{"id":24357,"date":"2021-09-30T13:24:37","date_gmt":"2021-09-30T06:24:37","guid":{"rendered":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/?p=24357"},"modified":"2021-09-30T13:24:40","modified_gmt":"2021-09-30T06:24:40","slug":"bahan-care-cell-oktober-2021","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-oktober-2021\/","title":{"rendered":"Bahan Care Cell OKTOBER 2021"},"content":{"rendered":"\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"160\" src=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Care-Cell.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-24358\"\/><figcaption><strong>Oleh: Pdp.Dr. Ferry Simanjuntak<\/strong><\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p><strong>PERTEMUAN I<\/strong><br \/><strong>Misi Bagi Keluarga (Kis. 16:30-34)<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pendahuluan<\/strong><br \/>Allah menghendaki agar setiap anggota keluarga menjadi keturunan Ilahi. Hal itu dapat terjadi bila mereka dilahirkan kembali dan dididik menjadi murid Tuhan. Karena itu, pelayanan misi orang Kristen sejatinya ditujukan pertama kali bagi keluarga mereka. Patut disayangkan bila di dalam keluarga Kristen masih ditemukan ada satu atau beberapa anggota yang sungguh-sungguh beriman dan mengasihi Tuhan, namun anggota lain tidak beriman atau tidak peduli terhadap hal-hal rohani. Hal tersebut tidaklah ideal bagi keluarga Kristen. Setiap orang Kristen harus mempunyai beban agar setiap anggota keluarganya beroleh keselamatan.<\/p>\n<p><strong>Isi<\/strong> <br \/><strong>Bagaimana agar setiap anggota keluarga kita diselamatkan? Belajar dari kisah pertobatan kepala penjara di kota Filipi beserta seisi rumahnya, maka kita tahu bahwa agar setiap anggota keluarga kita diselamatkan, maka:<\/strong><br \/><strong>1. Injil harus diberitakan kepada setiap anggota keluarga kita.<\/strong><br \/>Setelah kepala penjara di kota Filipi bertobat, ia mendapat pesan dari Paulus \u201cPercayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.\u201d (Kis. 16:30). Lalu Paulus memberitakan firman Tuhan kepada seisi rumah kepala penjara itu. (Kis. 16:31-34). Pernyataan Paulus agar kepala penjara Filipi percaya dan seisi keluarganya akan diselamatkan, tidak boleh diklaim sebagai janji bahwa apabila seorang Kristen diselamatkan maka otomatis seluruh keluarganya pasti diselamatkan. Sebab pernyataan tersebut ditindaklanjuti dengan pemberitaan firman Tuhan kepada seisi keluarga kepala penjara Filipi. Jadi pertobatan itu terjadi sebagai akibat adanya pemberitaan Injil kepada setiap anggota keluarganya. Orang Kristen sering mengklaim pernyataan Paulus tersebut dalam doa dengan iman bahwa seisi keluarganya pasti diselamatkan. Namun, tahun lepas tahun keluarganya tidak kunjung diselamatkan karena ia tidak memberitakan firman Tuhan kepada anggota keluarganya.<br \/><br \/><strong>2. Aturlah suatu kegiatan pemberitaan firman Tuhan di mana setiap anggota keluarga kita hadir.<\/strong><br \/>Kepala penjara itu mengundang Paulus dan Silas ke rumahnya supaya firman diberitakan kepada seisi keluarganya. Kita pun harus melakukan hal yang sama. Rancanglah suatu kegiatan di mana setiap anggota keluarga kita bisa mendengar firman Tuhan. Misalnya: mengadakan pertemuan care cell di rumah kita, atau menyetel film rohani atau khotbah penginjilan di rumah agar bersama keluarga kita menontonnya dan sebagainya.<br \/><br \/><strong>Kesimpulan<\/strong><br \/>Allah menghendaki agar setiap anggota keluarga kita diselamatkan. Hal itu hanya bisa terjadi bila setiap anggota keluarga kita mendengar berita Injil. Jika kita tidak memberitakan Injil secara langsung kepada anggota keluarga kita, maka aturlah suatu kegiatan di mana setiap anggota keluarga kita dapat mendengar Injil.<br \/><br \/><strong>Pertanyaan Diskusi:<\/strong> <br \/>1. Sudahkah setiap anggota keluarga Anda mendengar berita Injil? Bila belum, coba rencanakan suatu kegiatan dalam waktu dekat ini! Setiap anggota care cell diminta untuk menyampaikan ini kepada pemimpin cellnya.