{"id":21699,"date":"2021-02-03T08:42:29","date_gmt":"2021-02-03T01:42:29","guid":{"rendered":"http:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/?p=21699"},"modified":"2021-02-03T08:42:52","modified_gmt":"2021-02-03T01:42:52","slug":"bahan-care-cell-februari-2021","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-februari-2021\/","title":{"rendered":"Bahan Care Cell Februari 2021"},"content":{"rendered":"\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"alignleft size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"160\" src=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Care-cell-1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-21700\"\/><figcaption><strong>Oleh: Pdp.Dr. Ferry Simanjuntak<\/strong><\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p><strong>PERTEMUAN 1<br \/>Mengapa Harus Berdoa? <br \/>(Luk. 22:39-46)<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pendahuluan<\/strong><br \/>Doa adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan orang Kristen. Pentingnya doa sering kita dengar melalui pernyataan \u201cdoa adalah nafas kehidupan orang Kristen.\u201d <br \/>Tuhan Yesus adalah teladan terbesar dalam hal berdoa. Menurut Ibrani 5:7, selama hidup-Nya, Tuhan Yesus tidak henti-hentinya mempersembahkan doa. Ia berdoa pagi-pagi sekali sebelum memulai aktifitas apa pun (Mrk. 1:35). Tuhan Yesus berdoa saat sedang melakukan pelayanan-Nya, seperti ketika akan membuat mukjizat dari 5 ketul roti dan dua ekor ikan. Ia juga berdoa, saat telah menyelesaikan pelayanan-Nya. Seringkali pula Tuhan Yesus sengaja berhenti dari aktifitas-Nya lalu menyingkir dari keramaian supaya dapat berdoa.<br \/><br \/><strong>Isi<\/strong> <br \/>Dari doa Tuhan Yesus dalam Lukas 22:39-46, kita mendapat empat pelajaran rohani yang bisa kita terapkan dalam kehidupan kita, yaitu:<br \/>1. Doa harus menjadi gaya hidup kita<br \/>Ay. 39 berkata \u201csebagaimana biasanya\u201d Tuhan Yesus pergi ke Bukit Zaitun untuk berdoa di sana. Dalam bahasa Inggris disebut \u201cregularly\u201d. Artinya, berdoa adalah suatu kebiasaan tetap atau gaya hidup yang dijalankan Tuhan Yesus selama hidup-Nya. Karena itu, doa juga seharusnya menjadi kebiasaan tetap di dalam kehidupan kita setiap hari.<br \/>2. Doa bisa menghindarkan kita dari pencobaan (ay. 40 dan 46).<br \/>Menurut Tuhan Yesus, doa dapat menghindarkan kita dari pencobaan. Sebagaimana dosa menjauhkan kita dari doa, dan doa menjauhkan kita dari dosa. Orang yang senantiasa berdoa akan menyadari kehadiran Tuhan dalam hidupnya. Kesadaran akan kehadiran Tuhan akan menimbulkan takut akan Tuhan yang mencegah kita dari dosa.<br \/>3. Doa bukan untuk memaksakan kehendak kita (ay. 41-42)<br \/>Saat berdoa, Tuhan Yesus berkata, \u201ctetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.\u201d Doa bukanlah alat untuk kita memaksakan kehendak kepada Tuhan. Melalui doa justru kita mengharapkan agar kehendak Tuhan yang jadi dalam hidup kita. Padahal kehendak Bapa adalah agar Tuhan Yesus menerima cawan (yang artinya: penderitaan). Tapi Tuhan Yesus rela menanggungnya kalau itu memang kehendak Bapa-Nya.<br \/>4. Melalui doa kita mendapatkan kekuatan rohani (ay. 43).<br \/>Saat Tuhan Yesus berdoa, Ia mendapat kekuatan rohani. Kita pun akan mendapat kekuatan rohani saat kita berdoa. Murid-murid tidak berdoa bersama Tuhan Yesus, itu sebabnya mereka tidak mendapat kekuatan rohani dan akhirnya jatuh ke dalam pencobaan, dan kalah.