{"id":40255,"date":"2026-01-31T13:36:34","date_gmt":"2026-01-31T06:36:34","guid":{"rendered":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/?p=40255"},"modified":"2026-01-31T13:36:39","modified_gmt":"2026-01-31T06:36:39","slug":"kasih-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/kasih-2\/","title":{"rendered":"KASIH"},"content":{"rendered":"<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"547\" src=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Care-cell-Feb-1024x547.webp\" alt=\"Care cell Feb\" class=\"wp-image-40256\" srcset=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Care-cell-Feb-1024x547.webp 1024w, https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Care-cell-Feb-300x160.webp 300w, https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Care-cell-Feb-768x410.webp 768w, https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Care-cell-Feb-1536x820.webp 1536w, https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Care-cell-Feb-2048x1094.webp 2048w, https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Care-cell-Feb-310x165.webp 310w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><strong>Oleh: Pdm. Nehemia Tonny Saputra<\/strong><\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Februari 2026 &#8211; KASIH<\/p>\n<p><strong>I.Memotret &#8211; Meneladani Kasih Mula-mula <\/strong>Yoel 2:12-17; Yeremia 2:1-9; Wahyu 2:1-7<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong>Kasih adalah kata yang sangat sering kita dengar, sangat mudah kita ucapkan, tetapi justru paling sulit kita jaga. Banyak orang memulai perjalanan imannya dengan penuh api, penuh air mata, penuh kerinduan kepada Tuhan. Namun seiring waktu, api itu meredup. Bukan karena Tuhan berubah tetapi karena hati manusia perlahan menjauh.<\/p>\n<p><strong>1.Kasih Bapa adalah Sumber Kasih Mula-mula<\/strong><\/p>\n<p>Firman Tuhan dalam Yoel 2:12 berkata, \u201c\u2026berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu&#8230;\u201d<br \/>Perhatikan, Tuhan tidak berkata: perbaiki dulu pelayananmu, rapikan dulu organisasimu, atau sempurnakan dulu ibadahmu. Tuhan berkata: berbaliklah dengan segenap hati.<\/p>\n<p>Kasih mula-mula tidak dimulai dari usaha manusia, tetapi dari pengenalan akan kasih Bapa. Kristus adalah bukti paling nyata bahwa Bapa mengasihi kita. Salib bukan sekadar simbol keselamatan, melainkan deklarasi kasih yang kekal.<\/p>\n<p>Tanpa pengenalan akan kasih Bapa, iman mudah berubah menjadi kewajiban. Pelayanan yang seharusnya menjadi sukacita, perlahan menjadi beban. Doa menjadi formalitas, ibadah menjadi rutinitas. Kita tetap hadir, tetap melayani, tetapi hati tidak lagi \u201cbergetar\u201d.<\/p>\n<p>Jika kasih Bapa adalah sumbernya, lalu apa yang terjadi ketika sumber itu tidak lagi kita dekati?<\/p>\n<p><strong>2.Kasih Mula-mula Memudar Saat Relasi Digantikan Rutinitas<\/strong><\/p>\n<p>Yeremia 2:2 mencatat keluhan Tuhan: \u201c\u2026Aku teringat kepada kesetiaanmu pada masa mudamu&#8230;\u201d<br \/>Tuhan sedang membandingkan masa lalu dan masa kini umat-Nya. Dulu mereka berjalan dekat dengan Tuhan, sekarang mereka tetap beragama, tetapi hati mereka menjauh.<\/p>\n<p>Hal yang sama terjadi pada jemaat Efesus dalam Wahyu 2:2-3, \u201cEngkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat\u2026 engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah.\u201d Semua tampak sempurna. Namun Tuhan menegur dengan satu kalimat yang tajam: \u201c\u2026Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.\u201d Wahyu 2:4<\/p>\n<p>Perhatikan, mereka tidak kehilangan kebenaran. Mereka tidak kehilangan pelayanan. Mereka kehilangan <strong>keintiman<\/strong>. Relasi anak dengan Bapa tergantikan oleh rutinitas rohani.<\/p>\n<p>Bukankah ini juga cermin bagi kita? Masih melayani, tetapi tidak lagi rindu. Masih berdoa, tetapi tidak lagi haus. Masih percaya, tetapi tidak lagi terbakar.<\/p>\n<p>Jika demikian, apa jalan keluarnya? Apakah kasih mula-mula bisa dipulihkan?<\/p>\n<p><strong>3.Jalan Pemulihan Kasih Mula-mula<\/strong><\/p>\n<p>Wahyu 2:5 memberi tiga langkah sederhana namun dalam: ingatlah, bertobatlah, dan lakukanlah kembali. Ingatlah dari mana engkau jatuh, ingat saat pertama kali mengenal kasih Kristus. Bertobatlah, bukan hanya dari dosa besar, tetapi dari hati yang dingin. Lakukan kembali, kembali kepada relasi, bukan sekadar aktivitas.