<br \/>2. Berdoalah bagi setiap keluarga anggota care cell agar Tuhan membuka hati mereka sehingga menerima iman saat kegiatan pemberitaan Injil dilakukan bagi setiap anggota keluarga mereka!<\/p>\n<p><strong>PERTEMUAN II<br \/>Misi Bagi Komunitas (Kol. 4:2-6)<br \/><\/strong><\/p>\n<p><strong>Pendahuluan<\/strong><br \/>Selain misi bagi keluarga, Allah juga mengutus kita untuk memberikan kesaksian bagi komunitas kita masing-masing. Komunitas adalah sekelompok orang, di mana kita memiliki interaksi sehari-hari dengan mereka. Bagi seorang pedagang di pasar, maka komunitas di mana ia harus melaksanakan misi Tuhan adalah para pedagang di pasar tersebut. Seorang pelajar dan mahasiswa komunitas sasaran misinya adalah teman-temannya di sekolah atau di kampus. Seorang pengusaha, komunitas yang harus dijangkaunya adalah para pengusaha lain yang menjadi rekan bisnisnya dan para karyawannya. Ibu rumah tangga, ia diutus untuk menjangkau komunitas ibu-ibu di lingkungannya. Mereka yang memiliki hobi motor, maka orang-orang yang harus dijangkau adalah rekan-rekannya yang punya hobi yang sama. Seorang dokter, komunitas yang menjadi sasaran misinya adalah rekan koleganya para dokter, termasuk pasien yang dilayaninya, dan seterusnya <br \/><br \/><strong>Isi<\/strong><br \/><strong>Bagaimana cara kita menjangkau orang-orang di komunitas kita dengan Injil? Paulus menasihati kita melalui Kolose 4:5-6.<\/strong><br \/><strong>1. Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang di komunitas kita.<\/strong><br \/>Hikmat dalam relasi dengan orang lain artinya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang mendalam tentang situasi atau kehidupan orang lain. Dan memanfaatkan situasi yang dihadapi orang itu untuk menyampaikan nasihat firman Tuhan pada mereka, sehingga akhirnya mereka mendapat jalan keluar. Tuhan sering membawa orang di sekitar kita untuk \u201ccurhat\u201d tentang masalah-masalah mereka, bila firman Tuhan ada pada kita, maka kita dapat menawarkan solusi atas persoalan mereka, sehingga mereka dapat melihat hikmat Allah.<br \/><br \/><strong>2. Pergunakan waktu yang ada.<\/strong><br \/>Alkitab sering menasihati kita agar mempergunakan waktu yang ada karena waktu-waktu ini adalah jahat. Daud jatuh ke dalam dosa perzinahan karena ia tidak mempergunakan waktunya dengan baik. Orang-orang dunia harus dapat melihat bahwa kita adalah orang-orang yang dapat mengelola waktu-waktu kita dengan efektif. Bukan berarti kita harus terlihat serius setiap saat. Kita juga bisa mempunyai waktu yang rileks, tapi orang tetap melihat bahwa kita bukan orang yang mempergunakan waktu untuk dosa dan kesia-siaan.<br \/><br \/><strong>3. Hendaklah kata-kata kita senantiasa penuh kasih.<\/strong><br \/>Kata-kata yang lembut dan penuh kasih, dapat menjadi jembatan untuk orang lain merasa aman, senang dan betah berkomunikasi dan bergaul dengan kita. Dan lama kelamaan orang bisa menaruh percaya pada kita, sehingga mereka tidak sungkan untuk mencurahkan isi hati serta rahasia-rahasia hidup mereka. Melaluinya terbuka jalan bagi kita untuk memberikan nasihat serta menolong mereka. Ada banyak orang Kristen mempunyai relasi yang sangat baik dengan orang-orang di sekitar mereka, namun mereka tetap tidak mampu membimbing rekan-rekannya kepada Kristus. Mengapa? Karena mereka tidak mampu menjelaskan Injil atau firman Allah dengan cara yang paling sederhana. Itu sebabnya setiap jemaat harus dididik dan diperlengkapi melalui berbagai pembinaan termasuk lewat care cell.