{"id":7002,"date":"2017-06-01T03:00:04","date_gmt":"2017-05-31T20:00:04","guid":{"rendered":"http:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/?p=7002"},"modified":"2017-05-23T12:09:20","modified_gmt":"2017-05-23T05:09:20","slug":"bahan-care-cell-juni-2017","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-juni-2017\/","title":{"rendered":"Bahan Care Cell Juni 2017"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-7003 size-thumbnail alignleft\" src=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/cell-150x150.jpg\" alt=\"\" width=\"150\" height=\"150\" \/>Pertemuan 1<\/p>\n<p>Prinsip Utama dalam Keluarga (Kol. 3:18-21)<\/p>\n<p>Keluarga adalah lembaga yang dibentuk atas inisiatif Allah sendiri, karena TUHAN sendiri berfirman \u201cTidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.\u201d (Kej. 2:18). Itu berarti keluarga dibangun Allah untuk kebaikan bagi semua anggota yang ada di dalamnya. Jika seseorang menikah dan kemudian hidup tidak menjadi lebih baik, berarti ada yang salah dalam pernikahan tersebut. Kesalahan itu mencakup dua aspek. Aspek pertama adalah mungkin dasar yang diletakkan bagi keluarga itu salah. Satu-satunya dasar yang benar bagi keluarga adalah Yesus Kristus sebagai batu karang. Kesalahan kedua mungkin adalah tentang bagaimana keluarga dibangun atau dijalankan.\u00a0 Keluarga hanya menjadi baik apabila dibangun atau dijalankan berdasarkan ketaatan kepada firman Tuhan. Tuhan Yesus mengatakan \u201corang yang mendengar perkataan-Nya dan melakukannya adalah orang bijaksana yang membangun rumahnya di atas batu\u201d (Mat. 7:24).<\/p>\n<p>Berdasarkan Kolose 3:18-21 kita tahu bagaimana keluarga itu harus dijalankan, yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li>Isteri tunduk pada suami (ayat 18).<\/li>\n<\/ol>\n<p>Istri memperoleh tugas yang diberikan Allah untuk membantu dan tunduk kepada suaminya.\u00a0 Membantu dengan peran sebagai seorang ibu bagi anak-anak, mengatur rumah tangga dengan baik. Ketundukan itu dikembangkan dengan roh yang lemah lembut. Tunduknya seorang istri kepada suaminya dilihat oleh Allah sebagai bagian dari ketaatannya kepada Yesus, sebab dikatakan &#8220;tunduk pada suami seperti kepada Tuhan&#8221; (Ef. 5:22).<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>Suami mengasihi isteri (ayat 19).<\/li>\n<\/ol>\n<p>Sementara isteri harus tunduk pada suami, Tuhan juga memerintahkan para suami untuk mengasihi isteri mereka. Artinya kepemimpinan suami dalam keluarga harus dijalankan dengan kasih. Kasih itu ditunjukkan dengan pengorbanan sebagaimana Kristus juga telah berkorban. Kasih membuat suami rela berkorban demi memenuhi kebutuhan jasmani, jiwani dan rohani keluarga. Kasih membuat suami memberi perlindungan dan perhatian bagi seluruh anggota keluarga. Kasih juga membuat suami berpegang pada kesetiaan dengan isterinya dan tidak menyeleweng.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>Anak-anak taat pada orangtua (ayat 20).<\/li>\n<\/ol>\n<p>Anak diperintahkan untuk taat kepada orangtua mereka. Dalam Perjanjian Lama dikatakan \u201cSiapa yang memukul ayahnya atau ibunya, pastilah ia dihukum mati. Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya, ia pasti dihukum mati.\u201d (Kel. 21:15, 17). Betapa Tuhan menganggap penting sebuah penghormatan terhadap orangtua, dalam kondisi atau alasan apapun. Ya, terkadang ada orangtua yang gagal memberikan kasih dan perhatian, ada yang bersikap terlalu keras, kasar bahkan kejam. Namun tetap saja, seorang anak tidak boleh membenci orangtuanya, baik secara halus, apalagi secara kasar.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li>Bapa jangan melukai hati anak (ayat 21).<\/li>\n<\/ol>\n<p>Allah menghendaki orangtua mendidik anak-anak mereka dengan kasih sayang dan kebenaran bukan kekerasan. Kekerasan entah fisik atau melalui kata-kata kasar dapat melukai hati anak. Tahun 1984 kita pernah mendengar kisah Ari Anggara, anak malang yang berusia 8 tahun tewas akibat penyiksaan yang dilakukan orangtuanya. Seperti anak-anak lain, sebenarnya Ari Anggara hanya anak kecil yang punya sifat \u201cbandel\u201d yang perlu diarahkan. Namun bukannya diarahkan, orangtuanya malah melakukan hukuman-hukuman fisik dan mengucapkan kata-kata kasar setiap hari kepada Ari Anggara lebih dari yang dapat ia tanggung. Akhirnya Ari Anggara meninggal dengan cara yang menggenaskan.<\/p>\n<p>Siksaan fisik dan kata-kata kasar hanya akan meninggalkan luka di dalam hati anak. Hati yang terlanjur tawar dan pahit seringkali susah untuk dipulihkan. Jangan sampai karena tidak mampu menahan emosi kita bertindak melewati batas dan meninggalkan luka di hati mereka. Itu bisa berpengaruh besar terhadap masa depan mereka.