{"id":39706,"date":"2025-10-03T12:37:42","date_gmt":"2025-10-03T05:37:42","guid":{"rendered":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/?p=39706"},"modified":"2025-10-03T12:37:46","modified_gmt":"2025-10-03T05:37:46","slug":"pujian-penyembahan-6","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/pujian-penyembahan-6\/","title":{"rendered":"PUJIAN &amp; PENYEMBAHAN"},"content":{"rendered":"<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"547\" src=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Bahan-Care-Sept-1-1024x547.webp\" alt=\"Bahan Care Sept\" class=\"wp-image-39707\" srcset=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Bahan-Care-Sept-1-1024x547.webp 1024w, https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Bahan-Care-Sept-1-300x160.webp 300w, https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Bahan-Care-Sept-1-768x410.webp 768w, https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Bahan-Care-Sept-1-1536x821.webp 1536w, https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Bahan-Care-Sept-1-310x165.webp 310w, https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Bahan-Care-Sept-1.webp 1956w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><strong>Oleh : Pdm. N. Tonny Saputra<\/strong><\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><strong>I. Sikap Penyembah. <\/strong><em>Lukas 18:9\u201314, Lukas 19:1\u201310<\/em><\/p>\n<p>Setiap orang bisa bernyanyi, tetapi tidak semua orang menyembah. Pujian dan penyembahan sejati lahir dari hati yang rendah hati, sadar akan dosanya, tulus menghormati Tuhan, serta mengakui kebesaran dan kasih-Nya. Dua tokoh dalam dua kisah Yesus menunjukkan kontras antara sikap lahiriah dan sikap batin seorang penyembah.<\/p>\n<ol>\n<li><em>Penyembah yang Rendah Hati dan Mengakui Dosa (Luk. 18:9\u201314)<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p>Yesus membandingkan dua orang yang datang ke Bait Allah:<\/p>\n<ul>\n<li>Orang Farisi: merasa dirinya benar, menyombongkan amal dan religiusitasnya.<\/li>\n<li>Pemungut cukai: sadar akan dosanya, memukul diri dan berkata, \u201cYa Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.\u201d<\/li>\n<\/ul>\n<p>Yesus menegaskan: justru pemungut cukai-lah yang dibenarkan Tuhan, bukan Farisi.<\/p>\n<p>Sikap menyembah bukan tentang kata-kata indah atau ritual yang benar, tetapi tentang kerendahan hati dan kesadaran akan kebutuhan akan anugerah Tuhan.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><em>Penyembah yang Tulus dan Menghormati Tuhan (Luk. 19:1\u201310)<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p>Zakheus, seorang kepala pemungut cukai, tahu dirinya hina. Ia berlari dan memanjat pohon untuk melihat Yesus \u2014 tindakan yang memalukan bagi pria terhormat pada zaman itu. Tapi kerinduan tulusnya bertemu Yesus, membuat Yesus memanggilnya dan berkata, \u201cHari ini Aku harus menumpang di rumahmu.\u201d<\/p>\n<p>Zakheus kemudian mengakui dosanya, bertobat, dan berkomitmen mengubah hidup.<\/p>\n<p>Penyembahan bukan hanya di gereja, tapi ketika hati merindukan Tuhan dengan tulus. Penyembah sejati menghormati Yesus dalam sikap, tindakan, dan pilihan hidupnya.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><em>Penyembah yang Penuh Syukur akan Kasih Tuhan<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p>Pemungut cukai dan Zakheus sama-sama berjumpa dengan kasih Tuhan \u2014 bukan karena layak, tetapi karena Tuhan itu Maha Pengasih dan Maha Besar. Jawaban mereka: syukur dan perubahan hidup.<\/p>\n<p>Pujian dan penyembahan lahir dari kesadaran bahwa kita dikasihi dan diterima Tuhan apa adanya, dan respons kita adalah ucapan syukur seumur hidup.<\/p>\n<p>Ketika menyembah, jangan hanya mencari suasana, tapi ingat dan syukuri kebaikan Tuhan yang telah menyelamatkan, mengampuni, dan mengubahkan hidup kita.<\/p>\n<p><strong>II. Bukan Penggemar, Tapi Penyembah.<\/strong> <em>Mazmur 95:1\u201311, Yohanes 12:1\u20138<\/em><\/p>\n<p>Di zaman sekarang, banyak orang datang ke gereja seperti penggemar konser \u2014 antusias, bersorak, tetapi tidak semua jadi penyembah sejati. Ada perbedaan besar antara menikmati hadirat Tuhan dan menyerahkan diri dalam penyembahan kepada Tuhan. Mazmur 95 dan kisah Maria yang meminyaki kaki Yesus menyingkapkan siapa itu penyembah sejati.<\/p>\n<ol>\n<li><em>Penggemar hanya bersorak, penyembah tunduk dan taat (Maz. 95:1\u20137a)<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p>Mazmur 95 dimulai dengan ajakan bersorak dan memuji Tuhan \u2014 penuh semangat dan sorak-sorai. Tapi pemazmur tidak berhenti di sana. Ayat 6-7 berkata:<\/p>\n<p>\u201cMasuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.\u201d<\/p>\n<p>Penyembahan bukan hanya soal semangat, tapi penundukan diri.<\/p>\n<p>Seorang penggemar bersorak saat menang, tapi penyembah berlutut bahkan saat tidak mengerti.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><em>Penggemar menghitung untung, penyembah memberi yang terbaik (Yoh. 12:1\u20133)<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p>Maria datang kepada Yesus, memecahkan minyak narwastu yang mahal dan meminyaki kaki-Nya. Ia menghapus kaki-Nya dengan rambutnya \u2014 sebuah tindakan yang penuh kasih, pengorbanan, dan kerendahan hati.