{"id":23667,"date":"2021-08-31T15:58:18","date_gmt":"2021-08-31T08:58:18","guid":{"rendered":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/?p=23667"},"modified":"2021-08-31T15:58:20","modified_gmt":"2021-08-31T08:58:20","slug":"bahan-care-cell-september-2021","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-september-2021\/","title":{"rendered":"Bahan Care Cell September 2021"},"content":{"rendered":"\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"160\" src=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Care-Cell.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-23668\"\/><figcaption><strong>Oleh: Pdp.Dr. Ferry Simanjuntak<\/strong><\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p><strong>PERTEMUAN I<\/strong><br \/><strong>Hidup Orang Kristen (1 Ptr. 4:7-19)<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pendahuluan<\/strong><br \/>Orang Kristen dipanggil untuk hidup dengan cara yang berbeda dengan orang-orang yang tidak mengenal Allah. Orang Kristen telah dipanggil keluar dari kegelapan dan sekarang menjadi warga Kerajaan Allah. Kehidupan orang Kristen sejatinya menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar mereka.<\/p>\n<p><strong>Isi<\/strong> <br \/><strong>Rasul Petrus menasihati tentang beberapa cara hidup orang Kristen, yaitu:<\/strong><br \/>1. Orang Kristen mengarahkan hati, pikiran dan hidup mereka kepada kekekalan (1 Ptr. 4:7)<br \/>Orang Kristen tidak mengarahkan dirinya pada hal-hal yang sementara di dunia ini, karena semua yang ada di dalam dunia ini akan berlalu. Uang dan benda-benda yang kita miliki sekarang tidaklah kekal. Tuhan meminta agar kita bekerja bukan untuk upah yang sementara tetapi untuk upah yang kekal. Israel diperingati agar jangan mereka melupakan Tuhan, menjadi sombong dan sibuk dengan kekayaan mereka setelah mereka menjadi kaya (Ul. 8:11-14).<br \/><br \/><strong>2. Di dunia ini orang Kristen dipanggil untuk melayani (1 Ptr. 4:7-11)<\/strong><br \/>Pelayanan dapat dilakukan melalui doa, memberi pengampunan bagi orang yang bersalah, memberi tumpangan, melayani sesuai dengan karunia yang kita miliki. Pendek kata kebaikan apa saja yang dapat kita berikan kepada sesama adalah merupakan pelayanan.<br \/><br \/><strong>3. Orang Kristen dipanggil untuk ikut menderita karena iman (1 Ptr. 4:19)<\/strong><br \/>Penderitaan bisa datang karena kesalahan atau kebodohan. Penderitaan bisa juga terjadi karena iman. Ada orang yang menderita karena kesalahan atau kebodohan. Penderitaan yang demikian tidak memuliakan Allah. Tetapi kalau kita hidup dalam kebenaran dan karenanya kita menderita, maka dalam penderitaan itu kita memuliakan Allah dan ada upah bagi kita. Para Rasul, termasuk Petrus yang menulis surat ini juga menderita karena iman, dan dalam sejarahnya kemudian kita tahu bahwa akhirnya ia mati dengan cara disalib terbalik. Tetapi ia yakin bahwa ada upah di balik setiap penderitaan yang dialami karena iman.<\/p>\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><br \/>Hidup orang Kristen berbeda dengan orang dunia karena orang Kristen telah dipanggil keluar dari kegelapan dan sekarang menjadi warga Kerajaan Allah. Orang Kristen dipanggil untuk mengarahkan perjuangan hidup mereka pada kekekalan bukan pada harta atau benda-benda dunia. Selain itu, orang Kristen juga dipanggil untuk melayani sesama mereka dan tetap bersukacita kalaupun karena iman mereka harus menderita, karena ada upah bagi mereka dalam Kerajaan Allah. <br \/><br \/><strong>Pertanyaan Diskusi:<\/strong> <br \/>1. Pernahkah Anda bertindak bodoh atau tidak taat dan kemudian mengalami penderitaan sebagai akibatnya? Menurut Anda, apakah penderitaan demikian dapat disebut sebagai kemuliaan dan dapat dibanggakan?<br \/>2. Pernahkan Anda menderita karena iman? Misalnya: diejek hanya karena Anda adalah orang Kristen? Ceritakanlah pengalamanmu dan bagaimana reaksimu pada waktu mengalaminya? Apa pelajaran yang dapat Anda petik dari pengalaman tersebut?<br \/><br \/><strong>PERTEMUAN II<\/strong><br \/><strong>Mengasihi Tuhan dan Sesama (Mat. 22:34-40)<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pendahuluan<\/strong><br \/>Tuhan Yesus meringkas seluruh hukum Taurat dengan perintah: \u201cKasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, jiwa dan akal budimu. Dan kasihilah sesamamu manusia sama seperti dirimu sendiri (Mat. 22:34-40). <br \/>Artinya hukum Taurat itu hanya terdiri dari dua pokok utama, yaitu: relasi kita dengan Tuhan dan sesama.