Bahan Care Cell Maret 2017

KUASA DOA & PUASA

Pertemuan 1

Prayer that change of life (Yak. 5:13-18; Mat. 17:19-21)

Yakobus 5:16b: “Doa orang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.”

Matius 17:20: “Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja . . . takkan ada yang mustahil bagimu.”

Betapa dahsyatnya doa yang dipanjatkan dengan iman. Doa itu mempunyai potensi yang tidak terbatas, sebab dikatakan “takkan ada yang mustahil bagimu.” Salah satu dampak yang dihasilkan doa adalah hidup yang diubahkan. Seorang penulis, bernama Sammy Hinn pernah menulis judul buku “Diubah dalam hadirat-Nya”.  Di dalamnya ia mengisahkan banyak kehidupan yang diubahkan ketika orang-orang berdoa kepada Allah. Kita bisa melihat kuasa doa untuk mengubahkan kehidupan melalui dua kisah berikut:

  1. Agustinus

Agustinus adalah seorang anak yang sangat cerdas namun hidup secara liar. Kecerdasannya membuat Agustinus terkenal dan pada usia belasan ia telah menjadi dosen di Milan dekat Roma. Otak cerdas dengan moral bobrok membuat Agustinus terbiasa hidup di dalam dosa. Saat baru berusia 19 tahun saja, ia telah memiliki anak dari hasil hubungan di luar nikah. Ayahnya tidak peduli terhadap keadaannya karena ayahnya sendiri adalah seorang yang sangat kasar dan pemabuk. Namun Monika ibunya, tekun berdoa siang malam dengan mencucurkan air mata bagi pertobatan Agustinus.

Saat berusia 29 tahun Agustinus sakit keras dan ia mulai memikirkan hidupnya. Ia mendengar suara yang menyuruhnya membaca Roma 13:13-14 “Marilah kita hidup sopan seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam perselisihan dan iri hati. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.” Melalui pembacaan ayat itulah akhirnya Agustinus mengambil keputusan untuk bertobat dari dosa-dosanya dan menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Dalam kemurahan-Nya Tuhan menyembuhkan Agustinus dan memakainya menjadi bapa gereja yang merumuskan berbagai doktrin Kristen yang sangat sulit untuk dijelaskan pada waktu itu, termasuk Trinitas.

  1. Yabes (1 Tawarikh 4:9-10)

Yabes lebih dimuliakan di antara 600 nama yang disebut dalam 1 Tawarikh pasal 4. Itu terjadi karena ia berdoa dengan sungguh-sungguh untuk kehidupannya. Padahal ia dilahirkan dalam kesakitan dan hidup dalam banyak kesulitan pada awalnya. Hidupnya diubah setelah ia berdoa. Ada empat hal yang didoakan Yabes untuk perubahan hidupnya:

  • Berkat Allah berlimpah-limpah
  • Memperluas daerah (ini bisa berarti: kekuasaan/jabatan yang meningkat, usaha yang makin besar)
  • Penyertaan Allah
  • Perlindungan Allah terhadap malapetaka dan penyakit

Untuk itu, berdoalah dengan sungguh-sungguh untuk terjadinya perubahan bagi hidup Anda, keluarga, keuangan, bisnis/pekerjaan, kesehatan, care cell, gereja dan pelayanan.

Pertanyaan dan Penerapan

  1. Mintalah setiap anggoa Care Cell menuliskan pokok-pokok doa yang spesifik di dalam tabel berikut:
Bidang hidup yang ingin berubah Pokok doa
Hidup Pribadi Contoh: Lepas dari rokok, bisa berdoa dan baca Alkitab 30 menit setiap hari
Keluarga  
Keuangan  
Bisnis/pekerjaan  
Kesehatan  
Care Cell Contoh: Tuhan membuka hati teman kerja yang bernama Victor, supaya mau diajak Care Cell minggu depan.
Gereja  
Pelayanan  
  1. Berdoalah bersama-sama untuk setiap pokok doa tersebut, sebagai deklarasi iman!

Pertemuan 2

Puasa Yesus dan dampaknya (Mat. 4:1-11)

Sepanjang Alkitab kita melihat berbagai contoh akan puasa yang dikaitkan dengan doa syafaat.

  1. Daud berdoa dan berpuasa untuk kesembuhan anaknya yang sakit (2 Sam. 12:16).
  2. Ester mendesak Mordekhai dan semua orang Yahudi untuk berdoa dan berpuasa sebelum ia menghadap raja, supaya Tuhan menggerakkan hati raja untuk menyelamatkan bangsa Yahudi (Est. 4:16-17).
  3. Tuhan Yesus menyuruh murid-murid untuk berdoa disertai puasa ketika menghadapi setan yang keji (Mat. 17:21).

