{"id":24808,"date":"2021-10-30T11:37:27","date_gmt":"2021-10-30T04:37:27","guid":{"rendered":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/?p=24808"},"modified":"2021-10-30T11:50:45","modified_gmt":"2021-10-30T04:50:45","slug":"bahan-care-cell-november-2021","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-november-2021\/","title":{"rendered":"Bahan Care Cell NOVEMBER 2021"},"content":{"rendered":"\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"160\" src=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/cover-renungan.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-24809\"\/><figcaption><strong>Oleh: Pdp.Dr. Ferry Simanjuntak<\/strong><\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p><strong>PERTEMUAN I<\/strong><br \/><strong>HIDUP YANG MEMUJI (Mazmur 103:1-5)<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pendahuluan<\/strong><br \/>Salah satu pepatah mengatakan \u201clupa kacang akan kulitnya\u201d. Pepatah ini menggambarkan seseorang yang setelah berhasil lupa diri dan menjadi sombong. Ia melupakan orang-orang yang telah berbuat baik dan ikut berperan dalam keberhasilan yang dicapainya. Untuk menguatkan pesan supaya jangan melupakan orang yang telah berjasa pada kita, maka di berbagai masyarakat Indonesia diciptakanlah cerita-cerita khusus, seperti: Kisah si Malin Kundang. Daud pun mengingatkan dirinya dan umat Tuhan agar kita jangan melupakan kebaikan Tuhan. (ay. 2), karena kebaikan Tuhan melampaui semua kebaikan yang kita terima dari siapa pun di dunia ini.<br \/><br \/><strong>Isi<\/strong> <br \/><strong>Melalui mazmur 103:1-5 kita tahu berbagai kebaikan Tuhan yang tidak boleh kita lupakan:<\/strong><br \/><strong>1. Kebaikan Tuhan yang pertama adalah memberi pengampunan pada kita (ay. 3a).<\/strong><br \/>Daud pernah jatuh dalam dosa yang sangat serius tetapi Tuhan telah mengampuninya. Kitapun sama telah berdosa, tetapi Tuhan pun telah mengampuni. Tuhan Yesus berkata: \u201corang yang sadar bahwa ia telah banyak diampuni lebih banyak mengucap syukur dibandingkan dengan orang yang tidak menyadari bahwa ia telah banyak diampuni\u201d (Luk. 7:41-43)<br \/><strong>2. Kebaikan Tuhan berikutnya adalah menyembuhkan segala penyakit kita (ay. 3b).<\/strong><br \/>Penyakit yang disembuhkan Tuhan tidak saja mencakup penyakit jasmani, tetapi juga penyakit pikiran, emosi, maupun hati kita yang berdosa dan memberontak. Alkitab berkata, \u201coleh bilur-bilurnya kamu telah sembuh\u201d (2 Ptr. 2:24).<br \/><strong>3. Kebaikan Tuhan yang lain adalah Dia menebus kita dari lobang kubur kebinasaan dan memahkotai kita dengan kasih setia dan rahmat. (ay. 4).<\/strong><br \/>Lobang kubur kebinasaan (Ibrani = sachath) artinya kehancuran yang dalam\/parah. Artinya Tuhan memulihkan hidup kita dari keadaan hancur: entah rohani, emosi, pikiran, keuangan, keluarga dan memberikan kita mahkota (memuliakan dan mengangkat kita kembali).<br \/><strong>4. Memenuhi mulut kita dengan hal-hal yang baik (perkataan sukacita maupun makanan yang baik untuk dimakan) sehingga kekuatan kita dipulihkan kembali seperti burung rajawali (ay. 5).<\/strong><br \/>Rajawali adalah burung yang bisa mencapai usia 70 tahun. Namun pada usia 40 tahun rajawali mengalami perubahan besar. Paruhnya akan bertambah panjang dan membengkok sehingga sulit untuk memangsa makanan lagi. Cakarnya menjadi tua dan lemah, demikian juga bulunya. Saat seperti itu, rajawali biasanya terbang ke puncak gunung. Lalu di sana ia membentur-benturkan paruhnya kebatu supaya sedikit demi sedikit paruhnya bisa lepas sehingga bisa tumbuh paruh yang baru. Demikian juga ia berusaha mencabut cakarnya dan bulunya yang sudah tua supaya tumbuh cakar dan bulu yang baru. Jika ia berhasil, maka ia bisa bertahan hidup 30 tahun lagi. Saat pergantian paruh, cakar dan bulu itulah disebut kekuatan rajawali dipulihkan kembali. Tuhan menjadikan itu sebagai gambaran bagaimana Ia membarui kekuatan kita sehingga kita dapat melanjutkan kembali perjalanan iman kita bersama Dia.<br \/><br \/><strong>Kesimpulan<\/strong><br \/>Tuhan telah mengaruniakan begitu banyak kebaikan kepada kita, karena itu jangan lupakan kebaikan-Nya. Kebaikannya dapat menjadi alasan untuk kita selalu mengucap syukur dan memuji Dia.<br \/><br \/><strong>Pertanyaan Diskusi:<\/strong> <br \/>1. Menurut Anda, mengapa kita tidak boleh melupakan kebaikan Tuhan?