{"id":40864,"date":"2026-07-08T15:04:38","date_gmt":"2026-07-08T08:04:38","guid":{"rendered":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/?p=40864"},"modified":"2026-07-08T15:04:47","modified_gmt":"2026-07-08T08:04:47","slug":"keluarga-16","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/keluarga-16\/","title":{"rendered":"KELUARGA"},"content":{"rendered":"<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"548\" src=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Care-Cell-copy-1024x548.webp\" alt=\"Care Cell copy\" class=\"wp-image-40865\" srcset=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Care-Cell-copy-1024x548.webp 1024w, https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Care-Cell-copy-300x160.webp 300w, https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Care-Cell-copy-768x411.webp 768w, https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Care-Cell-copy-310x165.webp 310w, https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Care-Cell-copy.webp 1483w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><strong>Oleh: Pdm. N. Tonny Saputra<\/strong><\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><strong>I.Fondasi yang Kokoh <\/strong>Mazmur 127:1-5; Amsal 3:5-6<\/p>\n<p>Pernahkah kita melihat rumah yang tampak indah dari luar, tetapi ternyata retak di dalam? Catnya bagus, dekorasinya rapi, tetapi fondasinya rapuh. Dan ketika badai datang\u2026rumah itu tidak bertahan. Demikian juga dengan keluarga. Banyak keluarga tampak \u201cbaik-baik saja\u201d, tetapi ketika tekanan datang, ekonomi, konflik, kesibukan, atau masalah anak, mulai goyah.<\/p>\n<p><strong>Bagaimana membangun keluarga dengan fondasi yang kokoh di dalam Tuhan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>1.Fondasi Keluarga yang Kokoh Dimulai dari Tuhan<\/strong><\/p>\n<p>Mazmur 127:1 menegaskan: Tanpa Tuhan, semua usaha kita sia-sia. Seringkali kita membangun keluarga dengan: logika sendiri, pengalaman orang tua, standar dunia, tetapi lupa bertanya: \u201cTuhan, apa kehendak-Mu atas keluarga kami?\u201d Amsal 3:5-6 berkata: \u201cPercayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu\u2026 akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.\u201d Artinya, keluarga yang kokoh bukan keluarga yang sempurna, tetapi keluarga yang <strong>melibatkan Tuhan dalam setiap keputusan.<\/strong><\/p>\n<p>Biasakan doa bersama, bukan hanya saat masalah. Libatkan Tuhan dalam keputusan kecil maupun besar. Jadikan firman Tuhan sebagai dasar, bukan emosi. Kalau Tuhan yang memimpin, mungkin jalan tidak selalu mudah, tetapi <strong>pasti benar dan penuh penyertaan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>2.Fondasi yang Kokoh Memulihkan dan Memperbarui Kasih<\/strong><\/p>\n<p>Wahyu 2:4 berbicara tentang \u201ckasih mula-mula\u201d kasih yang murni, tulus, penuh gairah. Dalam keluarga: di awal pernikahan: penuh perhatian, lama-lama: jadi rutinitas, bahkan bisa dingin tanpa disadari. <strong>Keluarga yang kokoh bukan hanya dibangun, tetapi juga dipelihara.<\/strong> Luangkan waktu berkualitas. Saling mengampuni dan terbuka. Kembalikan mezbah keluarga (doa &amp; firman). Tuhan sanggup memulihkan kasih yang mulai dingin menjadi hangat kembali bahkan lebih kuat dari sebelumnya.<\/p>\n<p><strong>3.Fondasi yang Kokoh Membuat Keluarga Bertahan dalam Badai<\/strong><\/p>\n<p>Mazmur 127:3-5 berbicara tentang anak-anak sebagai warisan Tuhan. Artinya, keluarga bukan hanya tentang hari ini, tetapi <strong>tentang generasi.<\/strong> Keluarga yang kokoh <strong>bukan berarti tanpa masalah<\/strong>, tetapi: tetap berdiri saat masalah datang, tetap percaya saat keadaan sulit, tetap bersatu saat badai menerpa. Apa rahasianya? Karena fondasinya bukan pada manusia, tetapi pada Kristus. Yesus adalah batu karang. Kalau keluarga dibangun di atas Dia, maka: badai boleh datang, tekanan boleh ada, tetapi tidak akan roboh. Ajarkan anak mengenal Tuhan sejak dini. Jadilah teladan iman di rumah. Hadapi masalah bersama, bukan saling menyalahkan. Keluarga yang dibangun di atas Kristus tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi <strong>berkat bagi generasi berikutnya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>PERTANYAAN DISKUSI KOMSEL<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Apa arti \u201cTuhan sebagai fondasi keluarga\u201d secara praktis?<\/li>\n<li>Bagaimana cara sederhana membangun mezbah keluarga di tengah kesibukan?<\/li>\n<li>Apakah pernah mengalami \u201cbadai keluarga\u201d? Bagaimana Tuhan menolong Anda?<\/li>\n<\/ol>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><strong>II.Ring Tanding Sepanjang Hayat<\/strong> Amsal 27:15-17; Efesus 6:1-4<\/p>\n<p>Kalau kita mendengar kata \u201cring tanding\u201d, biasanya yang terbayang adalah pertandingan dua orang saling berhadapan, saling menyerang, bahkan saling menjatuhkan. Tanpa kita sadari\u2026 <strong>keluarga pun bisa menjadi seperti ring tanding.