<\/p>\n<p>Yudas mengkritik: \u201cSayang! Harusnya dijual dan diberikan kepada orang miskin!\u201d Tapi Yesus berkata: \u201cBiarkan dia.\u201d Karena Yesus tahu, Maria menyembah dengan kasih yang tidak berhitung rugi.<\/p>\n<p>Penyembah sejati tidak menahan apa pun dari Tuhan.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><em>Penggemar mudah berubah hati, penyembah hidup dalam ketekunan (Maz. 95:7b\u201311; Yoh. 12:4\u20138)<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p>Mazmur 95 memperingatkan: \u201cJangan keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun&#8230;\u201d<\/p>\n<p>Umat Israel yang awalnya bersorak dan mengikut Tuhan, berubah jadi pengeluh dan keras hati, bahkan memberontak.<\/p>\n<p>Begitu juga Yudas. Ia ada di ruangan yang sama, melihat penyembahan Maria, tetapi hatinya keras dan akhirnya mengkhianati Yesus.<\/p>\n<p>Penggemar bisa hadir dan menyaksikan penyembahan, tapi tidak diubahkan.<\/p>\n<p>Penyembah sejati tidak berubah arah, walau suasana berubah.<\/p>\n<p><strong>III. Keintiman Palsu. <em>Yohanes 4:13\u201314, 22\u201324; Yesaya 29:13; Lukas 15:28\u201332<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Banyak orang tampak dekat dengan Tuhan \u2014 rajin ibadah, bernyanyi, bahkan melayani \u2014 tapi hati mereka jauh dari-Nya. Itulah yang disebut keintiman palsu: tampak rohani, tapi tidak benar-benar terhubung dengan Tuhan. Tuhan tidak mencari penyembahan yang megah, tapi penyembah sejati dalam roh dan kebenaran.<\/p>\n<ol>\n<li><em>Keintiman Palsu Terlihat Rohani, Tapi Tidak Mengenyangkan Jiwa<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p>Yohanes 4:13-14 (TB) 13 Jawab Yesus kepadanya: &#8220;Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, 14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.&#8221;<\/p>\n<p>Perempuan Samaria punya agama, tapi tidak punya kebenaran. Ia datang dengan bejana kosong \u2014 bukan hanya air sumur, tapi kekosongan jiwa.<\/p>\n<p>Yesus menawarkannya air hidup \u2014 hubungan sejati dengan Allah.<\/p>\n<p>Keintiman palsu tampak aktif secara lahiriah, tapi jiwanya tetap kosong.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><em>Keintiman Palsu Menghormati dengan Bibir, Tapi Hati Jauh dari Tuhan<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p>Yesaya 29:13 (TB)\u00a0 \u201c&#8230;bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya\u2026, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku,&#8230;\u201d<\/p>\n<p>Ini adalah bentuk ibadah tanpa kedalaman, formalitas tanpa keterhubungan.<\/p>\n<p>Yohanes 4:22-24 (TB) 22 Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, \u2026sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah\u2026 menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.&#8221;<\/p>\n<p>Penyembahan bukan soal lokasi atau liturgi, tapi relasi.<\/p>\n<p>Tuhan tahu siapa yang menyembah hanya karena kebiasaan atau ingin dilihat orang.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><em>Keintiman Palsu Ada dalam Orang yang Merasa Dekat Tapi Tidak Mengenal Kasih Bapa.<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p>Lukas 15:28\u201332 Anak sulung marah saat anak bungsu diterima kembali.<\/p>\n<p>Lukas 15:29 (TB)\u00a0 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa\u2026, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.<\/p>\n<p>Ia dekat secara fisik, tapi jauh secara emosional dan rohani.<\/p>\n<p>Ia melayani, tapi tidak menikmati kasih Bapanya.<\/p>\n<p>Ini potret orang Kristen yang rajin, tapi tidak punya keintiman sejati.<\/p>\n<p>Pujian dan pelayanannya berasal dari kewajiban, bukan kasih.<\/p>\n<p><strong>IV Memilih untuk Tetap Menyembah.<\/strong> <em>Dan 3:12\u201318; Maz 23:4; Kis 16:16\u201326<\/em><\/p>\n<p>Pujian dan penyembahan sering dikaitkan dengan suasana nyaman dan menyenangkan, tetapi penyembahan sejati justru diuji saat kita berada di lembah kekelaman, dalam tekanan, bahkan dalam penderitaan.<\/p>\n<p><strong>Alkitab menunjukkan bahwa menyembah adalah pilihan, bukan tergantung kondisi.<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li><em>Penyembahan sejati adalah keberanian untuk taat, meski ada risiko<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p>Daniel 3:12\u201318 Tiga sahabat Daniel \u2014 Sadrakh, Mesakh, dan Abednego \u2014 menolak menyembah patung emas raja Nebukadnezar. Mereka berkata: \u201cSekalipun Allah yang kami puja tidak melepaskan kami&#8230; kami tidak akan memuja dewa tuanku dan tidak akan menyembah patung emas itu.\u201d<\/p>\n<p>Mereka memilih untuk tetap menyembah Tuhan, walau nyawa mereka jadi taruhannya.<\/p>\n<p>Mereka tahu bahwa penyembahan bukan soal kenyamanan, tapi komitmen.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><em>Penyembahan sejati adalah kepercayaan di tengah kegelapan<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p>Mazmur 23:4 \u201cSekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku&#8230;\u201d<\/p>\n<p>Daud tidak menyembah Tuhan karena keadaan baik, tapi karena ia percaya kepada Pribadi yang baik.