur

Dengkur adalah getaran yang dihasilkan oleh aliran udara yang melewati saluran pernapasan yang tersumbat sebagian. Suara yang dihasilkan dari getaran ini dapat terdengar halus atau keras (parau) yang mengganggu.

Dengkur biasa dialami oleh orang dewasa dan merupakan gejala awal dari penyakit apnea tidur akibat obstruksi atau gangguan kesehatan lain yang cukup serius. Selain berkurangnya waktu tidur, dengkur menjadi salah satu penyebab rasa kantuk di siang hari, menurunnya daya fokus, dan berkurangnya libido.

Beberapa tenaga medis menggunakan tingkatan dengkur untuk mengetahui tingkat keparahan dengkur. Terdapat tiga tingkatan dengkur, yaitu:

  • Tingkat 1 – Ketika frekuensi dengkur tidak sering dan suara yang dihasilkan tidak keras. Pernapasan tidak akan terpengaruh dan tidak ada tanda-tanda gangguan kesehatan yang berkaitan dengan dengkur yang dialami.
  • Tingkat 2 – Ketika frekuensi dengkur berlangsung rutin, selama tiga hari atau lebih lama dalam seminggu dan penderita mengalami gangguan ringan hingga menengah selama tertidur. Kondisi ini akan berdampak kepada kualitas tidur, menimbulkan kelelahan, dan mengantuk di siang hari.
  • Tingkat 3 – Ketika penderita mendengkur dengan keras tiap malam hingga terdengar hingga ke luar ruangan tidur. Sebagian besar penderita yang berada di tahap ini memiliki kondisi apnea tidur obstruksi dan berdampak juga pada aktivitas sehari-hari.

Perubahan gaya hidup adalah tindakan pertama yang akan direkomendasikan untuk menangani dengkur, misalnya dengan menurunkan berat badan ke batas normal, dan menjaga waktu tidur yang cukup. Penderita dengkur juga sebaiknya menghindari konsumsi minuman beralkohol, khususnya menjelang waktu tidur malam, dan memberikan pengobatan untuk penyumbatan hidung serta menyarankan penderita untuk tidak tidur telentang. Selain terganggu dan berkurangnya waktu tidur, beberapa risiko komplikasi dengkur yang mungkin berkembang, yaitu: rasa kantuk berlebihan di siang hari dan sulit berkonsentrasi, mengalami frustrasi atau marah yang berlebihan, penyakit tekanan darah tinggi, jantung, dan stroke, meningkatnya risiko mengalami kecelakaan lalu lintas atau ketika sedang mengoperasikan alat berat, akibat kekurangan tidur, gangguan perilaku pada anak penderita apnea tidur obstruksi, seperti agresif dan gangguan belajar.

Salah satu penyebab dengkur adalah kebiasaan atau gaya hidup, seperti mengonsumsi minuman beralkohol, khususnya menjelang tidur, merokok, dan begadang yang menyebabkan berkurangnya waktu tidur. Cegah dengkur dengan beberapa langkah berikut: tidak tidur telentang, cobalah tidur dengan meninggikan bagian kepala dari tempat tidur Anda sebanyak 10 cm, usahakan untuk mendapatkan waktu tidur yang ideal sebanyak 7-8 jam (anak-anak dan anak remaja, yaitu berkisar antara 10-12 jam) tiap malam, tidak mengonsumsi obat penenang dan minuman beralkohol menjelang tidur karena dapat menekan sistem saraf pusat, menyebabkan otot tenggorokan terlalu rileks, dan menghalangi aliran udara, berhenti merokok, rutin berolahraga untuk membantu menguatkan otot leher dan mencegah terjadinya penyempitan saluran udara, jika terjadi penyumbatan hidung, cobalah meminum obat atau menggunakan semprotan dekongestan sesuai instruksi dokter, menggunakan bantal khusus yang menahan kepala dan leher ketika tidur sehingga aliran udara tidak terhalang.

Oleh: Zeffry, dr.

Check Also

Kesehatan April 26 copy

ASAM LAMBUNG NAIK,TERASA TERBAKAR & NYERI DI DADA : Keluhan Sepele Yang Tidak Boleh Diabaikan

Oleh: Andreas Adiwinata, dr., M.Biomed Banyak orang pernah merasakan sensasi panas di dada setelah makan, …