<\/p>\n<p>Pertanyaan dan Penerapan<\/p>\n<ol>\n<li>Apakah dasar yang membuat sebuah keluarga menjadi kuat?.<\/li>\n<li>Dari keempat point di atas, manakah yang perlu Anda perbaiki di dalam keluarga saudara?.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pertemuan 2<\/p>\n<p>Prinsip-prinsip keuangan dalam keluarga (Yes. 55:1-3; 1 Tim. 6:6-10)<\/p>\n<p>Dalam perumpamaan orang kaya yang bodoh (Luk. 12:16-21), Allah tidak punya keberatan apa-apa atas kekayaannya, akan tetapi Allah tidak setuju dengan cara orang kaya itu menggunakan hartanya. Jadi bukan ada atau tidak adanya harta benda dan uang yang menentukan hubungan kita dengan Allah, melainkan sikap kita terhadap kekayaan itu sendiri.<\/p>\n<p>Berdasarkan Yesaya 55:1-3 dan 1 Timotius 6:6-10, ada empat prinsip penggunaan uang dalam keluarga, yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li>Prioritas utama belanja uang adalah untuk kebutuhan pokok (Yes. 55:1-3; 1 Tim. 6:8)<\/li>\n<\/ol>\n<p>Banyak orang membelanjakan uang mereka untuk sesuatu yang sebenarnya tidak mereka butuhkan. Misalnya: untuk gengsi. Itu sebabnya kita menemukan banyak sekali barang-barang yang hanya tersimpan saja di lemari, atau teronggok saja di rumah tanpa digunakan. Allah menasihati kita agar prioritas belanja uang kita adalah untuk kebutuhan pokok.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>Cukupkan diri dengan apa yang ada pada kita (1 Tim. 6:6-7).<\/li>\n<\/ol>\n<p>Mencukupkan diri dengan apa yang ada pada kita berarti \u201ctidak lebih besar pasak daripada tiang.\u201d Ada baiknya, sebelum kita membelanjakan uang kita, kita terlebih dahulu membuat catatan mengenai apa yang memang kita perlukan sehingga kita tidak membeli secara membabi buta.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>Jauhi cinta akan uang (1 Tim. 6:9-10).<\/li>\n<\/ol>\n<p>Hampir semua kebutuhan kita, seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, listrik, air, semuanya memerlukan uang!\u00a0 Karena itu kita harus bekerja.\u00a0 Dengan bekerja kita mendapatkan upah (uang).\u00a0 Namun inilah yang menjadi pokok permasalahannya.\u00a0 Jika kita tidak waspada bisa-bisa kita akan terus disibukkan dengan kegiatan memburu uang ini.\u00a0 Karena memburu uang, tidak sedikit orang menjadi lupa diri, lupa waktu, lupa ibadah, bahkan lupa keluarga.\u00a0 Ada banyak kasus terjadi:\u00a0 anak memberontak dan akhirnya terlibat narkoba karena kurangnya perhatian dari orangtua yang terus disibukkan dengan pekerjaan (memburu uang).<\/p>\n<p>Alkitab dengan keras mengatakan \u201cKarena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.\u201d<\/p>\n<p>Menyimpang dari iman artinya \u201ctersesat, tergoda\u201d. Paulus mengatakan bahwa orang-orang yang ia bicarakan ini \u201cmenyimpang dari iman\u201d mereka, yang artinya mereka pernah berada di dalamnya. Tipu daya kekayaan dan kenikmatan hidup akhirnya membunuh iman mereka sehingga tidak berbuah seperti yang pernah dikatakan Tuhan Yesus (Luk. 8:14).<\/p>\n<p>Pertanyaan dan Penerapan<\/p>\n<ol>\n<li>Menurut Anda, bagaimanakah cara pengelolaan keuangan keluarga yang bijak? Diskusikanlah!<\/li>\n<li>Mengapa Tuhan begitu keras memerintahkan kita agar jangan dikuasai cinta akan uang!<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pertemuan 3<\/p>\n<p>Saling menerima sebagai pribadi yang berbeda (Roma 15:7)<\/p>\n<p>Sikap saling menerima dan menghormati perlu ditanamkan dalam keluarga. Dimana suami menerima Isteri dan sebaliknya. Demikian juga anak kepada orangtua. Sebagai umat Allah kita dituntut untuk bersikap saling menerima, menghargai dan menghormati, menyatakan kasih pengampunan dan bukan membalas kejahatan.<\/p>\n<p>Keluarga adalah universitas kehidupan. Di dalam keluarga ditanamkan pertama kali semua nilai dan karakter. Anak yang bertumbuh dalam keluarga yang tidak saling menerima, tidak saling menghargai, tidak saling menghormati akan menjadi orang yang juga tidak akan menerima, dan tidak menghormati siapapun di luar. Itu terjadi pada keluarga Imam Eli. Ia tidak menegur anaknya, maka anaknya pun berlaku kurang ajar kepada orang lain dan kepada Tuhan.<\/p>\n<p>Manfaat dari sikap saling menerima, menghargai dan menghormati dalam keluarga:<\/p>\n<ol>\n<li>Menciptakan hubungan yang baik dalam keluarga.<\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li>Hubungan yang baik sangat penting, terlebih hubungan suami dan istri (Ef.\u00a05:33; 1 Pet.\u00a03:7) jika keduanya saling menghormati maka manfaat yang diperoleh adalah tercipta hubungan yang rukun sehingga doanya tidak terhalang (Maz. 133).