<\/p>\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><br \/>Orang Kristen harus menjadikan doa sebagai gaya hidupnya, karena doa adalah nafas kehidupan orang percaya. Melalui doa orang Kristen terhindar dari pencobaan bahkan mendapat kekuatan rohani untuk mengalami kemenangan. Melalui doa orang Kristen berserah, agar kehendak Tuhan yang jadi di dalam kehidupan mereka. <br \/><br \/><strong>Pertanyaan dan Penerapan<\/strong><br \/>1. Apakah yang paling menghalangi Anda berdoa selama ini?<br \/>2. Menurut Anda, cara praktis apa yang Anda dapat lakukan sejak hari ini, agar memiliki kehidupan doa yang tekun?<\/p>\n<p><strong>PERTEMUAN 2<br \/>Doa Perwira Pasukan Romawi &#8211; Kornelius (Kis. 10:1-4, 13-15, 44-48)<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pendahuluan<\/strong><br \/>Selain Tuhan Yesus, di dalam Alkitab kita juga dapat melihat teladan doa dari kehidupan banyak tokoh iman. Di antaranya adalah Kornelius \u2013 seorang perwira tentara pasukan Romawi yang dicatat kisahnya dalam Kisah Para Rasul 10.<br \/><br \/><strong>Isi<\/strong><br \/>Dari kehidupan Kornelius kita dapat belajar bahwa sementara kita berdoa, kita juga harus menjalani kehidupan yang berkenan kepada Tuhan, yaitu:<br \/>1. Hidup saleh (ay. 2)<br \/>Saleh artinya hidup tidak bercacat. Jika seseorang hidup saleh, maka orang tidak menemukan hal-hal yang jahat atau yang buruk yang dapat dituduhkan kepada kita. Seperti Daniel, ketika orang mencoba mencari-cari kesalahannya, mereka tidak dapat menemukannya (Dan. 6:5). Orang yang senang berdoa, seharusnya juga hidup saleh seperti itu<br \/>2. Takut akan Allah (ay. 2)<br \/>Takut akan Allah dalam Alkitab artinya menghormati Tuhan sedemikian rupa sehingga kita menjauhi kejahatan (dosa) dan taat melakukan kehendak-Nya di dalam kehidupan kita sehari-hari. Karena takut akan Allahlah, maka Yusuf menolak godaan isteri Potifar untuk berbuat zinah (Kej. 39:6-10). Orang yang suka berdoa seharusnya juga hidup takut akan Allah.<br \/>3. Bersedekah (ay. 2)<br \/>Bersedekah artinya dengan murah hati memberi dan menolong. Melalui doa kita terhubung dengan Allah, yang adalah pribadi yang murah hati, senang memberi dan menolong. Pepatah mengatakan bahwa kita akan menjadi sama dengan siapa kita bergaul. Kalau kita bergaul dengan Allah, maka sejatinya kita akan diubah menjadi semakin serupa dengan Dia, juga dalam hal kemurahan hati.<br \/>4. Dengan sukacita mendengar firman Tuhan (ay. 33)<br \/>Setelah mendapat penglihatan, Kornelius mengundang Petrus ke rumahnya untuk mendengarkan firman Tuhan, yaitu berita Injil Keselamatan. Doa tidak dapat berdiri sendiri tanpa firman Tuhan. Tuhan Yesus sendiri yang mengajarkan hal itu, bahwa kita harus menggabungkan doa dengan firman Tuhan. Yesus berkata \u201cJikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah (berdoalah) apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya (Yoh. 15:7). Inilah rahasia jawaban doa, yaitu gabungan antara doa dan firman Tuhan.<\/p>\n<p><strong>Kesimpulan:<\/strong><br \/>Kita bersyukur bahwa melalui para tokoh iman di dalam Alkitab, kita dapat belajar tentang doa. Melalui kehidupan Kornelius kita belajar bahwa orang yang berdoa harus hidup saleh, takut akan Allah, senang bersedekah dan dengan sukacita mendengar atau menerima firman Tuhan dalam hatinya. Maka doa akan memberikan hasil, yaitu jawaban doa.<\/p>\n<p><strong>Pertanyaan dan Penerapan<\/strong><br \/>1. Dari ke-4 teladan Kornelius, yaitu dalam hal: kesalehan, takut akan Allah, bersedekah dan senang mendengar Firman Tuhan. Manakah dari hal-hal tersebut yang perlu Anda tingkatkan akhir-akhir ini? Tetap tidak berubah? Berilah kesempatan anggota cell untuk mengemukakan pendapatnya.