<br \/><br \/><strong>Kesimpulan:<\/strong><br \/>Orang sering berpikir bahwa bermisi, berarti mereka harus pergi ke suatu tempat yang sangat jauh dari tempat tinggal mereka dan memberitakan Injil kepada orang-orang yang sama sekali tidak mereka kenal. Padahal misi juga berarti memberitakan Injil pada orang-orang di sekitar kita, pada komunitas di mana sehari-hari kita berinteraksi dengan mereka. Merekalah sasaran misi kita setiap hari. Pergunakanlah relasi tersebut untuk membimbing mereka pada Kristus. <br \/><br \/><strong>Pertanyaan Diskusi:<\/strong> <br \/>1. Pernahkah Anda memikirkan bahwa orang-orang di sekitarmu adalah orang-orang yang Tuhan utus untuk Anda layani?<br \/>2. Sudahkah Anda mendoakan mereka setiap hari, dan meminta hikmat Tuhan untuk memakai Anda melayani mereka?<\/p>\n<p><strong>PERTEMUAN III<br \/>Misi Bagi Kota \u2013 Belajar dari Perempuan Samaria (Yoh. 4:39-42)<br \/><\/strong><\/p>\n<p><strong>Pendahuluan<\/strong><br \/>Kota adalah suatu wilayah pemusatan penduduk dan aktivitasnya, seperti: aktivitas pendidikan, perekonomian, pemerintahan, seni budaya, hiburan dan sebagainya. Di kota umumnya terjadi pembauran berbagai kelompok masyarakat dari berbagai suku, agama, tingkat sosial, ekonomi, pendidikan dan sebagainya. <br \/>Ciri khas kota yang demikian menjadikan kota sebagai tempat yang sangat strategis untuk pemberitaan Injil kepada berbagai kelompok masyarakat. Dan bila kelompok-kelompok masyarakat yang ada di kota itu telah dijangkau oleh Injil, maka mereka pada akhirnya akan membawa Injil kepada komunitas mereka di tempat-tempat lain juga terutama ke tempat asal mereka.<br \/>Mengingat strategisnya kota bagi kegiatan penginjilan, maka kita sering membaca bahwa baik Tuhan Yesus, maupun para rasul sering menjadikan kota-kota sebagai pusat operasi pemberitaan Injil. Dari kotalah Tuhan Yesus dan para rasul kemudian melanjutkan perluasan pemberitaan Injil ke daerah-daerah sekitarnya.<\/p>\n<p><strong>Isi<\/strong><br \/><strong>Bagaimana kita dapat menjangkau kota bagi Allah? Kita dapat belajar dari kisah yang terdapat dalam Yohanes 4:39-42.<\/strong><br \/><strong>1. Kita harus ingat bahwa Injil adalah hikmat dan kuasa Allah yang menyelesaikan masalah-masalah atau \u201cpenyakit-penyakit\u201d masyarakat yang terdapat di kota kita.<\/strong><br \/>Banyak orang berpikir bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi adalah solusi untuk menyembuhkan masalah-masalah atau penyakit-penyakit masyarakat di kota mereka. Namun kita melihat justru dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, kota tidak juga sembuh dari berbagai penyakitnya. <br \/>Berbeda dengan peristiwa yang terjadi di Samaria ketika Yesus datang ke sana. Yesus menjadi sumber kesembuhan bagi penyakit kota tersebut. Bila kita membaca kisah ini maka kita menemukan paling sedikit ada dua penyakit masyarakat di kota Samaria, yaitu: dosa seksual (amoral), ketidak pedulian terhadap sesama. Wanita Samaria sebagai perwakilan dari masalah dosa seksual menjadi sembuh setelah berjumpa Tuhan Yesus. Dan setelah perempuan itu sembuh, ia membawa kesembuhan itu pada masyarakat di sekitarnya. Tampaknya, sebelum peristiwa itu masyarakat tidak peduli satu terhadap yang lain termasuk terhadap kehidupan perempuan itu, mereka semua masing-masing hidup di dalam \u201csangkar kehidupannya.\u201d Tetapi relasi dan kepedulian manusia pun akhirnya sembuh oleh kehadiran Yesus.<br \/><br \/><strong>2. Kehidupan orang-orang yang telah disembuhkan oleh kuasa Injil adalah alat kesaksian yang efektif bagi kota.<\/strong><br \/>Bila orang-orang yang disembuhkan oleh kuasa Injil didorong untuk memberi kesaksian bagi masyarakat kota, itu akan menjadi sarana yang efektif untuk membawa banyak orang kepada pertobatan. Perempuan Samaria yang telah disembuhkan dari amoralitas kemudian bersaksi dan membawa lebih banyak orang kepada Kristus.<br \/><br \/><strong>3. Orang-orang yang telah percaya di kota harus dimuridkan lebih lanjut.<\/strong><br \/>Yesus kemudian tinggal dua hari di Samaria (Yoh. 4:40, 43). Yesus tinggal di Samaria untuk mengabarkan Injil sekaligus memuridkan mereka yang telah menjadi percaya. Pelayanan kepada masyarakat kota tidak berhenti ketika mereka telah percaya, tetapi harus terus dilanjutkan supaya orang-orang yang telah percaya itu menjadi dewasa dalam iman.