{"id":26310,"date":"2022-03-01T09:24:34","date_gmt":"2022-03-01T02:24:34","guid":{"rendered":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/?p=26310"},"modified":"2022-03-02T13:41:40","modified_gmt":"2022-03-02T06:41:40","slug":"care-cell-maret-2022","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/care-cell-maret-2022\/","title":{"rendered":"Care Cell Maret 2022"},"content":{"rendered":"\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Cover-care-cell-1024x546.webp\" alt=\"Care Cell Maret 2022 - Tuhan menghendaki agar kita tidak berhenti berdoa sampai sesuatu terjadi, atau sampai kita mendapat jawaban atas doa\" class=\"wp-image-26311\" width=\"315\" height=\"167\" srcset=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Cover-care-cell-1024x546.webp 1024w, https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Cover-care-cell-300x160.webp 300w, https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Cover-care-cell-768x410.webp 768w, https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Cover-care-cell-1536x819.webp 1536w, https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Cover-care-cell-2048x1092.webp 2048w, https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Cover-care-cell-310x165.webp 310w\" sizes=\"(max-width: 315px) 100vw, 315px\" \/><figcaption><strong>Oleh: Pdp.Dr. Ferry Simanjuntak<\/strong><\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p><span style=\"color: #ffffff;\">Care Cell Maret 2022<\/span><\/p>\n<p><strong>Pertemuan I <span style=\"color: #ffffff;\">Care Cell Maret 2022<\/span><br \/>Pray Until Something Happens (Berdoa Sampai Sesuatu Terjadi) (<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/passage.php?passage=luk%2018:1-8\">Luk. 18:1-8<\/a>)<br \/><\/strong><br \/><strong>Pendahuluan<\/strong><br \/>Tuhan menghendaki agar kita tidak berhenti berdoa sampai sesuatu terjadi, atau sampai kita mendapat jawaban atas doa-doa kita. Tuhan Yesus mengajarkan agar kita terus bertekun dalam doa dalam berbagai kesempatan. Salah satunya adalah melalui perumpamaan hakim yang lalim dalam Lukas 18:1-8. <span style=\"color: #ffffff;\">Care Cell Maret 2022<\/span><br \/><strong><br \/>Isi<\/strong> <br \/><strong>Ada dua pelajaran penting yang dapat kita terapkan dalam kehidupan doa kita melalui perumpamaan ini, yaitu:<\/strong><br \/><strong>1. Jaminan jawaban doa<\/strong><br \/>Hakim lalim dalam perumpamaan ini sama sekali bukanlah gambaran akan Allah. Sebaliknya karakter dan motivasi antara hakim lalim tersebut dengan Allah sangat bertolak belakang. Hakim itu lalim, tidak menghormati siapa pun, tidak punya belas kasihan. Sementara, Allah adalah Bapa kita yang mengasihi kita.<br \/>Jadi bila hakim yang lalim itu dapat membenarkan atau membela janda tersebut padahal dia adalah seorang yang lalim, tidak menghormati siapa pun dan tidak punya belas kasihan. Apalagi Bapa kita di sorga yang penuh belas kasihan. Tentu saja Bapa kita di sorga pasti membenarkan kita dan mendengar doa kita. <br \/>Hakim itu pun tidak punya hubungan atau koneksi apa pun dengan janda tersebut, tapi ia akhirnya membenarkan perkara janda tersebut. Sementara Bapa kita di sorga mempunyai hubungan yang penuh kasih dengan kita anak-anak-Nya, sudah sangat pasti Ia akan membenarkan kita. <br \/><strong>2. Ketekunan orang percaya dalam doa<\/strong><br \/>Janda dalam perumpamaan ini merupakan gambaran orang-orang percaya yang ada di dunia ini. Seperti janda itu, orang-orang percaya di dunia ini digambarkan secara ekstrim sebagai miskin dan tidak berdaya, sehingga tidak punya pengaruh apa pun untuk mengubah situasi. Tidak punya pengaruh politis, ekonomi, sosial. Itu sebabnya orang-orang percaya tidak diperhitungkan orang-orang dunia (yang digambarkan sebagai hakim yang lalim itu), tetapi mereka secara khusus diperhatikan dan didengar oleh Allah.<br \/>Karena satu-satunya pembela orang percaya adalah Allah yang ada di sorga, maka patutlah orang-orang percaya bertekun dalam doa.