<br \/>2. Mintalah setiap anggota care cell untuk menceritakan kebaikan Tuhan yang mereka alami satu minggu terakhir.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><strong>PERTEMUAN II<br \/>HIDUP YANG MENYEMBAH (Yoh. 4:20-26)<br \/><\/strong><\/p>\n<p><strong>Pendahuluan<\/strong><br \/>Banyak orang Kristen memaknai penyembahan sebagai suatu aktifitas ritual ibadah yang disertai dengan menyanyikan sejumlah lagu tertentu pada tempat dan hari tertentu pula. Tuhan Yesus berkata bahwa Bapa tidak mencari penyembah yang seperti itu, tetapi penyembah yang menyembah Bapa di dalam roh dan kebenaran (Yoh. 4:23-24).<br \/><br \/><strong>Isi<\/strong><br \/><strong>Tiga hal yang berhubungan dengan penyembahan kepada Allah menurut Alkitab:<\/strong><br \/><strong>1. Penyembahan dilakukan di dalam roh (Yoh. 4:23-24)<\/strong><br \/>Penyembahan di dalam roh artinya tidak dibatasi pada tempat sembahyang tertentu. Orang Yahudi berpikir bahwa Bait Allah atau sinagoge adalah tempat di mana orang dapat menyembah Allah. Perempuan Samaria berpikir bahwa gunung Gerizim adalah tempat di mana orang bisa menyembah Allah. Allah tidak terikat pada tempat mana pun untuk di sembah. Tidak ada kiblat yang diwajibkan untuk arah penyembahan kita. Satu-satunya kiblat kita adalah Yesus Kristus. Kita dapat menyembah Allah di mana pun, saat di rumah, di sekolah, di kantor bahkan saat melakukan aktifitas sekalipun. Dan semua aktifitas yang kita lakukan dengan segenap hati untuk Tuhan (Kol.3:23) pada hakikatnya adalah penyembahan kepada Allah <br \/><strong>2. Penyembahan dilakukan di dalam kebenaran (Yoh. 4:23-24)<\/strong><br \/>Penyembahan di dalam kebenaran artinya penyembahan kita berdasarkan apa yang diajarkan oleh Alkitab, karena firman Allah adalah kebenaran (Yoh. 17:17). Jadi hidup kita tidak boleh bertolak belakang dengan firman Tuhan. Kebenaran juga berbicara tentang orang yang menyembah harus dalam keadaan dibenarkan oleh Allah melalui iman di dalam Yesus. Orang yang dibenarkan di dalam Yesus artinya: hatinya suci dan berhiaskan kekudusan (Mzm. 96:6), tidak dikuasai oleh amarah. Jika ada amarah atau perselisihan, kita harus berdamai dulu sebelum menghadap Allah (Mat. 5:23-24). <br \/><br \/><strong>Kesimpulan:<\/strong><br \/>Penyembahan kita bukanlah suatu ritual agamawi dan tidak dibatasi pada tempat dan waktu tertentu. Kita dipanggil untuk menyembah Allah dengan cara yang berbeda, yaitu di dalam roh dan kebenaran. Bukan sekedar dengan lagu, tetapi dengan mempersembahkan seluruh hidup kita kepada Allah dengan hati yang suci.<\/p>\n<p><strong>Pertanyaan Diskusi:<\/strong> <br \/>1. Sudahkah Anda mempraktekkan penyembahan di dalam roh dan kebenaran setiap hari?<br \/>2. Ceritakanlah, hal-hal apa yang menghalangi Anda untuk menikmati sukacita penyembahan akhir-akhir ini.<br \/><br \/><\/p>\n<p><strong>PERTEMUAN III<br \/>HIDUP YANG BERSYUKUR (1 Tes. 5:18; Mzm. 9:1-11)<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pendahuluan<\/strong><br \/>Kita cenderung dapat menikmati hubungan yang positif dengan orang-orang yang tahu berterima kasih. Namun, kita akan cenderung merasa tidak nyaman bergaul dengan orang-orang yang suka mengeluh. Beryukur akan menarik energi positif di dalam kehidupan kita. Sebaliknya, keluhan-keluhan hanya akan menarik energi negatif di dalam kehidupan kita. Saya pernah mengenal seorang pedagang yang kehilangan banyak pelanggannya karena ia selalu mengeluh. Bersyukur juga adalah tanda adanya sukacita dan iman di dalam kehidupan kita.<\/p>\n<p><strong>Isi<\/strong><br \/><strong>Dan ada banyak hal yang patut kita syukuri di dalam kehidupan ini setiap hari.<\/strong> <br \/><strong>1. Misalnya, kita patut bersyukur untuk nafas kehidupan yang masih Tuhan karuniakan<\/strong>.<br \/>Sebab bila kita masih diberi kesempatan untuk hidup sampai hari ini, itu berarti ada kesempatan untuk berubah dan terus bertumbuh dalam iman. <br \/><strong>2. Kita juga patut bersyukur untuk kekuatan dan kesehatan yang Tuhan karuniakan.<\/strong><br \/>Sebab dengan kekuatan dan kesehatan itu kita masih dapat bekerja mencari nafkah. <br \/><strong>3. Kita patut bersyukur walaupun situasi sekarang tidak menentu, tetapi Allah telah berjanji bahwa Ia sekali-kali tidak akan meninggalkan kita atau melupakan kita.