Ketiga contoh tersebut menjelaskan bahwa semakin kritis situasi atau keadaan yang dihadapi, maka sebaiknya doa itu dipanjatkan dengan disertai puasa. Puasa yang ditambahkan di dalam doa menunjukkan kesungguhan dari orang-orang yang berdoa untuk bisa menang dari keadaan kritis yang mereka hadapi.

Beberapa peristiwa doa dan puasa dalam Alkitab tidak dikaitkan ketika orang percaya menghadapi suatu situasi kritis, tetapi untuk memohonkan pengarahan dan persiapan bagi suatu pelayanan.

  1. Gereja Antiokhia berdoa dan berpuasa sampai mendengar suara Roh Kudus untuk memberikan pengarahan bagi pelayanan (Kis. 13:1-2). Sejak saat itu jangkauan penginjilan makin luas kepada banyak bangsa.
  2. Tuhan Yesus berdoa dan berpuasa selama 40 hari sebagai persiapan pelayanan-Nya (Mat. 4:1-11). Akibatnya, Ia menang menghadapi pencobaan dan pelayanan-Nya disertai dengan demonstrasi kuasa Allah. Buta melihat, lumpuh berjalan, bisu berbicara, orang mati dibangkitkan, kusta sembuh, setan-setan diusir, air menjadi anggur, dan seterusnya.

Baik Tuhan Yesus maupun gereja Antiokhia mengalami sukses besar dalam pelayanan setelah mereka mempersiapkan diri terlebih dahulu dengan mengambil waktu untuk berdoa dan puasa. Artinya, ada hubungan yang kuat antara doa puasa dengan keberhasilan dalam pelayanan.

Pertanyaan dan Penerapan

  1. Sepakatilah dengan anggota Care Cell untuk mengambil waktu doa dan puasa, baik untuk situasi kritis yang sedang dihadapi maupun untuk terobosan dalam pelayanan di Care Cell.
Keadaan kritis Terobosan yang diharapkan
Contoh: Ada orang buta datang ke Care Cell Matanya dicelikkan
   
   
   
  1. Jika kesepakatan telah dibuat maka Care Leader meminta pengurapan untuk setiap anggota Care Cell supaya dapat dipakai Tuhan untuk menyatakan kuasa dan kemuliaan-Nya.

Pertemuan 3

Kuat di dalam doa (Daniel 6:11-13; Luk. 11:1-13)

Orang yang kuat dalam doa artinya:

  • Orang yang berdoa dengan sungguh-sungguh. Seperti Elia (Yak. 5:17-18). Melalui doa ia dapat menahan hujan selama 3 ½ tahun. Lalu ia berdoa sampai tujuh kali supaya hujan turun (1 Raj. 18:42-44). Kalau ia tidak sungguh-sungguh, pasti ia sudah berhenti berdoa pada saat doanya yang pertama belum dijawab.
  • Orang yang berdoa pantang menyerah, sampai ia mendapatkan jawaban atas doanya. Tuhan Yesus menggambarkannya seperti seorang yang tanpa malu menggedor-gedor pintu rumah sahabatnya karena membutuhkan pertolongan segera (Luk. 11:5-8). Kehidupan doa Daniel cocok menggambarkan hal ini. Walaupun ada ancaman dari pihak raja ia tidak menyerah, ia tetap terus berdoa bagi pemulihan bangsanya (Dan. 6:11-13).
  • Orang yang berdoa dengan tekun atau tidak jemu-jemu. Tuhan Yesus menjanjikan: “Karena setiap orang yang meminta menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.” (Luk. 11:10). Mengapa kita perlu bertekun dalam doa? Wahyu 5:8 mengatakan bahwa di hadapan Allah ada cawan emas yang menampung doa orang-orang percaya. Saya membayangkan, bahwa setiap kali kita berdoa, itu berarti kita sedang mengisi atau menetesi cawan itu. Jika cawan itu telah penuh, maka isinya akan dicurahkan, dan itulah saat doa kita dijawab. Jadi mungkin ketika kita berdoa cawan tersebut tidak langsung penuh, maka kita perlu terus bertekun dalam doa sampai cawan itu penuh, sehingga doa kita dijawab.