<\/li>\n<li>Jika kita tidak dapat menerima kekurangan dan kelebihan anggota keluarga kita yang lain, maka akan tercipta suasana \u201cpanas\u201d dan saling menyalahkan yang berujung pada pertengkaran terus-menerus di dalam keluarga. Itu sebabnya di dalam saling menerima juga dibutuhkan kesediaan untuk melepaskan pengampunan bagi anggota keluarga yang bersalah.<\/li>\n<li>Hubungan yang baik ini penting karena itu akan berdampak bagi orang yang belum percaya kepada Tuhan. Paulus memberi alasan utama mengapa orang-orang percaya perlu unggul dalam sikap hormat: \u201cAgar nama Allah dan ajaran kita jangan dihujat orang\u201d (1 Tim. 6:1).<\/li>\n<\/ul>\n<ol start=\"2\">\n<li>Menerima berkat dalam keluarga.<\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li>Mazmur 133 jelas mengatakan bahwa Allah akan memerintahkan berkat kepada persaudaraan yang rukun termasuk di dalamnya adalah bagi keluarga. Keluarga akan menikmati sukacita dan damai sejahtera.<\/li>\n<li>Anak yang hormat pada orangtua akan menerima berkat baik panjang umur, kebahagiaan dan baik keadaan (Kel. 20:12b). Sebaliknya anak yang tidak menghargai dan menghormati orangtuanya akan dihukum (Kel. 21:15, 17).<\/li>\n<li>Sikap saling menerima, menghargai dan menghormati dalam keluarga tidak terjadi dengan sendirinya. Itu perlu diupayakan dan diajarkan secara berulang-ulang. Orangtua harus mengajar anaknya untuk hormat dan taat kepada mereka, dan bahkan kalau perlu mendisiplinkan anak-anaknya! (1 Sam. 2:12-17, 22-25, 27-36; Amsal\u00a013:24; 19:18; 22:15; 23:13-14; 29:15; Efesus 6:4)<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pertanyaan dan Penerapan<\/p>\n<ol>\n<li>Menurut Anda, upaya apakah yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan suasana saling menerima, menghargai dan menghormati dalam keluarga Anda?.<\/li>\n<li>Menurut Anda, mengapa Allah memberi otoritas pada orangtua untuk juga mendisiplinkan anak-anaknya!.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pertemuan 4<\/p>\n<p>Keluarga yang menjadi teladan (Yos. 24:15-16; 1Taw. 17:23-27).<\/p>\n<p>Keluarga adalah unit dasar seluruh masyarakat. Sekali masyarakat membiarkan keluarga berantakan, maka masyarakat itu sendiri akan ikut runtuh. Kenyataan ini berulang kali terbukti sepanjang sejarah. Itu sebabnya betapa penting membangun karakter serta kebenaran Kristen di dalam keluarga. Melalui teks bacaan Alkitab kita akan belajar dari teladan dua buah keluarga yang ada dalam Alkitab:<\/p>\n<p>Teladan keluarga Yosua.<\/p>\n<ol>\n<li>Kepala keluarga mengambil inisiatif membawa keluarganya untuk beribadah kepada Tuhan (Yos. 24:15).<\/li>\n<\/ol>\n<p>Untuk membawa seluruh anggota keluarga kepada Tuhan diperlukan teladan utama dari kepala keluarga. Yosua memberikan teladan dengan mengambil inisiatif membawa seluruh anggota keluarganya beribadah kepada Tuhan. Ibadah di Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru adalah ibadah yang dihadiri bersama oleh seluruh anggota keluarga jemaat. Itu sebabnya peran seorang ayah sangat menentukan. Sangat disayangkan, karena sekarang banyak kepala keluarga mengabaikan tanggungjawab ini, mereka membiarkan isteri dan anak-anaknya beribadah sendiri sementara mereka menikmati kesenangannya sendiri dengan pergi refreshing, pergi memancing, atau berkumpul dengan teman-temannya.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>Seisi keluarga ikut mendukung keputusan kepala keluarga untuk beribadah kepada Tuhan (Yos. 24:15).<\/li>\n<\/ol>\n<p>Tanpa dukungan seluruh anggota keluarga tentu saja keinginan keluarga untuk memprioritaskan ibadah kepada Tuhan tidak akan terwujud. Misalnya: untuk bisa beribadah bersama setiap minggu pagi, seluruh anggota keluarga harus bangun pagi-pagi, jika ada salah satu anggota keluarga yang bangun kesiangan dan bermalas-malasan maka akan mempengaruhi semangat anggota keluarga yang lain. Itu sebabnya diperlukan dukungan semua anggota keluarga.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>Keluarga yang beribadah akhirnya memotivasi keluarga-keluarga lain juga untuk beribadah kepada Tuhan (Yos. 24:16).<\/li>\n<\/ol>\n<p>Kita sangat termotivasi saat melihat satu keluarga bersama-sama dengan sukacita mengasihi dan melayani Tuhan. Seringkali tanpa kita sadari, tatkala keluarga kita dengan rukun dan setia beribadah bersama, orang-orang juga termotivasi untuk mewujudkan hal itu dalam keluarga mereka.<\/p>\n<p>Teladan keluarga Daud.<\/p>\n<ol>\n<li>Mendoakan seluruh anggota keluarga (1 Taw. 17:23-27).<\/li>\n<\/ol>\n<p>Dalam 1 Tawarikh 17:23-27 ini kita membaca tentang doa Daud bagi keluarganya sendiri, bahkan ia berdoa bagi keturunannya yang masih jauh. Ini adalah suatu teladan yang luar biasa. Dalam keterbatasan kita, kita bisa menjangkau seluruh keluarga kita setiap hari melalui doa-doa yang kita panjatkan kepada Tuhan, bahkan untuk keturunan-keturunan kita yang masih jauh.