<\/strong><br \/><strong>4. Kita patut bersyukur janji pemeliharaan Allah di dalam kehidupan kita. Allah telah berjanji bahwa Ia akan memenuhi segala keperluan hidup kita menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya di dalam Kristus Yesus (Fil. 4:19).<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><br \/>Allah menghendaki agar kita selalu memiliki rasa syukur di dalam kehidupan kita. Bersyukur menciptakan energi positif di dalam kehidupan dan merupakan tanda adanya sukacita dan iman. Ada banyak hal yang patut kita syukuri setiap hari. Kita patut bersyukur untuk nafas kehidupan yang Tuhan karuniakan, kekuatan dan kesehatan yang Tuhan karuniakan. Kita juga patut bersyukur atas janji-janji Allah di dalam kehidupan kita.<\/p>\n<p><strong>Pertanyaan Diskusi:<\/strong> <br \/>1. Perhatikanlah orang-orang di sekitar Anda. Berilah penilaian, manakah di antara mereka yang tampak lebih bersukacita? Mereka yang selalu bersyukur atau mereka yang mengeluh?<br \/>2. Menurut Anda, apakah dampak positif yang bisa terjadi di dalam kehidupan kita, kalau kita terus mengembangkan rasa syukur?<\/p>\n<p><br \/><strong>PERTEMUAN IV<br \/>HIDUP YANG BERSUKACITA (1 Tes. 5:16; Mzm. 30:1-12)<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pendahuluan<\/strong><br \/>Nehemia 8:11b berkata, \u201cJangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena Tuhan itulah perlindunganmu!\u201d Jelaslah bahwa sukacita karena Tuhan memberikan kekuatan iman. Sebaliknya bila kita bersusah hati, hal itu hanya akan melemahkan (Ams. 24:10).<br \/><br \/><strong>Isi<\/strong><br \/><strong>Tuhan menghendaki agar kita juga bersukacita senantiasa.<\/strong> <br \/><strong>1. Sukacita yang mendatangkan kekuatan kepada kita bukanlah sukacita yang berasal dari diri kita sendiri, tetapi sukacita-Nya (sukacita yang berasal dari Allah).<\/strong><br \/>Untuk membedakan antara sukacita yang berasal dari diri sendiri dan sukacita yang berasal dari Tuhan, baiklah kita belajar dari Sara. Saat Sara menerima janji dari Allah bahwa ia akan punya anak ia tertawa. Namun tertawa Sara ini sebenarnya adalah tertawa keraguan. Ia mentertawakan dirinya, karena ragu. Bagaimana mungkin ia punya anak padahal ia sudah tua? Tetapi kemudian Sara tertawa ketika akhirnya ia melahirkan anaknya Ishak karena Allah membuat dia mengandung dan melahirkan pada masa tuanya. Kali ini, tertawa Sara adalah tertawa dalam arti bersukacita yang sesungguhnya. Berbeda dengan tertawa Sara saat pertama. Saat Sara bersukacita, ia mendapat kekuatan untuk mengalami janji-janji Allah di dalam kehidupannya.<br \/><strong>2. Sukacita akan memberikan kekuatan, tetapi susah hati hanya akan melemahkan.<\/strong><br \/>Setelah Elia mengalahkan nabi-nabi Baal di Gunung Karmel, Tuhan juga mengabulkan doa Elia untuk menurunkan hujan. Saya percaya, saat itu, Elia sangat bersukacita. Sebab Ia melihat kemuliaan dan kebesaran Tuhan dinyatakan. Setelah itu, Elia mendapat kekuatan untuk berlari mendahului raja Ahab yang telah terlebih dahulu meninggalkan Gunung Karmel dengan menggunakan kereta kuda. Tetapi, setelah ia bersusah hati karena menerima ancaman ratu Izebel, Elia menjadi lemah dan putus asa, sehingga ia ingin mati saja. Ini adalah bukti bahwa sukacita mendatangkan kekuatan dalam hidup kita, sedangkan susah hati hanya akan melemahkan. <br \/><br \/><strong>Kesimpulan<\/strong><br \/>Kehendak Tuhan adalah agar kita bersukacita. Sukacita dari Tuhan adalah kekuatan kita. Sukacita dari Tuhan memberikan kekuatan kepada Sara untuk hamil dan melahirkan pada masa tuanya. Sukacita dari Tuhan juga memberikan kekuatan kepada Elia untuk melayani. Karena itu bersukacitalah!<\/p>\n<p><strong>Pertanyaan Diskusi:<\/strong><\/p>\n<p>1. Coba renungkan, apakah hal-hal yang selama ini telah mencuri sukacita Anda? Dan menurut Anda, bagaimana menyingkirkan pencuri sukacita tersebut?<br \/>2. Menurut Anda, apakah hal-hal praktis yang dapat Anda lakukan setiap hari untuk mengembangkan sukacita di dalam hati Anda?