<\/p>\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><br \/>Masyarakat kota yang terdiri dari berbagai kelompok juga adalah ladang misi yang perlu digarap. Tuhan telah memberikan kepada kita Injil yang mempunyai kuasa untuk menyelamatkan dan sekaligus menyembuhkan penyakit-penyakit masyarakat kota sehingga kehidupan masyarakat kota dibarui. Mereka yang telah percaya harus didorong untuk memberikan kesaksian kepada banyak orang, dan orang-orang yang percaya kemudian harus mendapatkan pembinaan lebih lanjut bagi pertumbuhan rohani mereka.<\/p>\n<p><strong>Pertanyaan Diskusi:<\/strong> <br \/>1. Apakah menurut Anda, penyakit-penyakit masyarakat kota dapat disembuhkan melalui ilmu pengetahuan dan teknologi?<br \/>2. Rencanakanlah bersama semua anggota care cell Anda suatu kegiatan yang khusus ditujukan untuk menjangkau masyarakat kota di sekitar saudara!<\/p>\n<p><strong>PERTEMUAN IV<br \/>Misi Bagi Bangsa \u2013 Belajar dari Yunus (Yun. 4:1-11)<br \/><\/strong><\/p>\n<p><strong>Pendahuluan<\/strong><br \/>Jika Tuhan bekerja maka di dalam pelayanan akan ada pelipatgandaan dan perluasan. Tuhan tidak hanya mengutus kita untuk memenangkan keluarga kita masing-masing. Tuhan juga mengutus kita untuk melayani komunitas kita. Selanjutnya Tuhan ingin memakai kita untuk memenangkan kota kita bagi Injil. Setelah kota, Tuhan ingin memakai kita juga untuk menjangkau bangsa kita bagi Tuhan.<\/p>\n<p><strong>Isi<\/strong><br \/><strong>Dari Yunus 4:1-11, kita belajar bagaimana menjangkau suatu bangsa bagi Tuhan.<\/strong><br \/><strong>1. Tuhan menghendaki kita memiliki belas kasihan-Nya atas bangsa kita.<\/strong><br \/>Yunus memang memberitakan pertobatan ke Niniwe (bangsa Asyur) tetapi di dalam hatinya ia membenci mereka. Namun, beritanya dipakai Tuhan untuk membawa bangsa Asyur (Niniwe) kepada pertobatan. Walaupun Yunus mengharapkan agar bangsa itu tidak bertobat sehingga dihukum Allah, tetapi Allah dalam belas kasihan-Nya justru mengharapkan bangsa itu bertobat sehingga mereka dihindarkan dari hukuman-Nya. Orang-orang yang memiliki belas kasihan atas bangsa mereka, pasti akan tergerak untuk memberitakan Injil.<br \/><br \/><strong>2. Menabur firman Tuhan secara terus-menerus bagi bangsa kita adalah cara pasti untuk membawa semakin banyak orang kepada Tuhan.<\/strong><br \/>Orang-orang hanya bertobat apabila firman Tuhan diberitakan, seperti yang terjadi pada Niniwe (bangsa Asyur). Pergunakanlah setiap kesempatan untuk memberitakan firman Tuhan. Pakailah semua media: whatsapp, facebook, Instagram, tiktok, youtube, dan sebagainya. Bila perlu buat tulisan-tulisan renungan, khotbah, buku-buku rohani, buat lagu-lagu yang diambil dari firman Tuhan untuk terus mempengaruhi seluruh masyarakat di Indonesia.<br \/><br \/><strong>Kesimpulan<\/strong><br \/>Bangsa kita ada di hati Allah. Ia menghendaki agar semua orang bertobat dan diselamatkan. Tuhan ingin memakai semua orang Kristen untuk membawa berita keselamatan kepada bangsanya, termasuk Indonesia.<\/p>\n<p><strong>Pertanyaan Diskusi:<\/strong><\/p>\n<p>1. Menurut Anda, bagaimanakah menumbuhkan belas kasihan Allah di dalam hati kita terhadap bangsa Indonesia? Diskusikanlah!<br \/>2. Rancanglah suatu kegiatan bersama anggota care cell Anda, di mana kegiatan itu ditujukan untuk memberitakan firman Tuhan atas bangsa Indonesia! Misalnya lewat youtube.<\/p>\n<p><strong>PERTEMUAN V<br \/>Misi Bagi Dunia (Mat. 28:18-20; Kis. 1:8; 13:47)<br \/><\/strong><\/p>\n<p><strong>Pendahuluan<\/strong><br \/>Dan pada klimaksnya, orang Kristen juga diutus untuk melakukan misi bagi dunia atau bangsa-bangsa. Sebab Tuhan menghendaki agar dari segala suku, bahasa, kaum dan bangsa diselamatkan dan beroleh pengenalan akan Allah (Why. 5:9). Tuhan juga telah menetapkan orang percaya untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa, supaya keselamatan sampai ke ujung bumi (Kis. 13:47).