<\/p>\n<p>Pertanyaan dan Penerapan<\/p>\n<ol>\n<li>Apakah kendala yang Anda rasakan untuk mewujudkan kehidupan keluarga yang beribadah kepada Tuhan di dalam keluarga Anda sendiri?.<\/li>\n<li>Mengapa kita perlu berdoa bagi seluruh anggota keluarga kita?<\/li>\n<\/ol>\n<p>Oleh: Ferry Simanjuntak<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pertemuan 1 Prinsip Utama dalam Keluarga (Kol. 3:18-21) Keluarga adalah lembaga yang dibentuk atas inisiatif Allah sendiri, karena TUHAN sendiri berfirman \u201cTidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.\u201d (Kej. 2:18). Itu berarti keluarga dibangun Allah untuk kebaikan bagi semua anggota yang ada di dalamnya. Jika &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7003,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-7002","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-care_cell"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Bahan Care Cell Juni 2017 - GBI Pasir Koja 39 Bandung<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-juni-2017\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bahan Care Cell Juni 2017 - GBI Pasir Koja 39 Bandung\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pertemuan 1 Prinsip Utama dalam Keluarga (Kol. 3:18-21) Keluarga adalah lembaga yang dibentuk atas inisiatif Allah sendiri, karena TUHAN sendiri berfirman \u201cTidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.\u201d (Kej. 2:18). Itu berarti keluarga dibangun Allah untuk kebaikan bagi semua anggota yang ada di dalamnya. Jika &hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-juni-2017\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"GBI Pasir Koja 39 Bandung\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/gbipasirkoja39\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-05-31T20:00:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/cell.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"320\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"gbiadmin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"gbiadmin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-juni-2017\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-juni-2017\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"gbiadmin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/29a85fe1b4572b38e635ca693f4b30b7\"},\"headline\":\"Bahan Care Cell Juni 2017\",\"datePublished\":\"2017-05-31T20:00:04+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-juni-2017\\\/\"},\"wordCount\":1657,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-juni-2017\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/05\\\/cell.jpg\",\"articleSection\":[\"Bahan Care Cell\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-juni-2017\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-juni-2017\\\/\",\"name\":\"Bahan Care Cell Juni 2017 - GBI Pasir Koja 39 Bandung\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-juni-2017\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-juni-2017\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/05\\\/cell.jpg\",\"datePublished\":\"2017-05-31T20:00:04+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-juni-2017\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-juni-2017\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-juni-2017\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/05\\\/cell.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/05\\\/cell.jpg\",\"width\":600,\"height\":320},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-juni-2017\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bahan Care Cell Juni 2017\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/\",\"name\":\"GBI Pasir Koja 39 Bandung\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#organization\",\"name\":\"GBI PasirKoja 39 Bandung\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/200px-Logo_GBI.svg_.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/200px-Logo_GBI.svg_.png\",\"width\":200,\"height\":200,\"caption\":\"GBI PasirKoja 39 Bandung\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/gbipasirkoja39\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/gbipasirkoja39\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/GBIPasirKoja39\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/29a85fe1b4572b38e635ca693f4b30b7\",\"name\":\"gbiadmin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/81c0a445f07fee4199462f5411ee855d74f369ee307266fa4b6a239286f07788?