<br \/><br \/><strong>Isi<\/strong><br \/><strong>Mengasihi Allah dapat dilakukan dengan cara:<\/strong><br \/>1. Taat pada kebenaran<br \/>Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa cara kita mengasihi Allah adalah dengan taat kepada kebenaran (Yoh. 14:21). Ketaatan bukan soal perasaan belaka. Perasaan-perasaan kita akan mengikuti ketaatan. Bila kita taat, perasaan kita akan diliputi oleh sukacita, damai sejahtera dan ketenteraman. Bila kita tidak taat, maka perasaan kita akan menjadi gelisah dan tidak nyaman.<br \/><br \/><strong>2. Membenci dunia<\/strong><br \/>Kalau kita mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada pada kita (1 Yoh. 2:15). Dunia adalah semua nilai atau cara hidup yang bertentangan dengan kebenaran. Misalnya: orang dunia berpikir bahwa mereka akan mendapat untung jika mereka mengurangi bahan baku dari produk mereka. Sehingga selisih penjualan dengan modal saat membuat barang menjadi lebih besar. Namun Tuhan meminta kita untuk membenci cara-cara demikian di dalam kehidupan kita sehari-hari.<\/p>\n<p><strong>Mengasihi sesama dapat dilakukan dengan cara:<\/strong><br \/><strong>1. Menolong mereka yang sedang dalam kesusahan<\/strong><br \/>Yakobus menyebut bahwa ibadah kita yang sejati adalah mengunjungi janda dan anak yatim (Yak. 1:27). Janda dan anak yatim adalah gambaran dari kelompok masyarakat yang sedang menderita dan susah. Tuhan menghendaki agar kita melayani mereka sebagai bagian dari ibadah kita.<br \/><br \/><strong>2. Melayani sesama<\/strong><br \/>Mengasihi sesama dapat kita lakukan dengan melayani sesama kita. Prinsipnya, apa saja kebaikan yang dapat kita berikan kepada sesama kita adalah suatu bentuk pelayanan. Misalnya, ada saudara kita yang sedang menganggur dan membutuhkan pekerjaan. Kita mungkin tidak bisa memberi pekerjaan pada mereka, tapi kemudian ada informasi tentang lowongan pekerjaan dan kemudian kita memberitahukannya pada saudara kita yang menganggur tadi. Melalui informasi itu, ia melamar dan kemudian mendapatkan pekerjaan. <br \/><br \/><strong>Kesimpulan:<\/strong><br \/>Ada banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mengasihi Allah dan sesama kita. Mengasihi Allah kita lakukan dengan ketaatan pada kebenaran dan membenci dunia. Mengasihi sesama kita lakukan dengan menolong serta melayani mereka terutama dalam kesusahan mereka.<br \/><br \/><strong>Pertanyaan Diskusi:<\/strong> <br \/>1. Ceritakanlah pengalaman bagaimana Anda sangat bersukacita setelah memberi pertolongan pada orang lain?<br \/>2. Jika Anda ingin mengalami sukacita yang demikian terus-menerus, lakukanlah kebaikan yang lebih banyak lagi kepada orang lain!<\/p>\n<p><strong>PERTEMUAN III<br \/>Panggilan Untuk Melayani (Mat. 20:25-28)<br \/><\/strong><\/p>\n<p><strong>Pendahuluan<\/strong><br \/>Dunia ini menganggap kebesaran adalah saat kita bisa memerintah orang lain, bila perlu dengan cara-cara kekerasan dan memaksa. Tetapi Tuhan Yesus mengajarkan bahwa Kerajaan Allah memiliki nilai dan prinsip yang berbeda. Di dalam Kerajaan Allah, kebesaran dilihat dari kesediaan untuk menghambakan diri atau melayani orang lain.<\/p>\n<p><strong>Isi<\/strong><br \/>Teladan terbesar dalam pelayanan adalah Tuhan Yesus sendiri. Ia telah datang ke dalam dunia mengosongkan kesetaraan dengan Allah dan mengambil rupa seorang hamba. Saat Ia melayani, Ia rela menderita dan bahkan menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib untuk keselamatan kita.<\/p>\n<p><strong>Dengan demikian kita dapat melihat beberapa prinsip yang bisa kita terapkan bila kita ingin melayani:<\/strong><br \/><strong>1. Melayani bukanlah untuk mencari kedudukan atau jabatan<\/strong><br \/>Di dunia ini, orang berlomba-lomba untuk mendapat kedudukan atau jabatan. Sebab kedudukan atau jabatan dekat dengan kenyamanan, fasilitas dan penghormatan. Tetapi di dalam Kerajaan Allah pelayanan bukanlah soal kedudukan atau jabatan. Melayani justru rela menanggalkan \u201cstatus\u201d untuk mengusahakan kebaikan atau kesejahteraan orang lain.<br \/><br \/><strong>2. Melayani bukanlah kesempatan untuk mengambil keuntungan<\/strong><br \/>Tuhan Yesus tidak mengambil keuntungan bagi diri-Nya sendiri sama sekali. Sebaliknya, Ia telah mengorbankan hidup-Nya di kayu salib untuk keselamatan kita.