<br \/><br \/><strong>Kesimpulan<\/strong><br \/>Allah bukanlah pribadi yang lalim, arogan, tanpa belas kasihan. Ia adalah Bapa yang penuh kasih dan pasti membenarkan kita serta menjawab doa-doa kita. Ini seharusnya mendorong kita untuk berdoa dengan tekun. Mungkin di dunia kita bukanlah orang berpengaruh dan tidak mempunyai kekuatan untuk mengubah situasi kita, tetapi di sorga kita mempunyai Bapa yang berkuasa untuk mengubah situasi dan menjawab doa-doa kita. <br \/><br \/><strong>Pertanyaan Diskusi:<\/strong> <br \/>1. Pernahkah saudara merasa bosan berdoa? Menurut saudara apa yang membuat saudara merasa bosan untuk berdoa?<br \/>2. Menurut saudara, apakah langkah-langkah sederhana yang dapat saudara lakukan untuk membangun ketekunan berdoa? Sebutkanlah dua langkah praktis yang dapat saudara lakukan!<\/p>\n<p><strong><br \/>Pertemuan II<br \/>Three Levels of Prayer (Tiga Tingkatan Doa) (Mat. 7:7-11; Luk. 11:9-13)<br \/><\/strong><\/p>\n<p><strong>Pendahuluan<\/strong><br \/>Setiap orang mempunyai caranya masing-masing untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tuhan Yesus memberikan tiga cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan hidup kita anak-anak-Nya, yaitu dengan cara: meminta, mencari dan mengetok. Namun kepada siapa tiga tindakan tersebut kita alamatkan akan sangat menentukan hasil yang kita akan dapatkan. Tuhan Yesus mengatakan bahwa tiga tindakan tersebut harus kita alamatkan kepada Bapa kita di sorga melalui doa.<\/p>\n<p><strong>Isi<\/strong><br \/><strong>1. Meminta<\/strong><br \/>Dalam Lukas 11:5-8, tindakan meminta kepada Allah digambarkan seperti seseorang yang kedatangan tamu tengah malam. Karena tidak punya persediaan roti, maka ia pergi memintanya kepada tetangganya. Akhirnya ia mendapatkan roti yang ia butuhkan untuk dihidangkan kepada tamunya. <br \/>Tengah malam merupakan suatu keadaan darurat dan bersifat mendesak. Roti juga adalah gambaran kebutuhan pokok manusia yang bersifat darurat dan mendesak, karena kelangsungan hidup kita bergantung pada adanya persediaan bahan pokok. <br \/>Tentu saja melalui kisah ini, Tuhan Yesus hendak mengajarkan kepada kita agar jangan ragu meminta kebutuhan-kebutuhan pokok kita sehari-hari kepada Bapa kita di sorga, dan Ia pasti memberikannya kepada kita anak-anak-Nya.<br \/><strong>2. Mencari<\/strong><br \/>Mencari merupakan usaha yang harus dilakukan dengan tekun. Demikian juga saat kita berdoa. Kadang kita perlu berdoa berulang-ulang beberapa hari, minggu, bulan atau tahun untuk suatu kebutuhan tertentu atau untuk suatu pokok doa tertentu. Sama seperti orang yang sedang mencari harus melakukannya berulang-ulang dengan tekun, tindakan doa yang berulang-ulang tersebut menunjukkan sikap yang tekun dalam doa. Jadi, Tuhan Yesus mengajarkan agar kita bertekun dalam doa.<br \/><strong>3. Mengetuk<\/strong><br \/>Tindakan orang yang mengetuk pintu tengah malam adalah gambaran sikap yang tidak malu karena dipaksa oleh suatu kebutuhan yang sangat mendesak. Jadi Tuhan Yesus mengajarkan kita bahwa kalau kita punya suatu kebutuhan kita dapat datang kepada Bapa di sorga tanpa perlu merasa malu, tanpa perlu merasa sungkan, jangan cepat merasa bosan. Punyalah sikap yang terus-menerus mendesak dalam doa sampai doa saudara dikabulkan.<br \/><br \/><strong>Kesimpulan:<\/strong><br \/>Bapa di sorga adalah pemelihara hidup kita. Ia adalah Bapa yang senang bila kita datang kepada-Nya di dalam doa, baik untuk bersekutu dengan Dia maupun bila kita mengajukan permohonan karena suatu kebutuhan tertentu. Dia menghendaki agar kita meminta, mencari dan mengetuk melalui doa kepada-Nya. Tuhan berjanji untuk menjawab doa-doa kita.<br \/><br \/><strong>Pertanyaan Diskusi:<\/strong> <br \/>1. Mintalah satu atau dua anggota care cell saudara untuk bersaksi tentang bagaimana Allah menjawab doa-doa mereka sehingga anggota yang lain mendapat dorongan semangat untuk terus tekun berdoa!