<\/p>\n<p>Yoel 2:13 berkata, \u201cKoyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu&#8230;\u201d<\/p>\n<p>Tuhan tidak mencari tampilan luar, Tuhan mencari hati yang kembali mencintai-Nya.<\/p>\n<p>Kiranya Roh Kudus menyalakan kembali api kasih mula-mula di hati kita, sehingga iman kita hidup, pelayanan kita ringan, dan relasi kita dengan Bapa kembali intim. Amin.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><strong>II.Kasih Itu Mengampuni dan Memulihkan <\/strong>Efesus 4:17-32; Matius 18:21-35; Yohanes 8:1-11<\/p>\n<p>Berbicara tentang kasih itu indah, tetapi mempraktikkan kasih sering kali menyakitkan. Mengasihi orang yang baik kepada kita tidaklah sulit. Namun bagaimana mengasihi orang yang melukai, mengecewakan, bahkan mengkhianati kita?<\/p>\n<p><strong>1. Kasih Allah Nyata dalam Pengampunan<\/strong><\/p>\n<p>Dalam Matius 18:21-35, Petrus bertanya, \u201cTuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni?\u201d<br \/>Yesus menjawab bukan dengan angka kecil, tetapi dengan prinsip besar: <strong>tanpa batas<\/strong>.<\/p>\n<p>Yesus kemudian menceritakan perumpamaan tentang hamba yang diampuni hutang besar, tetapi menolak mengampuni hutang kecil. Pesannya jelas: <strong>orang yang sungguh mengalami kasih Allah tidak mungkin hidup tanpa mengampuni.<\/strong><\/p>\n<p>Kasih Allah bukan hanya menerima kita apa adanya, tetapi <strong>mengampuni kita sepenuhnya<\/strong>. Jika Allah yang kudus berani menghapus hutang dosa kita, lalu mengapa kita masih menggenggam kepahitan?<\/p>\n<p>Jika kasih Allah dinyatakan melalui pengampunan, lalu bagaimana kasih itu bekerja dalam kehidupan sehari-hari?<\/p>\n<p><strong>2. Kasih Mengampuni untuk Memulihkan, Bukan Menghukum<\/strong><\/p>\n<p>Yohanes 8 mencatat kisah perempuan yang tertangkap berzina. Secara hukum, ia layak dihukum. Namun Yesus tidak datang membawa batu, melainkan <strong>belas kasihan<\/strong>.<\/p>\n<p>Yesus berkata, \u201cAku pun tidak menghukum engkau. Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi&#8230;\u201d<br \/>Perhatikan, Yesus tidak membenarkan dosa, tetapi <strong>Ia memulihkan orang berdosa<\/strong>.<\/p>\n<p>Kasih sejati tidak menutup mata terhadap kesalahan, tetapi memberi kesempatan untuk bangkit. Kasih tidak mempermalukan, tetapi menyembuhkan. Kasih bukan hanya berkata \u201caku mengerti,\u201d tetapi juga berkata \u201caku peduli dan aku mau memulihkan.\u201d<\/p>\n<p>Jika kasih Allah seperti itu, lalu bagaimana seharusnya sikap kita sebagai orang percaya?<\/p>\n<p><strong>3. Kasih Harus Terwujud dalam Perbuatan Hidup Baru<\/strong><\/p>\n<p>Efesus 4:31-32 berkata, \u201cSegala kepahitan, kegeraman, kemarahan\u2026 hendaklah dibuang&#8230;\u201d<br \/>Firman Tuhan tidak berhenti pada teori, tetapi menuntut <strong>perubahan sikap dan tindakan<\/strong>.<\/p>\n<p>Kasih bukan sekadar perkataan rohani, melainkan keputusan setiap hari:<\/p>\n<ul>\n<li>Melepaskan dendam<\/li>\n<li>Menghentikan kata-kata yang melukai<\/li>\n<li>Mengganti kemarahan dengan kebaikan<\/li>\n<\/ul>\n<p>Mengampuni memang tidak selalu mudah, namun justru di situlah kuasa Roh Kudus bekerja, memampukan kita melakukan apa yang terasa mustahil.<\/p>\n<p>Kiranya Roh Kudus menolong kita hidup dalam kasih yang tidak hanya terdengar indah, tetapi menyembuhkan, memulihkan, dan memuliakan Tuhan. Amin.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><strong>III.Tetap Mengasihi Walaupun Terluka<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong>Matius 5:38-48; 1 Korintus 13:1-7; Efesus 4:17-32; 1 Yohanes 3:1-10<\/p>\n<p>Tidak ada luka yang lebih dalam daripada luka yang datang dari orang yang kita kasihi. Kita bisa bertahan menghadapi kesulitan hidup, tetapi ketika kepercayaan dikhianati, ketika kebaikan dibalas dengan kejahatan, hati mudah menjadi pahit.<\/p>\n<p>Namun firman Tuhan hari ini menantang kita dengan sebuah pertanyaan besar:<br \/>Apakah kasih kita bergantung pada perlakuan orang, atau pada identitas kita sebagai anak-anak Allah?<\/p>\n<p><strong>1.Standar Kasih Anak Tuhan Berbeda dengan Dunia<\/strong><\/p>\n<p>Yesus berkata dalam Matius 5:44, \u201c\u2026Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.\u201d<\/p>\n<p>Ini bukan ajaran yang mudah, bahkan terdengar tidak masuk akal bagi dunia.<\/p>\n<p>Dunia berkata: balas setimpal. Dunia berkata: tutup hati agar tidak terluka lagi.<\/p>\n<p>Yesus melanjutkan<em>: <\/em>\u201c\u2026kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga.\u201d Matius 5:45<\/p>\n<p>Artinya, <strong>kasih menjadi tanda identitas<\/strong>. Anak dunia mengasihi karena ada alasan. Anak Tuhan mengasihi karena ada panggilan.