<\/p>\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><br \/>Kita dipanggil untuk melayani dan bukan untuk dilayani. Tuhan Yesus telah memberikan teladan melalui kehidupan-Nya sendiri. Bagaimana Ia telah mengosongkan kesetaraan dengan Allah dan mengambil rupa seorang hamba, bahkan menyerahkan nyawa-Nya untuk keselamatan kita. Mari kita berlomba untuk melayani bukan untuk mencari kedudukan atau jabatan, atau bahkan untuk mengambil keuntungan.<\/p>\n<p><strong>Pertanyaan Diskusi:<\/strong> <br \/>1. Menurut Anda, apakah melayani adalah merupakan pilihan yang bisa tidak kita lakukan kalau kita tidak merasa nyaman karenanya. Atau merupakan suatu panggilan dan kehormatan dari Allah bagi kita?<br \/>2. Menurut Anda, apakah melayani berarti kita harus juga sekaligus diberikan kedudukan atau jabatan?<\/p>\n<p><strong>PERTEMUAN IV<br \/>Satu Keteladanan Melebihi Ribuan Petuah (Tit. 2:6-8; 1 Ptr. 2:18-25)<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pendahuluan<\/strong><br \/>Orang lebih mudah belajar dari apa yang mereka dengar, lihat dan alami sekaligus. Bila hanya mendengar, mereka hanya akan menangkap 10% saja dari apa yang diajarkan. Tetapi bila pengajaran itu disertai contoh-contoh konkrit dan mereka ikut terlibat di dalamnya, maka pengajaran akan diserap jauh lebih banyak.<br \/>Itulah metode mengajar yang Tuhan Yesus terapkan saat memuridkan. Ia mengajar, sambil memberikan contoh dari kehidupan-Nya sendiri dan melibatkan murid-murid di dalam-Nya. Metode ini kemudian diterapkan oleh para rasul dan para pemimpin gereja di kemudian hari. Itu sebabnya, para pemimpin diangkat karena mereka telah terbukti menghidupi kebenaran di dalam kehidupan mereka sehari-hari. Mereka diberi jabatan dan kedudukan itu bukan untuk memotivasi mereka supaya dengan memegang posisi atau jabatan itu mereka kemudian akan melakukan firman Tuhan. Sebaliknya, karena mereka telah terbukti melakukan firman Tuhan barulah mereka diangkat ke dalam jabatan atau kedudukan itu.<\/p>\n<p><strong>Isi<\/strong><br \/><strong>Siapa pun kita diperintahkan untuk memberikan teladan kepada jemaat melalui kehidupan kita, karena Tuhan Yesus sendiri sudah meninggalkan teladan bagi kita (1 Ptr. 2:21-22), yaitu:<\/strong><br \/><strong>1. Teladan dalam berbuat baik (Tit. 2:7a)<\/strong><br \/>Berbuat baik dapat kita lakukan dari hal-hal yang sederhana. Misalnya di kantor tempat kita kerja, setiap kali kita akan pulang kerja, kita memastikan bahwa komputer yang tadi kita gunakan sudah dimatikan demikian juga lampu. Itu adalah suatu wujud kebaikan, sebab dengan demikian kita tidak melakukan pemborosan. <br \/><br \/><strong>2. Teladan dalam kejujuran (Tit. 2:7b)<\/strong><br \/>Alkitab menasihati kita agar berkata ya di atas ya dan berkata tidak di atas tidak, selebihnya adalah berasal dari si jahat (Mat. 5:37). Jangan terpancing untuk melebih-lebihkan saat berbicara atau bercerita hanya untuk mendapat kesan \u201cwah\u201d, belajarlah berkata-kata jujur di dalam segala hal.<br \/><br \/><strong>3. Teladan dalam ketaatan (Tit. 2:9)<\/strong><br \/>Ketaatan dibangun dari hal-hal kecil. Ketaatan itu bersifat menular. Anak yang melihat orang tuanya taat, akan termotivasi untuk juga taat kepada kebenaran.<br \/><br \/><strong>4. Teladan dalam ketulusan dan kesetiaan (Tit. 2:10)<\/strong><br \/>Ketulusan berarti memberi kebaikan tanpa mengharapkan balasan. Ketulusan sangat menyenangkan hati Tuhan dan memperkuat hubungan dengan sesama. Namun sikap yang menuntut dan selalu mengharapkan balasan merusak semua hubungan.<br \/><br \/><strong>Kesimpulan<\/strong><br \/>Tuhan Yesus telah meninggalkan teladan bagi kita supaya kita mengikuti jejak-Nya. Jadilah teladan dalam berbuat baik, kejujuran, ketaatan maupun ketulusan dan kesetiaan.<\/p>\n<p><strong>Pertanyaan Diskusi:<br \/><\/strong>1. Pikirkanlah kebaikan apa saja yang kira-kira bisa Anda berikan kepada anggota care cell yang lain selama 1 minggu ke depan.<br \/>2. Lalu buatlah satu rencana tindakan untuk mewujudkan kebaikan itu pada anggota care cell yang lain. Dan lihatlah dampaknya bagi pelayanan care cell saudara!