<br \/>2. Ambillah waktu untuk berdoa bersama-sama setelah setiap anggota care cell menyampaikan pokok-pokok doa yang ingin didoakan!<\/p>\n<p><br \/><strong>Pertemuan III<br \/>Prayer as a Lifestyle (Doa Sebagai Gaya Hidup \u2013 Belajar dari Tuhan Yesus) <br \/>(Mark. 1:35; Luk. 6:12-16; Mat. 26:36-44)<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pendahuluan<\/strong><br \/>Banyak orang Kristen menjadikan doa hanya sebagai ban serep. Artinya mereka hanya berdoa ketika hidup mereka sedang mengalami gangguan atau masalah. Tuhan menghendaki agar doa menjadi gaya hidup kita. Tuhan Yesus sendiri telah memberi teladan dalam hal menjadikan doa sebagai gaya hidup. Ibrani 5:7 berkata, \u201cDalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.\u201d Ayat ini jelas mengatakan bahwa dalam sepanjang hidup-Nya Tuhan Yesus telah mempersembahkan doa bahkan dengan ratap tangis. <span style=\"background-color: #ffffff; color: #ffffff;\">Care Cell Maret 2022<\/span><\/p>\n<p><strong>Isi<\/strong><br \/><strong>Di dalam hal-hal apa sajakah doa terlihat sebagai gaya hidup dalam kehidupan Tuhan Yesus?<\/strong><br \/><strong>1. Setiap kali mau memulai aktivitas<\/strong><br \/>Tuhan Yesus selalu berdoa sebelum memulai aktivitasnya setiap hari. Untuk itu Ia berdoa pagi-pagi sekali (Mrk. 1:35). Artinya, salah satu cara menjadikan doa sebagai gaya hidup adalah berdoa sebelum memulai aktivitas apa pun setiap hari.<br \/><strong>2. Setiap kali membuat keputusan<\/strong><br \/>Sebelum memilih 12 murid, Tuhan Yesus berdoa semalam-malaman (Luk. 6:12-16). Ini menunjukkan bahwa sebelum membuat keputusan apa pun Tuhan Yesus selalu berdoa dengan sungguh-sungguh lebih dahulu. Kita pun dapat menjadikan doa sebagai gaya hidup dengan cara berdoa terlebih dahulu dengan sungguh-sungguh sebelum membuat keputusan apa pun dalam kehidupan kita.<br \/><strong>3. Saat menderita<\/strong><br \/>Sesaat sebelum menghadapi salib, Tuhan Yesus berdoa pula dengan sungguh-sungguh. Salib merupakan penderitaan yang harus dialami oleh Tuhan Yesus untuk menyediakan penebusan bagi kita orang berdosa. Demikian juga dengan kita sekarang, pada waktu kita menderita, kita pun sepatutnya berdoa pula dengan sungguh-sungguh.<\/p>\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><br \/>Penting sekali menjadikan doa sebagai gaya hidup, sebagaimana bernafas. Langkah-langkah praktis yang dapat saudara lakukan adalah dengan berdoa setiap kali mau memulai aktivitas setiap hari, berdoa setiap kali akan membuat keputusan, dan berdoa pula saat sedang dalam pergumulan. <br \/><br \/><strong>Pertanyaan Diskusi:<\/strong> <br \/>1. Berilah penilaian pada diri saudara sendiri, apakah doa adalah \u201cban serep\u201d atau \u201cgaya hidup\u201d dalam kehidupanmu selama ini?<br \/>2. Bila doa belum menjadi gaya hidup, cobalah meminta agar setiap anggota care cell memberi laporan setiap hari kepada pemimpin cell tentang doa mereka sepanjang satu minggu ke depan!<\/p>\n<p><br \/><strong>Pertemuan IV<br \/>Prayer as Reverence and Adoration unto God (Doa Sebagai Pemujaan dan Penyembahan <\/strong><br \/><strong>Kepada Allah \u2013 Belajar dari 24 Tua-Tua di Kitab Wahyu) <\/strong><strong>(Why. 4:1-11)<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pendahuluan<\/strong><br \/>Doa adalah pemujaan dan sekaligus penyembahan kepada Allah. Hal itu terlihat dalam Wahyu 4:1-11.<br \/><br \/><strong>Isi<\/strong><br \/><strong>Sebagai pemujaan dan penyembahan kepada Allah, bagaimanakah doa itu seharusnya kita lakukan?