<\/strong> Di rumah: saling berdebat, saling melukai dengan kata-kata, bahkan saling menjauh padahal seharusnya keluarga bukan tempat \u201cbertanding\u201d, tetapi tempat <strong>bertumbuh<\/strong>. Amsal 27:17 berkata: \u201cBesi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.\u201d Pertemuan setiap hari dalam keluarga bukan untuk melukai, tetapi untuk <strong>membentuk, mengasah, dan mendewasakan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>1.Keluarga adalah Tempat Bertumbuh, Bukan Bertumbuk<\/strong><\/p>\n<p>Kita tidak bisa memilih dengan siapa kita tinggal dalam keluarga setiap hari. Justru karena itulah Tuhan memakai keluarga sebagai \u201calat pembentukan\u201d. Amsal 27:15 menggambarkan pertengkaran yang terus-menerus seperti tetesan air yang tidak berhenti mengganggu, melelahkan, dan merusak suasana. Apakah kehadiran kita di rumah membawa keteduhan\u2026 atau justru menjadi \u201ctetesan yang mengganggu\u201d? Setiap anggota keluarga memiliki: cara berpikir yang berbeda, cara berbicara yang berbeda, cara merespons yang berbeda. Ada yang cepat bicara, ada yang pendiam. Ada yang ekspresif, ada yang sensitif. Kalau kita tidak memahami ini, maka yang terjadi adalah: salah paham, konflik dan luka.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong> Komunikasi yang Tepat Membangun, Bukan Menghancurkan<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Efesus 6:4 berkata: \u201cHai bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu\u2026\u201d Ini menunjukkan bahwa <strong>kata-kata memiliki kuasa besar.<\/strong> Banyak keluarga bukan hancur karena masalah besar, tetapi karena <strong>komunikasi yang salah: <\/strong>nada tinggi, kata-kata tajam, sindiran, atau bahkan diam tanpa komunikasi, semua itu bisa melukai lebih dalam daripada yang kita kira. Minta komunikasi dipimpin oleh Roh Kudus, maka kata-kata kita tidak lagi melukai, tetapi <strong>menyembuhkan dan menguatkan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>3.Peran Timbal Balik Membawa Keseimbangan dan Berkat<\/strong><\/p>\n<p>Efesus 6:1-4 dan prinsip firman Tuhan mengajarkan bahwa setiap anggota keluarga memiliki <strong>peran ilahi.<\/strong> Keluarga menjadi \u201cring tanding\u201d yang sehat ketika setiap orang menjalankan perannya sesuai kehendak Tuhan. Ketika setiap peran dijalankan dengan benar, keluarga tidak lagi menjadi tempat pertengkaran, tetapi menjadi <strong>tempat pertumbuhan, damai, dan berkat.<\/strong><\/p>\n<p>Keluarga memang seperti \u201cring tanding sepanjang hidup\u201d kita terus berhadapan setiap hari.<\/p>\n<p><strong>PERTANYAAN DISKUSI KOMSEL<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Dalam pengalaman, apa tantangan terbesar dalam komunikasi keluarga?<\/li>\n<li>Bagaimana cara memahami perbedaan karakter dalam keluarga?<\/li>\n<li>Apa langkah praktis yang bisa Anda lakukan minggu ini untuk memperbaiki hubungan keluarga?<\/li>\n<\/ol>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><strong>III. <em>LEGACY <\/em>(Warisan Iman yang Hidup)<\/strong> Efesus 5:15-17; 2 Timotius 1:5-7<\/p>\n<p>Jika hari ini kita berhenti sejenak dan bertanya dalam hati: <strong>\u201cApa yang akan tertinggal setelah aku tidak ada?\u201d<\/strong> Apakah hanya harta? Apakah hanya nama? Atau sesuatu yang lebih dalam\u2026 yaitu <strong>iman, karakter, dan keteladanan hidup?<\/strong> Banyak orang sibuk membangun kehidupan hari ini, tetapi lupa bahwa hidup kita sedang <strong>menulis cerita untuk generasi berikutnya.<\/strong><\/p>\n<p>Firman Tuhan dalam Efesus 5:15-17 berkata: \u201cPerhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup\u2026 pergunakanlah waktu yang ada\u2026\u201d Artinya, hidup kita tidak netral. Setiap hari kita sedang meninggalkan jejak <strong>entah itu jejak yang menuntun atau menyesatkan.<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li><strong> <em>Legacy<\/em> Dimulai dari Hidup yang Sadar dan Berhikmat<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Efesus 5:15-17 menekankan: Hiduplah dengan bijaksana, bukan seperti orang bebal.<\/p>\n<p><em>Legacy<\/em> tidak terjadi secara kebetulan. Ia dibangun dengan <strong>kesadaran dan keputusan setiap hari.<\/strong> Seringkali kita hidup: mengalir tanpa arah, mengikuti kebiasaan lama atau mengulang pola yang kita terima dari masa lalu. Padahal belum tentu semua itu benar. Kalau kita tidak berhenti dan mengevaluasi, maka kita hanya akan <strong>mewariskan luka, bukan berkat.