<\/p>\n<p>Jika standar kasih anak Tuhan berbeda, lalu dari mana kekuatan untuk mengasihi saat hati terluka?<\/p>\n<p><strong>2.Kasih Sejati Bertahan di Tengah Luka<\/strong><\/p>\n<p>1 Korintus 13 menggambarkan kasih yang bukan sekadar perasaan, tetapi sikap hidup.<\/p>\n<p>Firman Tuhan berkata: \u201cKasih itu sabar\u2026 tidak menyimpan kesalahan orang lain.\u201d<\/p>\n<p>Kasih sejati tidak menutup mata terhadap luka, tetapi <strong>tidak membiarkan luka menguasai hati<\/strong>. Mengasihi di tengah kekecewaan bukan berarti membenarkan perbuatan salah, melainkan menolak membiarkan kepahitan menghancurkan jiwa.<\/p>\n<p>Efesus 4:31 menegaskan: \u201cSegala kepahitan\u2026 hendaklah dibuang&#8230;\u201d<\/p>\n<p>Bukan karena luka itu kecil, tetapi karena kasih Kristus jauh lebih besar.<\/p>\n<p>Lalu bagaimana mungkin manusia yang terluka mampu tetap mengasihi?<\/p>\n<p><strong>3.Mengasihi Karena Kita Adalah Anak-anak Allah<\/strong><\/p>\n<p>1 Yohanes 3 berkata, \u201cLihatlah betapa besarnya kasih Bapa, sehingga kita disebut anak-anak Allah.\u201d<\/p>\n<p>Identitas mendahului tindakan. Kita mengasihi bukan karena orang lain layak, tetapi karena <strong>kita telah lebih dahulu dikasihi<\/strong>. Anak dunia mengampuni dengan syarat. Anak Tuhan mengampuni dengan iman. Anak dunia berhenti mengasihi ketika terluka. Anak Tuhan terus mengasihi karena hidupnya digerakkan oleh kasih Kristus yang menyembuhkan.<\/p>\n<p>Kristus di kayu salib adalah teladan tertinggi: terluka, ditolak, disalibkan namun tetap mengasihi.<\/p>\n<p>Kiranya kasih Kristus memampukan kita tetap mengasihi walaupun terluka, sehingga hidup kita semakin serupa dengan Dia dan menjadi kesaksian yang hidup bagi dunia. Amin.<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><strong>IV.Kasih kepada Keluarga dan Saudara Seiman<\/strong><\/p>\n<p>1 Yohanes 2:7-17; 1 Yohanes 3:11-18; Mazmur 133:1-3<\/p>\n<p>Mudah bagi kita berbicara tentang kasih kepada semua orang, tetapi sering kali yang paling sulit kita kasihi justru adalah mereka yang paling dekat dengan kita, keluarga di rumah dan saudara seiman dalam persekutuan.<\/p>\n<p>Di sanalah kasih Kristen diuji, dimurnikan, dan dinyatakan nyata.<\/p>\n<p><strong>1.Kasih Kristen Dimulai dari Rumah dan Persekutuan<\/strong><\/p>\n<p>1 Yohanes 2:7 menegaskan bahwa perintah untuk mengasihi bukanlah perintah baru, melainkan <strong>perintah lama yang harus terus dihidupi<\/strong>. Kasih kepada Allah tidak dapat dipisahkan dari kasih kepada sesama.<\/p>\n<p>Keluarga dan saudara seiman adalah tempat pertama Tuhan menguji ketulusan kasih kita. Jika kasih gagal di rumah dan dalam jemaat, maka kesaksian kita di luar menjadi hampa.<\/p>\n<p>Kita tidak bisa berkata mengasihi Allah yang tidak kelihatan, jika kita gagal mengasihi orang-orang yang Tuhan tempatkan paling dekat dengan hidup kita.<\/p>\n<p><strong>2.Kasih Sejati Dinyatakan dalam Perbuatan, Bukan Sekadar Perkataan<\/strong><\/p>\n<p>1 Yohanes 3:18 berkata dengan tegas, \u201cAnak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.\u201d<\/p>\n<p>Kasih Kristen bukan teori, tetapi tindakan nyata:<\/p>\n<ul>\n<li>Mendengar ketika anggota keluarga lelah<\/li>\n<li>Mengampuni ketika saudara seiman mengecewakan<\/li>\n<li>Membantu ketika ada yang berkekurangan<\/li>\n<\/ul>\n<p>Kasih yang hanya diucapkan tanpa tindakan akan cepat dilupakan, tetapi kasih yang diwujudkan dalam perbuatan akan <strong>membangun iman dan memulihkan relasi<\/strong>.<\/p>\n<p><strong>3.Berkat dan Kesaksian dari Hidup yang Saling Mengasihi<\/strong><\/p>\n<p>Mazmur 133:1-3 \u201cSungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!\u2026 Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.\u201d<\/p>\n<p>Mazmur ini menegaskan bahwa: kesatuan dan kasih di antara umat Tuhan bukan sekadar indahsecara emosional, tetapi menjadi <strong>saluran berkat Allah<\/strong>.<\/p>\n<p>Kasih yang tulus bukan hanya membawa berkat bagi yang dikasihi, tetapi juga bagi yang mengasihi. Kiranya Roh Kudus menolong kita hidup dalam kasih yang tulus, dimulai dari rumah kita, diteruskan dalam jemaat kita, dan dinyatakan kepada dunia dan supaya keluarga diberkati, jemaat dikuatkan, dan nama Kristus dimuliakan di tengah dunia. Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Pdm. Nehemia Tonny Saputra Februari 2026 &#8211; KASIH I.Memotret &#8211; Meneladani Kasih Mula-mula Yoel 2:12-17; Yeremia 2:1-9; Wahyu 2:1-7 \u00a0Kasih adalah kata yang sangat sering kita dengar, sangat mudah kita ucapkan, tetapi justru paling sulit kita jaga. Banyak orang memulai perjalanan imannya dengan penuh api, penuh air mata, penuh kerinduan kepada Tuhan. Namun seiring &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":40256,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-40255","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-care_cell"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>KASIH - GBI Pasir Koja 39 Bandung<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/kasih-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"KASIH - GBI Pasir Koja 39 Bandung\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Pdm. Nehemia Tonny Saputra Februari 2026 &#8211; KASIH I.Memotret &#8211; Meneladani Kasih Mula-mula Yoel 2:12-17; Yeremia 2:1-9; Wahyu 2:1-7 \u00a0Kasih adalah kata yang sangat sering kita dengar, sangat mudah kita ucapkan, tetapi justru paling sulit kita jaga. Banyak orang memulai perjalanan imannya dengan penuh api, penuh air mata, penuh kerinduan kepada Tuhan. Namun seiring &hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/kasih-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"GBI Pasir Koja 39 Bandung\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/gbipasirkoja39\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-01-31T06:36:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-01-31T06:36:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Care-cell-Feb-scaled.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1367\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Endah Andriani\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Endah Andriani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/kasih-2\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/kasih-2\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Endah Andriani\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d0abfc588a98cec3c759ec374ad1268c\"},\"headline\":\"KASIH\",\"datePublished\":\"2026-01-31T06:36:34+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-31T06:36:39+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/kasih-2\\\/\"},\"wordCount\":1396,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/kasih-2\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/01\\\/Care-cell-Feb-scaled.webp\",\"articleSection\":[\"Bahan Care Cell\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/kasih-2\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/kasih-2\\\/\",\"name\":\"KASIH - GBI Pasir Koja 39 Bandung\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/kasih-2\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/kasih-2\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/01\\\/Care-cell-Feb-scaled.webp\",\"datePublished\":\"2026-01-31T06:36:34+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-31T06:36:39+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/kasih-2\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/kasih-2\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/kasih-2\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/01\\\/Care-cell-Feb-scaled.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/01\\\/Care-cell-Feb-scaled.webp\",\"width\":2560,\"height\":1367,\"caption\":\"Care cell Feb\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/kasih-2\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"KASIH\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/\",\"name\":\"GBI Pasir Koja 39 Bandung\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#organization\",\"name\":\"GBI PasirKoja 39 Bandung\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/200px-Logo_GBI.svg_.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/200px-Logo_GBI.svg_.png\",\"width\":200,\"height\":200,\"caption\":\"GBI PasirKoja 39 Bandung\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/gbipasirkoja39\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/gbipasirkoja39\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/GBIPasirKoja39\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d0abfc588a98cec3c759ec374ad1268c\",\"name\":\"Endah Andriani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Endah Andriani\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/author\\\/innocehioe\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"KASIH - GBI Pasir Koja 39 