<\/p>\n<p><strong>Isi<\/strong><br \/><strong>Bagaimana cara orang Kristen melaksanakan misi bagi dunia?<\/strong><br \/><strong>1. Pergi memberitakan Injil kepada segala bangsa.<\/strong><br \/>Tuhan memerintahkan agar kita pergi memberitakan Injil kepada segala bangsa (pantata etne). Artinya kepada setiap suku, seperti suku Jawa, Sunda, Batak, Nias, Betawi, Anak Dalam, Dayak, Bugis, Asmat dan seterusnya. Suku-suku tersebut tidak akan dijangkau kalau tidak ada yang memberitakan Injil kepada mereka. Itu sebabnya gereja juga perlu mengutus utusan-utusan misi kepada setiap suku tersebut.<br \/><br \/><strong>2. Muridkan orang-orang yang telah percaya dari setiap suku tersebut.<\/strong><br \/>Orang-orang yang telah percaya dari setiap suku tersebut harus dimuridkan dan diutus kembali untuk menjangkau suku mereka. Di dalam gereja mungkin perlu dikembangkan pemuridan khusus terhadap suku-suku supaya mereka bisa lebih efektif menjangkau suku mereka sendiri.<br \/><br \/><strong>3. Tuhan mengaruniakan kuasa Roh Kudus.<\/strong><br \/>Kuasa Roh Kudus membuat pelayanan pemberitaan Injil menjadi efektif. Orang seringkali diyakinkan melalui demonstrasi kuasa, sehingga mereka dengan bulat hati percaya dan diselamatkan. Mintalah kuasa Roh Kudus saat Anda bersaksi, agar Roh Kudus memakai kesaksian Anda untuk membawa jiwa-jiwa kepada pertobatan dan keselamatan. <br \/><br \/><strong>Kesimpulan<\/strong><br \/>Gereja dipanggil untuk membawa terang bagi bangsa-bangsa, supaya keselamatan yang dari Allah sampai ke ujung-ujung bumi. Hasil akhir penginjilan diharapkan untuk membawa setiap suku, bahasa, kaum dan bangsa kepada pertobatan dan keselamatan melalui iman kepada Tuhan Yesus Kristus. Untuk itu orang-orang percaya harus pergi memberitakan Injil kepada segala suku dan memuridkan orang-orang yang telah percaya dari suku tersebut sehingga kemudian mereka dapat diutus kembali kepada suku mereka. Dalam melaksanakan misi ini, Tuhan mengaruniakan kuasa Roh Kudus kepada orang percaya sehingga kesaksian mereka menjadi efektif.<\/p>\n<p><strong>Pertanyaan Diskusi:<\/strong><\/p>\n<p>1. Pernahkah Anda, mendoakan satu suku tertentu secara khusus agar mereka beroleh keselamatan?<br \/>2. Rencanakanlah bersama anggota care cell Anda untuk mengadopsi salah satu suku di Indonesia untuk didoakan setiap hari. Cari tahu tentang informasi suku tersebut: budaya, masalah-masalah yang dihadapinya. Minta Tuhan untuk mengutus utusan misi ke suku tersebut. Dan bila ada pelayanan misi di suku tersebut, mungkin perlu membangun komunikasi sehingga mendapat informasi yang lebih lengkap untuk dibawa dalam doa. Bila perlu ajak anggota care cell untuk memberikan dukungan dana bagi penginjilan pada suku tersebut.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Pdp.Dr. Ferry Simanjuntak PERTEMUAN IMisi Bagi Keluarga (Kis. 16:30-34) PendahuluanAllah menghendaki agar setiap anggota keluarga menjadi keturunan Ilahi. Hal itu dapat terjadi bila mereka dilahirkan kembali dan dididik menjadi murid Tuhan. Karena itu, pelayanan misi orang Kristen sejatinya ditujukan pertama kali bagi keluarga mereka. Patut disayangkan bila di dalam keluarga Kristen masih ditemukan ada &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":24358,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-24357","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-care_cell"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Bahan Care Cell OKTOBER 2021 - GBI Pasir Koja 39 Bandung<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-oktober-2021\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bahan Care Cell OKTOBER 2021 - GBI Pasir Koja 39 Bandung\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Pdp.Dr. Ferry Simanjuntak PERTEMUAN IMisi Bagi Keluarga (Kis. 16:30-34) PendahuluanAllah menghendaki agar setiap anggota keluarga menjadi keturunan Ilahi. Hal itu dapat terjadi bila