<\/strong><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong> <em>Legacy<\/em> Ditanamkan Melalui Iman yang Nyata dan Hidup<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Dalam 2 Timotius 1:5 berkata: Iman yang tulus dari nenek Lois dan ibu Eunike, kini hidup dalam Timotius. Perhatikan iman itu <strong>diturunkan, bukan diajarkan hanya dengan kata-kata, tetapi melalui kehidupan.<\/strong> Anak-anak tidak hanya mendengar apa yang kita katakan, mereka melihat bagaimana kita hidup: apakah anak melihat kita berdoa? apakah mereka melihat kita mengandalkan Tuhan? apakah mereka melihat iman yang hidup atau hanya rutinitas agama?<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong> <em>Legacy <\/em>yang Benar Mengarahkan Generasi kepada Tujuan Tuhan<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Dalam 2 Timotius 1:7 berkata: \u201cSebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, dan ketertiban.\u201d <em>Legacy <\/em>yang benar bukan hanya membuat anak \u201cberhasil\u201d, tetapi membuat mereka <strong>hidup dalam tujuan Tuhan. <\/strong>Apakah hidup kita menuntun generasi\u2026atau membuat mereka mencari arah sendiri? nilai apa yang sedang kita bangun? kita hidup untuk siapa\u2026 dan untuk apa?<\/p>\n<p><em>Legacy<\/em> yang benar: mengarahkan anak kepada Tuhan, bukan hanya dunia, menanamkan keberanian, bukan ketakutan, membentuk karakter, bukan hanya prestasi. Kita tidak bisa mengontrol masa depan anak sepenuhnya, tetapi kita bisa memberikan <strong>fondasi yang benar.<\/strong><\/p>\n<p><strong>PERTANYAAN DISKUSI KOMSEL<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Apa arti \u201c<em>legacy <\/em>rohani\u201d dalam kehidupan keluarga?<\/li>\n<li>Apakah ada pola atau kebiasaan dalam keluarga yang perlu diputus?<\/li>\n<li>Nilai apa yang ingin Anda wariskan kepada generasi berikutnya?<br \/><strong><br \/><br \/>IV. <\/strong><strong><em>Welcome Home<\/em> <\/strong>Lukas 15:11-32<\/li>\n<\/ol>\n<p>Setiap manusia, sedalam apa pun lukanya, tetap memiliki satu kerinduan: <strong>\u201cAku ingin pulang\u2026 ke tempat di mana aku diterima.\u201d<\/strong> Namun realitanya, tidak semua rumah menjadi tempat yang nyaman untuk pulang. Ada yang pulang dengan rasa takut\u2026Ada yang pulang dengan rasa bersalah\u2026Bahkan ada yang memilih tidak pulang sama sekali karena merasa tidak diterima.<\/p>\n<p>Dalam Lukas 15:11-32, kita melihat kisah anak yang hilang, tapi sesungguhnya ini bukan hanya tentang anak yang pergi, melainkan tentang <strong>hati seorang Bapa yang membuka pintu<em>: \u201cWelcome Home.\u201d<\/em><\/strong><\/p>\n<p><strong>1.Keluarga adalah Tempat Pengampunan dan Penerimaan yang Tulus<\/strong><\/p>\n<p>Ketika anak bungsu kembali, ia datang dengan kondisi hancur: kehilangan segalanya, penuh rasa bersalah, tidak layak untuk diterima. Namun yang terjadi justru mengejutkan Sang ayah berlari, memeluk, dan menerima tanpa syarat. Inilah gambaran kasih sejati: <strong>mengampuni meskipun sakit, menerima meskipun berat.<\/strong><\/p>\n<p>Kasih yang sejati tidak menutup mata terhadap kesalahan, tetapi <strong>membuka pintu pemulihan.<\/strong><br \/>Karena dasar dari keluarga yang sehat adalah <strong>KASIH.<\/strong><\/p>\n<p><strong>2.Keluarga adalah Tempat Pemulihan di Tengah Proses yang Tidak Mudah<\/strong><\/p>\n<p>Anak bungsu tidak hanya pulang, tetapi ia sedang dalam proses dipulihkan. Dan proses itu tidak instan. Demikian juga dalam keluarga kita mendampingi anggota keluarga yang sedang \u201cjatuh\u201d seringkali: melelahkan, menguji kesabaran, bahkan menyakitkan. Keluarga yang sehat adalah keluarga yang tidak menyerah dalam proses. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita dalam proses pemulihan. Demikian juga kita dipanggil untuk menjadi <strong>alat Tuhan dalam memulihkan keluarga kita.<\/strong><\/p>\n<p><strong>3.Keluarga adalah Tempat Belajar Karakter Bapa di Surga<\/strong><\/p>\n<p>Dalam kisah ini, kita melihat gambaran luar biasa tentang karakter Bapa: penuh kasih, panjang sabar, cepat mengampuni dan penuh belas kasihan. Seharusnya, keluarga menjadi tempat pertama di mana kita belajar tentang siapa Bapa di Surga. Kalau di rumah penuh kasih, mereka mengerti kasih Tuhan, tapi kalau di rumah penuh amarah mereka sulit memahami kasih Bapa. Keluarga yang hidup dalam kasih akan menjadi <strong>cerminan nyata dari hati Bapa di Surga.<\/strong> Jadikan keluarga tempat pengampunan, jadikan keluarga tempat pemulihan, jadikan keluarga tempat mengenal hati Bapa, sehingga setiap anggota keluarga bisa berkata: <strong>\u201cAku selalu punya tempat untuk pulang.\u201d<\/strong><\/p>\n<p><strong>PERTANYAAN DISKUSI KOMSEL<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Apa arti <em>\u201cWelcome Home\u201d<\/em> dalam kehidupan keluarga secara nyata?<\/li>\n<li>Apakah ada orang dalam keluarga yang perlu Anda ampuni?