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Pdp.Dr. Ferry Simanjuntak PERTEMUAN IHIDUP YANG MEMUJI (Mazmur 103:1-5) PendahuluanSalah satu pepatah mengatakan \u201clupa kacang akan kulitnya\u201d. Pepatah ini menggambarkan seseorang yang setelah berhasil lupa diri dan menjadi sombong. Ia melupakan orang-orang yang telah berbuat baik dan ikut berperan dalam keberhasilan yang dicapainya. Untuk menguatkan pesan supaya jangan melupakan orang yang telah berjasa pada &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":24809,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-24808","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-care_cell"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Bahan Care Cell NOVEMBER 2021 - GBI Pasir Koja 39 Bandung<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-november-2021\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bahan Care Cell NOVEMBER 2021 - GBI Pasir Koja 39 Bandung\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Pdp.Dr. Ferry Simanjuntak PERTEMUAN IHIDUP YANG MEMUJI (Mazmur 103:1-5) PendahuluanSalah satu pepatah mengatakan \u201clupa kacang akan kulitnya\u201d. Pepatah ini menggambarkan seseorang yang setelah berhasil lupa diri dan menjadi sombong. Ia melupakan orang-orang yang telah berbuat baik dan ikut berperan dalam keberhasilan yang dicapainya. Untuk menguatkan pesan supaya jangan melupakan orang yang telah berjasa pada &hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-november-2021\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"GBI Pasir Koja 39 Bandung\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/gbipasirkoja39\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-10-30T04:37:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-10-30T04:50:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/cover-renungan.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"300\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"160\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Endah Andriani\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Endah Andriani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-november-2021\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-november-2021\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Endah Andriani\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d0abfc588a98cec3c759ec374ad1268c\"},\"headline\":\"Bahan Care Cell NOVEMBER 2021\",\"datePublished\":\"2021-10-30T04:37:27+00:00\",\"dateModified\":\"2021-10-30T04:50:45+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-november-2021\\\/\"},\"wordCount\":1462,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-november-2021\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/cover-renungan.jpg\",\"articleSection\":[\"Bahan Care Cell\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-november-2021\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-november-2021\\\/\",\"name\":\"Bahan Care Cell NOVEMBER 2021 - GBI Pasir Koja 39 Bandung\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-november-2021\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-november-2021\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/cover-renungan.jpg\",\"datePublished\":\"2021-10-30T04:37:27+00:00\",\"dateModified\":\"2021-10-30T04:50:45+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-november-2021\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-november-2021\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-november-2021\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/cover-renungan.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/cover-renungan.jpg\",\"width\":300,\"height\":160},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-november-2021\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bahan Care Cell NOVEMBER 2021\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/\",\"name\":\"GBI Pasir Koja 39 Bandung\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#organization\",\"name\":\"GBI PasirKoja 39 Bandung\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/200px-Logo_GBI.svg_.