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/81c0a445f07fee4199462f5411ee855d74f369ee307266fa4b6a239286f07788?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/81c0a445f07fee4199462f5411ee855d74f369ee307266fa4b6a239286f07788?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"gbiadmin\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/author\\\/gbiadmin\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bahan Care Cell Juni 2017 - GBI Pasir Koja 39 Bandung","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-juni-2017\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bahan Care Cell Juni 2017 - GBI Pasir Koja 39 Bandung","og_description":"Pertemuan 1 Prinsip Utama dalam Keluarga (Kol. 3:18-21) Keluarga adalah lembaga yang dibentuk atas inisiatif Allah sendiri, karena TUHAN sendiri berfirman \u201cTidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.\u201d (Kej. 2:18). Itu berarti keluarga dibangun Allah untuk kebaikan bagi semua anggota yang ada di dalamnya. Jika &hellip;","og_url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-juni-2017\/","og_site_name":"GBI Pasir Koja 39 Bandung","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/gbipasirkoja39","article_published_time":"2017-05-31T20:00:04+00:00","og_image":[{"width":600,"height":320,"url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/cell.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"gbiadmin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"gbiadmin","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-juni-2017\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-juni-2017\/"},"author":{"name":"gbiadmin","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/person\/29a85fe1b4572b38e635ca693f4b30b7"},"headline":"Bahan Care Cell Juni 2017","datePublished":"2017-05-31T20:00:04+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-juni-2017\/"},"wordCount":1657,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-juni-2017\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/cell.jpg","articleSection":["Bahan Care Cell"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-juni-2017\/","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-juni-2017\/","name":"Bahan Care Cell Juni 2017 - GBI Pasir Koja 39 Bandung","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-juni-2017\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-juni-2017\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/cell.jpg","datePublished":"2017-05-31T20:00:04+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-juni-2017\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-juni-2017\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-juni-2017\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/cell.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/cell.jpg","width":600,"height":320},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-juni-2017\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bahan Care Cell Juni 2017"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#website","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/","name":"GBI Pasir Koja 39 Bandung","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#organization","name":"GBI PasirKoja 39 Bandung","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/200px-Logo_GBI.svg_.png","contentUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/200px-Logo_GBI.svg_.png","width":200,"height":200,"caption":"GBI PasirKoja 39 Bandung"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/gbipasirkoja39","https:\/\/www.instagram.com\/gbipasirkoja39","https:\/\/www.youtube.com\/c\/GBIPasirKoja39"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/person\/29a85fe1b4572b38e635ca693f4b30b7","name":"gbiadmin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/81c0a445f07fee4199462f5411ee855d74f369ee307266fa4b6a239286f07788?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/81c0a445f07fee4199462f5411ee855d74f369ee307266fa4b6a239286f07788?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/81c0a445f07fee4199462f5411ee855d74f369ee307266fa4b6a239286f07788?s=96&d=mm&r=g","caption":"gbiadmin"},"url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/author\/gbiadmin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7002","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7002"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7002\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7003"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7002"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7002"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7002"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}