<\/li>\n<li>Bagaimana cara mendampingi anggota keluarga yang sedang \u201cjatuh\u201d?<\/li>\n<li>Apakah dalam keluarga sudah mencerminkan karakter Bapa di Surga?<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Pdm. N. Tonny Saputra I.Fondasi yang Kokoh Mazmur 127:1-5; Amsal 3:5-6 Pernahkah kita melihat rumah yang tampak indah dari luar, tetapi ternyata retak di dalam? Catnya bagus, dekorasinya rapi, tetapi fondasinya rapuh. Dan ketika badai datang\u2026rumah itu tidak bertahan. Demikian juga dengan keluarga. Banyak keluarga tampak \u201cbaik-baik saja\u201d, tetapi ketika tekanan datang, ekonomi, konflik, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":40865,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-40864","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-care_cell"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.0 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>KELUARGA - GBI Pasir Koja 39 Bandung<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/keluarga-16\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"KELUARGA - GBI Pasir Koja 39 Bandung\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Pdm. N. Tonny Saputra I.Fondasi yang Kokoh Mazmur 127:1-5; Amsal 3:5-6 Pernahkah kita melihat rumah yang tampak indah dari luar, tetapi ternyata retak di dalam? Catnya bagus, dekorasinya rapi, tetapi fondasinya rapuh. Dan ketika badai datang\u2026rumah itu tidak bertahan. Demikian juga dengan keluarga. Banyak keluarga tampak \u201cbaik-baik saja\u201d, tetapi ketika tekanan datang, ekonomi, konflik, &hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/keluarga-16\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"GBI Pasir Koja 39 Bandung\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/gbipasirkoja39\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-08T08:04:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-08T08:04:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Care-Cell-copy.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1483\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"793\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Endah Andriani\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Endah Andriani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/keluarga-16\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/keluarga-16\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Endah Andriani\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d0abfc588a98cec3c759ec374ad1268c\"},\"headline\":\"KELUARGA\",\"datePublished\":\"2026-07-08T08:04:38+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-08T08:04:47+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/keluarga-16\\\/\"},\"wordCount\":1477,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/keluarga-16\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/Care-Cell-copy.webp\",\"articleSection\":[\"Bahan Care Cell\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/keluarga-16\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/keluarga-16\\\/\",\"name\":\"KELUARGA - GBI Pasir Koja 39 Bandung\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/keluarga-16\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/keluarga-16\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/Care-Cell-copy.webp\",\"datePublished\":\"2026-07-08T08:04:38+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-08T08:04:47+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/keluarga-16\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/keluarga-16\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/keluarga-16\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/Care-Cell-copy.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/Care-Cell-copy.webp\",\"width\":1483,\"height\":793,\"caption\":\"Care Cell copy\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/keluarga-16\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"KELUARGA\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/\",\"name\":\"GBI Pasir Koja 39 Bandung\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#organization\",\"name\":\"GBI PasirKoja 39 Bandung\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/200px-Logo_GBI.svg_.