25 Tahun Bersama

kesaksianSaya berasal dari kampung tepatnya Desa Lumajang, bertemu dengan suami yang berasal dari kota. Kami menikah 26 Maret 1990, saat itu usia saya baru 17 tahun dan tidak berdasarkan suka sama suka/cinta, melainkan terpaksa demi membalas budi kepada orang tua, terutama kepada Mama. Dan ketika berumah tangga, banyak sekali rintangan yang saya hadapi, hingga saya melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Yusuf Ibrahim. Setelah memiliki anak pun rumah tangga kami tidak mengalami perubahan, karena kepribadian saya yang sombong, keras kepala dan tidak mau mengalah. Cara saya mendidik anak pun tidak baik di mana anak kerap menjadi korban, karena saya sering melampiaskan kemarahan kepada anak. Ketika anak susah makan, piring yang berisi makanan sering terbang, gelas pun sering melayang. Tapi anehnya rumah tangga saya tetap berjalan, biarpun sering bertengkar.

Saya juga dulu tidak suka kepada saudara-saudara suami, alasannya karena mereka berbeda keyakinan dengan saya yang Muslim, sedangkan mereka semua Kristen. Saya tidak percaya kalau Tuhannya orang Kristen itu bisa menolong dan bisa menyembuhkan penyakit. Tetapi, saya menyaksikan luar biasanya pertolongan Tuhan Yesus saat suami saya disembuhkan dari sakitnya dan akhirnya suami saya pun bertobat dan mengaku Yesus Kristus adalah Tuhan. Ketika itu saya sedang hamil 7 bulan anak yang kedua. Rencana saya kalau sudah melahirkan, saya mau minta cerai, karena tidak mungkin satu rumah ada 2 agama. Nanti jadi krislam atuh, saya tidak mau disesatkan.

Namun, pada saat melahirkan, saya mengalami mujizat luar biasa dan membawa saya kepada pertobatan.ternyata itupun salah satunya karena doa suami yang dilakukan secara diam diam, karena dia percaya firman Tuhan yang mengatakan: “satu orang diselamatkan, maka seisi rumah akan diselamatkan”. Saya mengalami kasih dan anugerah Tuhan, sehingga hati saya terbuka untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat pribadi.

Saya bersyukur kepada Tuhan Yesus yang sungguh baik dan saya juga merasakan cinta kasih dari suami yang dulu saya tidak pernah rasakan. Rumah tangga kami saat ini mencapai usia 25 tahun dan saya bersyukur kepada Tuhan atas pemeliharaan-Nya yang sempurna. Saya tidak pernah mimpi bisa merayakan ulang tahun perkawinan perak, tetapi semua semata karena anugerah Tuhan.

Tuhan Yesus, terima kasih atas anugerah yang Kauberi kepada keluarga saya, terutama saya pribadi. Terpujilah nama Tuhan. Amin.

Oleh: Nani Heryani

Check Also

kesaksian

MAMA SHELLA

Kesaksian kali ini datang dari seorang ibu yang akrab dipanggil dengan Mama Shella, karena bagi …