Pertanyaan dan Penerapan

  1. Berilah kesempatan kepada 2 atau 3 orang untuk bercerita tentang pengalaman doa mereka. Terutama pengalaman doa mereka yang bisa menggambarkan tentang salah satu dari ketiga hal di atas (doa yang sungguh-sungguh, pantang menyerah, tidak jemu-jemu atau tekun).
  2. Ajaklah seluruh anggota Care Cell untuk berdoa satu persatu. (Cat: Care Leader telah mempersiapkan pokok-pokok doa dalam kertas kecil untuk dibagikan ke setiap anggotanya).

Pertemuan 4

Rahasia doa yang menyentuh hati Tuhan (Luk. 22:39-46)

Doa orang benar dapat menembus hadirat Tuhan, menyentuh hati-Nya dan menggerakkan tangan-Nya untuk bertindak. Kita melihat hal itu di sepanjang kehidupan Tuhan Yesus. Apabila Tuhan Yesus berdoa, kita selalu melihat hasilnya. Apabila Tuhan Yesus berdoa, hal-hal besarpun terjadi. Doa-doanya senantiasa menyentuh hati Bapa dan menggerakkan tangan Bapa untuk bertindak. Apakah rahasia dari doa Tuhan Yesus?

Yesus selalu berdoa dengan sungguh-sungguh

“Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.” (Lukas 22:44)

Di tengah segala ketakutan dan kegentaran-Nya, Lukas mencatat Tuhan Yesus datang berdoa. Bahkan dikatakan bahwa Ia semakin sungguh-sungguh berdoa. Dalam keadaan yang penuh dengan pergumulan berat, mengalami kegentaran dan penuh kengerian, Tuhan Yesus memilih untuk datang kepada Bapa. Sebagai hasilnya, Ia dimampukan untuk terus melangkah menuju salib yang berat. Karena sebelumnya Bapa mengutus malaikat untuk memberi kekuatan kepada Tuhan Yesus (Luk. 22:43).

Doa menjadi sebuah kekuatan yang tak terbatas, yang mendorong seseorang untuk terus maju, memikul salib, mengerjakan pekerjaan Tuhan di dalam hidupnya.

Namun, kembali Lukas harus mencatat bagaimana reaksi para murid yang gagal. Selagi Tuhan Yesus bergumul dalam doa, Lukas menuliskan bahwa para murid sedang tidur. Hal inilah yang kemudian membuat Tuhan Yesus perlu memerintahkan para murid untuk berdoa, supaya mereka tidak jatuh ke dalam pencobaan. Pencobaan apakah yang dimaksud oleh Tuhan Yesus? Sangat mungkin, hal ini pertama-tama mengacu kepada kegagalan para murid untuk setia mengiring-Nya ke salib. Atau bisa jadi kegagalan Petrus yang menyangkal Tuhan Yesus sebanyak 3 kali. Tetapi secara umum, pencobaan yang dimaksudkan adalah segala macam hal yang menjauhkan para murid dari kehidupan mengiring Tuhan, di dalam segala kondisi.

  1. Yesus selalu berserah pada kehendak Bapa-Nya setiap kali Ia berdoa

“Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.” (Luk. 22:42)

Kalimat “bukanlah kehendak-Ku yang jadi, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi” merupakan ungkapan tentang hati yang berserah penuh kepada Allah saat kita berdoa. Doa bukanlah untuk memaksakan kehendak kita kepada Allah, tetapi merelakan kehendak kita supaya tunduk pada kehendak Allah. Doa yang selalu berserah dan tunduk pada kehendak Allah seperti inilah yang akan menyentuh hati Tuhan dan menggerakkan tangan-Nya untuk bertindak.

Sekalipun kehendak Allah itu adalah Salib, Tuhan Yesus bersedia menjalaninya, karena Ia telah berserah penuh pada kehendak Bapa-Nya. Salib adalah penderitaan dan pengorbanan, dan bukan jalan yang nyaman untuk ditempuh. Tetapi Yesus rela menempuhnya, karena Ia tahu, itulah kehendak Bapa-Nya. Sebab hanya salib satu-satunya cara untuk menyediakan penebusan bagi manusia yang telah jatuh ke dalam dosa.

Pertanyaan dan Penerapan

  1. Mengapa setiap kali kita berdoa, kita patut memiliki sikap “bukan kehendakku, tetapi kehendak-Mu lah yang jadi”?
  2. Jika dinilai dalam rentang 1 s/d 10, berapakah nilai yang Anda berikan untuk kehidupan doa Anda? Kemukakanlah alasan mengapa Anda memberikan nilai demikian!

Oleh: Ferry Simanjuntak

 

 

 

Check Also

Bahan Care Cell September 2020

Pertemuan 1 Membangun Kekuatan Produktif dalam Komunitas (Pkh. 4:9-12) Pendahuluan                 Betapa dahsyatnya kekuatan sebuah …