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/200px-Logo_GBI.svg_.png\",\"width\":200,\"height\":200,\"caption\":\"GBI PasirKoja 39 Bandung\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/gbipasirkoja39\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/gbipasirkoja39\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/GBIPasirKoja39\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d0abfc588a98cec3c759ec374ad1268c\",\"name\":\"Endah Andriani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Endah Andriani\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/author\\\/innocehioe\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"KELUARGA - GBI Pasir Koja 39 Bandung","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/keluarga-16\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"KELUARGA - GBI Pasir Koja 39 Bandung","og_description":"Oleh: Pdm. N. Tonny Saputra I.Fondasi yang Kokoh Mazmur 127:1-5; Amsal 3:5-6 Pernahkah kita melihat rumah yang tampak indah dari luar, tetapi ternyata retak di dalam? Catnya bagus, dekorasinya rapi, tetapi fondasinya rapuh. Dan ketika badai datang\u2026rumah itu tidak bertahan. Demikian juga dengan keluarga. Banyak keluarga tampak \u201cbaik-baik saja\u201d, tetapi ketika tekanan datang, ekonomi, konflik, &hellip;","og_url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/keluarga-16\/","og_site_name":"GBI Pasir Koja 39 Bandung","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/gbipasirkoja39","article_published_time":"2026-07-08T08:04:38+00:00","article_modified_time":"2026-07-08T08:04:47+00:00","og_image":[{"width":1483,"height":793,"url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Care-Cell-copy.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Endah Andriani","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Endah Andriani","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/keluarga-16\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/keluarga-16\/"},"author":{"name":"Endah Andriani","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/person\/d0abfc588a98cec3c759ec374ad1268c"},"headline":"KELUARGA","datePublished":"2026-07-08T08:04:38+00:00","dateModified":"2026-07-08T08:04:47+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/keluarga-16\/"},"wordCount":1477,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/keluarga-16\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Care-Cell-copy.webp","articleSection":["Bahan Care Cell"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/keluarga-16\/","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/keluarga-16\/","name":"KELUARGA - GBI Pasir Koja 39 Bandung","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/keluarga-16\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/keluarga-16\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Care-Cell-copy.webp","datePublished":"2026-07-08T08:04:38+00:00","dateModified":"2026-07-08T08:04:47+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/keluarga-16\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/keluarga-16\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/keluarga-16\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Care-Cell-copy.webp","contentUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Care-Cell-copy.webp","width":1483,"height":793,"caption":"Care Cell copy"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/keluarga-16\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"KELUARGA"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#website","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/","name":"GBI Pasir Koja 39 Bandung","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#organization","name":"GBI PasirKoja 39 Bandung","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/200px-Logo_GBI.svg_.png","contentUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/200px-Logo_GBI.svg_.png","width":200,"height":200,"caption":"GBI PasirKoja 39 Bandung"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/gbipasirkoja39","https:\/\/www.instagram.com\/gbipasirkoja39","https:\/\/www.youtube.com\/c\/GBIPasirKoja39"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/person\/d0abfc588a98cec3c759ec374ad1268c","name":"Endah Andriani","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g","caption":"Endah Andriani"},"url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/author\/innocehioe\/"}]}},"publishpress_future_action":{"enabled":false,"date":"2026-07-14 07:00:00","action":"delete","newStatus":"draft","terms":[],"taxonomy":"category","extraData":[]},"publishpress_future_workflow_manual_trigger":{"enabledWorkflows":[]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40864","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40864"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40864\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40866,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40864\/revisions\/40866"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40865"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40864"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40864"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40864"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}