<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Pdp.Dr. Ferry Simanjuntak PERTEMUAN IHidup Orang Kristen (1 Ptr. 4:7-19) PendahuluanOrang Kristen dipanggil untuk hidup dengan cara yang berbeda dengan orang-orang yang tidak mengenal Allah. Orang Kristen telah dipanggil keluar dari kegelapan dan sekarang menjadi warga Kerajaan Allah. Kehidupan orang Kristen sejatinya menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar mereka. Isi Rasul Petrus menasihati tentang &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":23668,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-23667","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-renungan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Bahan Care Cell September 2021 - GBI Pasir Koja 39 Bandung<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-september-2021\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bahan Care Cell September 2021 - GBI Pasir Koja 39 Bandung\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Pdp.Dr. Ferry Simanjuntak PERTEMUAN IHidup Orang Kristen (1 Ptr. 4:7-19) PendahuluanOrang Kristen dipanggil untuk hidup dengan cara yang berbeda dengan orang-orang yang tidak mengenal Allah. Orang Kristen telah dipanggil keluar dari kegelapan dan sekarang menjadi warga Kerajaan Allah. Kehidupan orang Kristen sejatinya menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar mereka. Isi Rasul Petrus menasihati tentang &hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-september-2021\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"GBI Pasir Koja 39 Bandung\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/gbipasirkoja39\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-08-31T08:58:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-08-31T08:58:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Care-Cell.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"300\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"160\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Endah Andriani\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Endah Andriani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-september-2021\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-september-2021\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Endah Andriani\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d0abfc588a98cec3c759ec374ad1268c\"},\"headline\":\"Bahan Care Cell September 2021\",\"datePublished\":\"2021-08-31T08:58:18+00:00\",\"dateModified\":\"2021-08-31T08:58:20+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-september-2021\\\/\"},\"wordCount\":1457,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-september-2021\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/Care-Cell.jpg\",\"articleSection\":[\"Renungan\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-september-2021\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-september-2021\\\/\",\"name\":\"Bahan Care Cell September 2021 - GBI Pasir Koja 39 Bandung\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-september-2021\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-september-2021\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/Care-Cell.jpg\",\"datePublished\":\"2021-08-31T08:58:18+00:00\",\"dateModified\":\"2021-08-31T08:58:20+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-september-2021\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-september-2021\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-september-2021\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/Care-Cell.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/Care-Cell.jpg\",\"width\":300,\"height\":160},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-september-2021\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bahan Care Cell September 2021\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/\",\"name\":\"GBI Pasir Koja 39 Bandung\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#organization\",\"name\":\"GBI PasirKoja 39 Bandung\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/200px-Logo_GBI.svg_.