mereka dilahirkan kembali dan dididik menjadi murid Tuhan. Karena itu, pelayanan misi orang Kristen sejatinya ditujukan pertama kali bagi keluarga mereka. Patut disayangkan bila di dalam keluarga Kristen masih ditemukan ada &hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-oktober-2021\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"GBI Pasir Koja 39 Bandung\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/gbipasirkoja39\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-09-30T06:24:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-09-30T06:24:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Care-Cell.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"300\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"160\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Endah Andriani\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Endah Andriani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-oktober-2021\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-oktober-2021\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Endah Andriani\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d0abfc588a98cec3c759ec374ad1268c\"},\"headline\":\"Bahan Care Cell OKTOBER 2021\",\"datePublished\":\"2021-09-30T06:24:37+00:00\",\"dateModified\":\"2021-09-30T06:24:40+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-oktober-2021\\\/\"},\"wordCount\":2172,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-oktober-2021\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/09\\\/Care-Cell.jpg\",\"articleSection\":[\"Bahan Care Cell\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-oktober-2021\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-oktober-2021\\\/\",\"name\":\"Bahan Care Cell OKTOBER 2021 - GBI Pasir Koja 39 Bandung\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-oktober-2021\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-oktober-2021\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/09\\\/Care-Cell.jpg\",\"datePublished\":\"2021-09-30T06:24:37+00:00\",\"dateModified\":\"2021-09-30T06:24:40+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-oktober-2021\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-oktober-2021\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-oktober-2021\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/09\\\/Care-Cell.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/09\\\/Care-Cell.jpg\",\"width\":300,\"height\":160},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-oktober-2021\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bahan Care Cell OKTOBER 2021\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/\",\"name\":\"GBI Pasir Koja 39 Bandung\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#organization\",\"name\":\"GBI PasirKoja 39 Bandung\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/200px-Logo_GBI.svg_.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/200px-Logo_GBI.svg_.png\",\"width\":200,\"height\":200,\"caption\":\"GBI PasirKoja 39 Bandung\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/gbipasirkoja39\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/gbipasirkoja39\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/GBIPasirKoja39\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d0abfc588a98cec3c759ec374ad1268c\",\"name\":\"Endah Andriani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Endah Andriani\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/author\\\/innocehioe\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bahan Care Cell OKTOBER 2021 - GBI Pasir Koja 39 Bandung","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-oktober-2021\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bahan Care Cell OKTOBER 2021 - GBI Pasir Koja 39 Bandung","og_description":"Oleh: Pdp.Dr. Ferry Simanjuntak PERTEMUAN IMisi Bagi Keluarga (Kis. 16:30-34) PendahuluanAllah menghendaki agar