<\/p>\n<p>Penyembahan sejati lahir dari hati yang percaya Tuhan tetap beserta, walau keadaan berkata sebaliknya.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><em>Penyembahan sejati mengguncang belenggu dan membuka pintu mujizat. Kisah 16:16\u201326<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p>Paulus dan Silas dipenjara setelah dipukuli, tetapi mereka tetap berdoa dan menyanyikan pujian di tengah malam.<\/p>\n<p>Hasilnya: \u201cTerjadilah gempa bumi yang hebat\u2026 pintu-pintu penjara terbuka dan belenggu mereka terlepas.\u201d<\/p>\n<p>Penyembahan bukan hanya menguatkan hati kita, tapi mengundang kuasa Allah bekerja.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Pdm. N. Tonny Saputra I. Sikap Penyembah. Lukas 18:9\u201314, Lukas 19:1\u201310 Setiap orang bisa bernyanyi, tetapi tidak semua orang menyembah. Pujian dan penyembahan sejati lahir dari hati yang rendah hati, sadar akan dosanya, tulus menghormati Tuhan, serta mengakui kebesaran dan kasih-Nya. Dua tokoh dalam dua kisah Yesus menunjukkan kontras antara sikap lahiriah dan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":39707,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-39706","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-care_cell"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>PUJIAN &amp; PENYEMBAHAN - GBI Pasir Koja 39 Bandung<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/pujian-penyembahan-6\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"PUJIAN &amp; PENYEMBAHAN - GBI Pasir Koja 39 Bandung\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh : Pdm. N. Tonny Saputra I. Sikap Penyembah. Lukas 18:9\u201314, Lukas 19:1\u201310 Setiap orang bisa bernyanyi, tetapi tidak semua orang menyembah. Pujian dan penyembahan sejati lahir dari hati yang rendah hati, sadar akan dosanya, tulus menghormati Tuhan, serta mengakui kebesaran dan kasih-Nya. Dua tokoh dalam dua kisah Yesus menunjukkan kontras antara sikap lahiriah dan &hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/pujian-penyembahan-6\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"GBI Pasir Koja 39 Bandung\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/gbipasirkoja39\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-03T05:37:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-03T05:37:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Bahan-Care-Sept-1.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1956\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1045\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Endah Andriani\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Endah Andriani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/pujian-penyembahan-6\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/pujian-penyembahan-6\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Endah Andriani\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d0abfc588a98cec3c759ec374ad1268c\"},\"headline\":\"PUJIAN &amp; PENYEMBAHAN\",\"datePublished\":\"2025-10-03T05:37:42+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-03T05:37:46+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/pujian-penyembahan-6\\\/\"},\"wordCount\":1055,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/pujian-penyembahan-6\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/Bahan-Care-Sept-1.webp\",\"articleSection\":[\"Bahan Care Cell\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/pujian-penyembahan-6\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/pujian-penyembahan-6\\\/\",\"name\":\"PUJIAN &amp; PENYEMBAHAN - GBI Pasir Koja 39 Bandung\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/pujian-penyembahan-6\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/pujian-penyembahan-6\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/Bahan-Care-Sept-1.webp\",\"datePublished\":\"2025-10-03T05:37:42+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-03T05:37:46+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/pujian-penyembahan-6\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/pujian-penyembahan-6\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/pujian-penyembahan-6\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/Bahan-Care-Sept-1.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/Bahan-Care-Sept-1.webp\",\"width\":1956,\"height\":1045,\"caption\":\"Bahan Care Sept\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/pujian-penyembahan-6\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"PUJIAN &amp; PENYEMBAHAN\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/\",\"name\":\"GBI Pasir Koja 39 Bandung\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#organization\",\"name\":\"GBI PasirKoja 39 Bandung\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/200px-Logo_GBI.svg_.