<\/strong><br \/><strong>1. Doa itu harus berpusat kepada Allah sendiri<\/strong><br \/>Doa, pemujaan dan penyembahan kepada Allah bukanlah berpusat kepada musik, penyanyi atau bahkan pengkhotbah, tetapi kepada Allah sendiri. Wahyu 4:1-7 memperlihatkan bahwa Allah duduk di atas takhta dan dikelilingi oleh 24 tua-tua sekaligus 4 makhluk yang penuh mata. Allah yang dikelilingi 24 tua-tua dan 4 makhluk yang penuh mata menunjukkan bahwa Allah menjadi pusat (center) dari doa, pemujaan dan penyembahan itu. <br \/>Bahkan 24 tua-tua itu sambil tersungkur. Ini adalah gambaran bahwa mereka merendahkan dirinya sedemikian rupa, sehingga hanya Allah saja yang tampak dan patut diagungkan di dalam doa, pemujaan dan penyembahan mereka. <br \/><strong>2. Doa harus dilakukan secara terus-menerus<\/strong><br \/>Wahyu 4:8 mengatakan bahwa doa, pemujaan dan penyembahan itu dilakukan \u201ctidak berhenti-hentinya\u201d. Ini adalah suatu tindakan yang terus-menerus dilakukan. Karena itu doa harus dilakukan terus-menerus, tanpa henti seumur hidup kita, seperti kita sedang bernafas.<br \/><strong>3. Doa adalah untuk kemuliaan Allah<\/strong><br \/>Wahyu 4:10-11 berkata bahwa setelah 24 tua-tua itu melemparkan mahkotanya, mereka kemudian berkata bahwa Allah saja yang layak \u201cmenerima puji-pujian dan hormat dan kuasa, . . .\u201d Mahkota adalah lambang dari kehormatan dan kemuliaan. Artinya 24 tua-tua itu menganggap bahwa kehormatan dan kemuliaan diri mereka tidak ada artinya, karena hanya Allah saja yang patut untuk menerimanya. Karena itu doa dan kesaksian kita ketika menerima jawaban doa seharusnya tidak menunjukkan bahwa kita orang hebat dan orang yang sangat beriman. Melainkan menunjukkan bahwa Allah begitu mulia, luhur, terhormat dan penuh kuasa dan dalam kemurahan-Nya, Ia telah bersedia menjawab doa kita.<\/p>\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><br \/>Doa, pemujaan dan penyembahan adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Di dalam doa pemujaan dan penyembahan: Allah harus menjadi pusatnya, dilakukan terus-menerus dan dipersembahkan untuk kemuliaan Allah saja. <br \/><br \/>Pertanyaan Diskusi: <br \/>\u00a01. Praktekkanlah berdoa, memuja dan menyembah Allah dengan cara tersungkur sebagaimana dilakukan 24 tua-tua dalam Wahyu 4:1-11!<br \/>2. Ingatkanlah setiap anggota care cell untuk menyadari akan kemuliaan, dan kemahadahsyatan Tuhan setiap kali mereka berdoa dan menyembah Allah!<\/p>\n<p>Untuk membaca Bahan Care Cell yang lain silahkan <a href=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/category\/renungan_dan_artikel\/care_cell\/\">klik disini\u00a0<\/a>\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Pdp.Dr. Ferry Simanjuntak Care Cell Maret 2022 Pertemuan I Care Cell Maret 2022Pray Until Something Happens (Berdoa Sampai Sesuatu Terjadi) (Luk. 18:1-8)PendahuluanTuhan menghendaki agar kita tidak berhenti berdoa sampai sesuatu terjadi, atau sampai kita mendapat jawaban atas doa-doa kita. Tuhan Yesus mengajarkan agar kita terus bertekun dalam doa dalam berbagai kesempatan. Salah satunya adalah &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":26311,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-26310","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-care_cell"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Care Cell Maret 2022 - GBI Pasir Koja 39 Bandung<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Care Cell Maret 2022 - Tuhan menghendaki agar kita tidak berhenti berdoa sampai sesuatu terjadi, atau sampai kita mendapat jawaban atas doa\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/care-cell-maret-2022\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Care Cell Maret 2022 - GBI Pasir Koja 39 Bandung\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Care Cell Maret 2022 - Tuhan menghendaki agar kita tidak berhenti berdoa sampai sesuatu terjadi, atau sampai kita mendapat jawaban atas doa\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/care-cell-maret-2022\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"GBI Pasir Koja 39 Bandung\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/gbipasirkoja39\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-01T02:24:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-03-02T06:41:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Cover-care-cell-scaled.