setiap anggota keluarga menjadi keturunan Ilahi. Hal itu dapat terjadi bila mereka dilahirkan kembali dan dididik menjadi murid Tuhan. Karena itu, pelayanan misi orang Kristen sejatinya ditujukan pertama kali bagi keluarga mereka. Patut disayangkan bila di dalam keluarga Kristen masih ditemukan ada &hellip;","og_url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-oktober-2021\/","og_site_name":"GBI Pasir Koja 39 Bandung","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/gbipasirkoja39","article_published_time":"2021-09-30T06:24:37+00:00","article_modified_time":"2021-09-30T06:24:40+00:00","og_image":[{"width":300,"height":160,"url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Care-Cell.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Endah Andriani","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Endah Andriani","Est. reading time":"11 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-oktober-2021\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-oktober-2021\/"},"author":{"name":"Endah Andriani","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/person\/d0abfc588a98cec3c759ec374ad1268c"},"headline":"Bahan Care Cell OKTOBER 2021","datePublished":"2021-09-30T06:24:37+00:00","dateModified":"2021-09-30T06:24:40+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-oktober-2021\/"},"wordCount":2172,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-oktober-2021\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Care-Cell.jpg","articleSection":["Bahan Care Cell"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-oktober-2021\/","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-oktober-2021\/","name":"Bahan Care Cell OKTOBER 2021 - GBI Pasir Koja 39 Bandung","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-oktober-2021\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-oktober-2021\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Care-Cell.jpg","datePublished":"2021-09-30T06:24:37+00:00","dateModified":"2021-09-30T06:24:40+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-oktober-2021\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-oktober-2021\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-oktober-2021\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Care-Cell.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Care-Cell.jpg","width":300,"height":160},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-oktober-2021\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bahan Care Cell OKTOBER 2021"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#website","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/","name":"GBI Pasir Koja 39 Bandung","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#organization","name":"GBI PasirKoja 39 Bandung","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/200px-Logo_GBI.svg_.png","contentUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/200px-Logo_GBI.svg_.png","width":200,"height":200,"caption":"GBI PasirKoja 39 Bandung"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/gbipasirkoja39","https:\/\/www.instagram.com\/gbipasirkoja39","https:\/\/www.youtube.com\/c\/GBIPasirKoja39"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/person\/d0abfc588a98cec3c759ec374ad1268c","name":"Endah Andriani","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g","caption":"Endah Andriani"},"url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/author\/innocehioe\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24357","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24357"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24357\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24358"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24357"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24357"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24357"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}