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/200px-Logo_GBI.svg_.png\",\"width\":200,\"height\":200,\"caption\":\"GBI PasirKoja 39 Bandung\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/gbipasirkoja39\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/gbipasirkoja39\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/GBIPasirKoja39\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d0abfc588a98cec3c759ec374ad1268c\",\"name\":\"Endah Andriani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Endah Andriani\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/author\\\/innocehioe\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"PUJIAN &amp; PENYEMBAHAN - GBI Pasir Koja 39 Bandung","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/pujian-penyembahan-6\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"PUJIAN &amp; PENYEMBAHAN - GBI Pasir Koja 39 Bandung","og_description":"Oleh : Pdm. N. Tonny Saputra I. Sikap Penyembah. Lukas 18:9\u201314, Lukas 19:1\u201310 Setiap orang bisa bernyanyi, tetapi tidak semua orang menyembah. Pujian dan penyembahan sejati lahir dari hati yang rendah hati, sadar akan dosanya, tulus menghormati Tuhan, serta mengakui kebesaran dan kasih-Nya. Dua tokoh dalam dua kisah Yesus menunjukkan kontras antara sikap lahiriah dan &hellip;","og_url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/pujian-penyembahan-6\/","og_site_name":"GBI Pasir Koja 39 Bandung","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/gbipasirkoja39","article_published_time":"2025-10-03T05:37:42+00:00","article_modified_time":"2025-10-03T05:37:46+00:00","og_image":[{"width":1956,"height":1045,"url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Bahan-Care-Sept-1.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Endah Andriani","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Endah Andriani","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/pujian-penyembahan-6\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/pujian-penyembahan-6\/"},"author":{"name":"Endah Andriani","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/person\/d0abfc588a98cec3c759ec374ad1268c"},"headline":"PUJIAN &amp; PENYEMBAHAN","datePublished":"2025-10-03T05:37:42+00:00","dateModified":"2025-10-03T05:37:46+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/pujian-penyembahan-6\/"},"wordCount":1055,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/pujian-penyembahan-6\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Bahan-Care-Sept-1.webp","articleSection":["Bahan Care Cell"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/pujian-penyembahan-6\/","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/pujian-penyembahan-6\/","name":"PUJIAN &amp; PENYEMBAHAN - GBI Pasir Koja 39 Bandung","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/pujian-penyembahan-6\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/pujian-penyembahan-6\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Bahan-Care-Sept-1.webp","datePublished":"2025-10-03T05:37:42+00:00","dateModified":"2025-10-03T05:37:46+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/pujian-penyembahan-6\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/pujian-penyembahan-6\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/pujian-penyembahan-6\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Bahan-Care-Sept-1.webp","contentUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Bahan-Care-Sept-1.webp","width":1956,"height":1045,"caption":"Bahan Care Sept"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/pujian-penyembahan-6\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"PUJIAN &amp; PENYEMBAHAN"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#website","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/","name":"GBI Pasir Koja 39 Bandung","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#organization","name":"GBI PasirKoja 39 Bandung","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/200px-Logo_GBI.svg_.png","contentUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/200px-Logo_GBI.svg_.png","width":200,"height":200,"caption":"GBI PasirKoja 39 Bandung"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/gbipasirkoja39","https:\/\/www.instagram.com\/gbipasirkoja39","https:\/\/www.youtube.com\/c\/GBIPasirKoja39"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/person\/d0abfc588a98cec3c759ec374ad1268c","name":"Endah Andriani","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g","caption":"Endah Andriani"},"url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/author\/innocehioe\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39706","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39706"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39706\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39709,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39706\/revisions\/39709"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/media\/39707"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39706"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39706"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39706"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}