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1365\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Endah Andriani\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Endah Andriani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/care-cell-maret-2022\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/care-cell-maret-2022\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Endah Andriani\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d0abfc588a98cec3c759ec374ad1268c\"},\"headline\":\"Care Cell Maret 2022\",\"datePublished\":\"2022-03-01T02:24:34+00:00\",\"dateModified\":\"2022-03-02T06:41:40+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/care-cell-maret-2022\\\/\"},\"wordCount\":1518,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/care-cell-maret-2022\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/03\\\/Cover-care-cell-scaled.webp\",\"articleSection\":[\"Bahan Care Cell\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/care-cell-maret-2022\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/care-cell-maret-2022\\\/\",\"name\":\"Care Cell Maret 2022 - GBI Pasir Koja 39 Bandung\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/care-cell-maret-2022\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/care-cell-maret-2022\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/03\\\/Cover-care-cell-scaled.webp\",\"datePublished\":\"2022-03-01T02:24:34+00:00\",\"dateModified\":\"2022-03-02T06:41:40+00:00\",\"description\":\"Care Cell Maret 2022 - Tuhan menghendaki agar kita tidak berhenti berdoa sampai sesuatu terjadi, atau sampai kita mendapat jawaban atas doa\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/care-cell-maret-2022\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/care-cell-maret-2022\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/care-cell-maret-2022\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/03\\\/Cover-care-cell-scaled.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/03\\\/Cover-care-cell-scaled.webp\",\"width\":2560,\"height\":1365},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/care-cell-maret-2022\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Care Cell Maret 2022\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/\",\"name\":\"GBI Pasir Koja 39 Bandung\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#organization\",\"name\":\"GBI PasirKoja 39 Bandung\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/200px-Logo_GBI.svg_.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/200px-Logo_GBI.svg_.png\",\"width\":200,\"height\":200,\"caption\":\"GBI PasirKoja 39 Bandung\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/gbipasirkoja39\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/gbipasirkoja39\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/GBIPasirKoja39\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d0abfc588a98cec3c759ec374ad1268c\",\"name\":\"Endah Andriani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Endah Andriani\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/author\\\/innocehioe\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Care Cell Maret 2022 - GBI Pasir Koja 39 Bandung","description":"Care Cell Maret 2022 - Tuhan menghendaki agar kita tidak berhenti berdoa sampai sesuatu terjadi, atau sampai kita mendapat jawaban atas doa","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/care-cell-maret-2022\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Care Cell Maret 2022 - GBI Pasir Koja 39 Bandung","og_description":"Care Cell Maret 2022 - Tuhan menghendaki agar kita tidak berhenti berdoa sampai sesuatu terjadi, atau sampai kita mendapat jawaban atas doa","og_url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/care-cell-maret-2022\/","og_site_name":"GBI Pasir Koja 39 Bandung","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/gbipasirkoja39","article_published_time":"2022-03-01T02:24:34+00:00","article_modified_time":"2022-03-02T06:41:40+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1365,"url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Cover-care-cell-scaled.