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/200px-Logo_GBI.svg_.png\",\"width\":200,\"height\":200,\"caption\":\"GBI PasirKoja 39 Bandung\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/gbipasirkoja39\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/gbipasirkoja39\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/GBIPasirKoja39\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d0abfc588a98cec3c759ec374ad1268c\",\"name\":\"Endah Andriani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Endah Andriani\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/author\\\/innocehioe\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bahan Care Cell September 2021 - GBI Pasir Koja 39 Bandung","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-september-2021\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bahan Care Cell September 2021 - GBI Pasir Koja 39 Bandung","og_description":"Oleh: Pdp.Dr. Ferry Simanjuntak PERTEMUAN IHidup Orang Kristen (1 Ptr. 4:7-19) PendahuluanOrang Kristen dipanggil untuk hidup dengan cara yang berbeda dengan orang-orang yang tidak mengenal Allah. Orang Kristen telah dipanggil keluar dari kegelapan dan sekarang menjadi warga Kerajaan Allah. Kehidupan orang Kristen sejatinya menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar mereka. Isi Rasul Petrus menasihati tentang &hellip;","og_url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-september-2021\/","og_site_name":"GBI Pasir Koja 39 Bandung","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/gbipasirkoja39","article_published_time":"2021-08-31T08:58:18+00:00","article_modified_time":"2021-08-31T08:58:20+00:00","og_image":[{"width":300,"height":160,"url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Care-Cell.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Endah Andriani","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Endah Andriani","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-september-2021\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-september-2021\/"},"author":{"name":"Endah Andriani","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/person\/d0abfc588a98cec3c759ec374ad1268c"},"headline":"Bahan Care Cell September 2021","datePublished":"2021-08-31T08:58:18+00:00","dateModified":"2021-08-31T08:58:20+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-september-2021\/"},"wordCount":1457,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-september-2021\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Care-Cell.jpg","articleSection":["Renungan"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-september-2021\/","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-september-2021\/","name":"Bahan Care Cell September 2021 - GBI Pasir Koja 39 Bandung","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-september-2021\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-september-2021\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Care-Cell.jpg","datePublished":"2021-08-31T08:58:18+00:00","dateModified":"2021-08-31T08:58:20+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-september-2021\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-september-2021\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-september-2021\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Care-Cell.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Care-Cell.jpg","width":300,"height":160},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-september-2021\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bahan Care Cell September 2021"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#website","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/","name":"GBI Pasir Koja 39 Bandung","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#organization","name":"GBI PasirKoja 39 Bandung","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/200px-Logo_GBI.svg_.png","contentUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/200px-Logo_GBI.svg_.png","width":200,"height":200,"caption":"GBI PasirKoja 39 Bandung"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/gbipasirkoja39","https:\/\/www.instagram.com\/gbipasirkoja39","https:\/\/www.youtube.com\/c\/GBIPasirKoja39"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/person\/d0abfc588a98cec3c759ec374ad1268c","name":"Endah Andriani","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0d94d20c4b5dc7a4b5567911696bd573fb3fe237bb767fdda292f65514840386?s=96&d=mm&r=g","caption":"Endah Andriani"},"url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/author\/innocehioe\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23667","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23667"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23667\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23668"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23667"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23667"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23667"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}