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/200px-Logo_GBI.svg_.png\",\"width\":200,\"height\":200,\"caption\":\"GBI PasirKoja 39 Bandung\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/gbipasirkoja39\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/gbipasirkoja39\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/GBIPasirKoja39\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d0abfc588a98cec3c759ec374ad1268c\",\"name\":\"Endah Andriani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Endah Andriani\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/author\\\/innocehioe\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bahan Care Cell NOVEMBER 2021 - GBI Pasir Koja 39 Bandung","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-november-2021\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bahan Care Cell NOVEMBER 2021 - GBI Pasir Koja 39 Bandung","og_description":"Oleh: Pdp.Dr. Ferry Simanjuntak PERTEMUAN IHIDUP YANG MEMUJI (Mazmur 103:1-5) PendahuluanSalah satu pepatah mengatakan \u201clupa kacang akan kulitnya\u201d. Pepatah ini menggambarkan seseorang yang setelah berhasil lupa diri dan menjadi sombong. Ia melupakan orang-orang yang telah berbuat baik dan ikut berperan dalam keberhasilan yang dicapainya. Untuk menguatkan pesan supaya jangan melupakan orang yang telah berjasa pada &hellip;","og_url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-november-2021\/","og_site_name":"GBI Pasir Koja 39 Bandung","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/gbipasirkoja39","article_published_time":"2021-10-30T04:37:27+00:00","article_modified_time":"2021-10-30T04:50:45+00:00","og_image":[{"width":300,"height":160,"url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/cover-renungan.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Endah Andriani","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Endah Andriani","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-november-2021\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-november-2021\/"},"author":{"name":"Endah Andriani","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/person\/d0abfc588a98cec3c759ec374ad1268c"},"headline":"Bahan Care Cell NOVEMBER 2021","datePublished":"2021-10-30T04:37:27+00:00","dateModified":"2021-10-30T04:50:45+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-november-2021\/"},"wordCount":1462,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-november-2021\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/cover-renungan.jpg","articleSection":["Bahan Care Cell"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-november-2021\/","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-november-2021\/","name":"Bahan Care Cell NOVEMBER 2021 - GBI Pasir Koja 39 Bandung","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-november-2021\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-november-2021\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/cover-renungan.jpg","datePublished":"2021-10-30T04:37:27+00:00","dateModified":"2021-10-30T04:50:45+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-november-2021\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-november-2021\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-november-2021\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/cover-renungan.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/cover-renungan.jpg","width":300,"height":160},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-november-2021\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bahan Care Cell NOVEMBER 2021"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#website","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/","name":"GBI Pasir Koja 39 Bandung","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#organization","name":"GBI PasirKoja 39 Bandung","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/200px-Logo_GBI.svg_.png","contentUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/200px-Logo_GBI.svg_.png","width":200,"height":200,"caption":"GBI PasirKoja 39 Bandung"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/gbipasirkoja39","https:\/\/www.instagram.com\/gbipasirkoja39","https:\/\/www.youtube.com\/c\/GBIPasirKoja39"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/person\/d0abfc588a98cec3c759ec374ad1268c","name":"Endah Andriani","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g","caption":"Endah Andriani"},"url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/author\/innocehioe\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24808","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24808"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24808\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24809"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24808"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24808"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24808"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}