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Endah Andriani","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Endah Andriani","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/care-cell-maret-2022\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/care-cell-maret-2022\/"},"author":{"name":"Endah Andriani","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/person\/d0abfc588a98cec3c759ec374ad1268c"},"headline":"Care Cell Maret 2022","datePublished":"2022-03-01T02:24:34+00:00","dateModified":"2022-03-02T06:41:40+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/care-cell-maret-2022\/"},"wordCount":1518,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/care-cell-maret-2022\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Cover-care-cell-scaled.webp","articleSection":["Bahan Care Cell"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/care-cell-maret-2022\/","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/care-cell-maret-2022\/","name":"Care Cell Maret 2022 - GBI Pasir Koja 39 Bandung","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/care-cell-maret-2022\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/care-cell-maret-2022\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Cover-care-cell-scaled.webp","datePublished":"2022-03-01T02:24:34+00:00","dateModified":"2022-03-02T06:41:40+00:00","description":"Care Cell Maret 2022 - Tuhan menghendaki agar kita tidak berhenti berdoa sampai sesuatu terjadi, atau sampai kita mendapat jawaban atas doa","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/care-cell-maret-2022\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/care-cell-maret-2022\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/care-cell-maret-2022\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Cover-care-cell-scaled.webp","contentUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Cover-care-cell-scaled.webp","width":2560,"height":1365},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/care-cell-maret-2022\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Care Cell Maret 2022"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#website","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/","name":"GBI Pasir Koja 39 Bandung","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#organization","name":"GBI PasirKoja 39 Bandung","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/200px-Logo_GBI.svg_.png","contentUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/200px-Logo_GBI.svg_.png","width":200,"height":200,"caption":"GBI PasirKoja 39 Bandung"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/gbipasirkoja39","https:\/\/www.instagram.com\/gbipasirkoja39","https:\/\/www.youtube.com\/c\/GBIPasirKoja39"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/person\/d0abfc588a98cec3c759ec374ad1268c","name":"Endah Andriani","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g","caption":"Endah Andriani"},"url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/author\/innocehioe\/"}]}},"publishpress_future_action":{"enabled":false,"date":"2026-06-02 07:00:00","action":"delete","newStatus":"draft","terms":[],"taxonomy":"category","extraData":[]},"publishpress_future_workflow_manual_trigger":{"enabledWorkflows":[]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26310","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26310"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26310\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26311"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26310"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26310"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26310"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}