Bandung","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/kasih-2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"KASIH - GBI Pasir Koja 39 Bandung","og_description":"Oleh: Pdm. Nehemia Tonny Saputra Februari 2026 &#8211; KASIH I.Memotret &#8211; Meneladani Kasih Mula-mula Yoel 2:12-17; Yeremia 2:1-9; Wahyu 2:1-7 \u00a0Kasih adalah kata yang sangat sering kita dengar, sangat mudah kita ucapkan, tetapi justru paling sulit kita jaga. Banyak orang memulai perjalanan imannya dengan penuh api, penuh air mata, penuh kerinduan kepada Tuhan. Namun seiring &hellip;","og_url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/kasih-2\/","og_site_name":"GBI Pasir Koja 39 Bandung","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/gbipasirkoja39","article_published_time":"2026-01-31T06:36:34+00:00","article_modified_time":"2026-01-31T06:36:39+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1367,"url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Care-cell-Feb-scaled.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Endah Andriani","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Endah Andriani","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/kasih-2\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/kasih-2\/"},"author":{"name":"Endah Andriani","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/person\/d0abfc588a98cec3c759ec374ad1268c"},"headline":"KASIH","datePublished":"2026-01-31T06:36:34+00:00","dateModified":"2026-01-31T06:36:39+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/kasih-2\/"},"wordCount":1396,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/kasih-2\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Care-cell-Feb-scaled.webp","articleSection":["Bahan Care Cell"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/kasih-2\/","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/kasih-2\/","name":"KASIH - GBI Pasir Koja 39 Bandung","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/kasih-2\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/kasih-2\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Care-cell-Feb-scaled.webp","datePublished":"2026-01-31T06:36:34+00:00","dateModified":"2026-01-31T06:36:39+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/kasih-2\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/kasih-2\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/kasih-2\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Care-cell-Feb-scaled.webp","contentUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Care-cell-Feb-scaled.webp","width":2560,"height":1367,"caption":"Care cell Feb"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/kasih-2\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"KASIH"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#website","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/","name":"GBI Pasir Koja 39 Bandung","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#organization","name":"GBI PasirKoja 39 Bandung","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/200px-Logo_GBI.svg_.png","contentUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/200px-Logo_GBI.svg_.png","width":200,"height":200,"caption":"GBI PasirKoja 39 Bandung"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/gbipasirkoja39","https:\/\/www.instagram.com\/gbipasirkoja39","https:\/\/www.youtube.com\/c\/GBIPasirKoja39"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/person\/d0abfc588a98cec3c759ec374ad1268c","name":"Endah Andriani","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g","caption":"Endah Andriani"},"url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/author\/innocehioe\/"}]}},"publishpress_future_action":{"enabled":false,"date":"2026-06-09 07:00:00","action":"delete","newStatus":"draft","terms":[],"taxonomy":"category","extraData":[]},"publishpress_future_workflow_manual_trigger":{"enabledWorkflows":[]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40255","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40255"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40255\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40257,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40255\/revisions\/40257"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40256"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40255"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40255"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40255"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}