<br \/>2. Menurut Anda, mengapa firman Tuhan menjadi bagian yang tidak boleh dipisahkan dari doa kita?<\/p>\n<p><strong>PERTEMUAN 3<br \/>Doa Stefanus (Kis. 7:54-60)<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pendahuluan<\/strong><br \/>Di minggu ke-3 ini, kita belajar tentang doa dari teladan kehidupan Stefanus yang dicatat kisahnya dalam Kisah Para Rasul 7:54-60.<\/p>\n<p><strong>Isi<\/strong><br \/>Dari kehidupan Stefanus, kita dapat belajar empat hal yang juga harus ada di dalam diri para pendoa, yaitu:<br \/>1. Orang yang berdoa, haruslah penuh Roh Kudus (ay. 55)<br \/>Ayat ini mengatakan bahwa Stefanus adalah orang yang selalu hidup penuh dengan Roh Kudus. Menurut Roma 8:26, sebenarnya kita tidak tahu bagaimana sebenarnya kita harus berdoa, tetapi Roh Kudus akan membantu kita. Jadi tidak mungkin orang dapat berdoa dengan benar bila ia tidak dipenuhi oleh Roh Kudus. Kita selalu membutuhkan pertolongan Roh Kudus saat kita berdoa.<br \/>2. Orang yang berdoa, harus tetap bersaksi dengan penuh keberanian (ay. 56-59)<br \/>Stefanus tidak hanya berdoa, ia juga bersaksi dengan penuh keberanian. Walaupun karena kesaksian itu, ia akhirnya dilempari batu dan mati sebagai martir. Doa dan pemberitaan firman (kesaksian) itu dapat diumpamakan seperti membajak dan menabur benih. Apalah artinya kita membajak dan menggemburkan tanah, kalau kita tidak menabur benih. Walaupun tanah itu telah gembur, selama kita tidak menabur benih maka kita tetap tidak akan menuai. Tetapi kalau kita menabur benih sebelum tanah dibajak dan digemburkan, kita pun tidak dapat mengharapkan hasil panen yang maksimal. Demikianlah hubungan doa dan kesaksian (pemberitaan firman). Di satu sisi kita harus berdoa, tetapi di sisi lain kita pun harus tetap memberitakan firman (kesaksian).<br \/>3. Orang yang berdoa, harus melepaskan pengampunan pada orang yang bersalah (ay. 60)<br \/>Stefanus melepaskan pengampunan bagi orang yang menganiayanya, sama seperti Tuhan Yesus berdoa bagi orang yang menyalibkan-Nya. Tuhan Yesus pernah mengajarkan bahwa bila kita menyimpan kesalahan orang lain di dalam hati kita, maka doa kita tidak didengar oleh Bapa. Itu sebabnya, sebelum kita berdoa, kita harus membereskan dulu hati kita dan berdamai dengan orang lain (Mat. 5:23-24).<\/p>\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><br \/>Doa tidaklah berdiri sendiri dari aspek-aspek lain yang penting di dalam kehidupan kita. Orang yang berdoa haruslah dipenuhi Roh Kudus, karena Roh Kuduslah yang membantu kita saat berdoa. Demikian juga doa tidak bisa dilepaskan dari upaya untuk terus bersaksi dan memberitakan firman Tuhan. Doa juga menuntut kesucian hati, karena itu kita harus membereskan hati kita di hadapan Allah dan dengan sesama, bila kita menginginkan doa kita terkabul.<\/p>\n<p><strong>Pertanyaan dan Penerapan<\/strong><br \/>1. Banyak orang tidak mendapatkan jawaban doa, karena sementara berdoa mereka tetap menyimpan kepahitan di dalam hatinya. Bila ada anggota care cell yang menyimpan kepahitan, ijinkanlah mereka mengungkapkannya, sehingga dapat didoakan bersama-sama dan tuntunlah agar mereka melepaskan pengampunan!<br \/>2. Karena pentignya dipenuhi Roh Kudus untuk keberhasilan doa, maka berdoalah agar setiap anggota care cell saudara dipenuhi Roh Kudus.<\/p>\n<p><strong>PERTEMUAN 4<br \/>Doa Zakaria (Luk. 1:13-18)<br \/><\/strong><\/p>\n<p><strong>Pendahuluan<\/strong><br \/>Di minggu ke-4 ini, kita belajar tentang doa dari teladan kehidupan Zakaria yang dicatat kisahnya dalam Lukas 1:13-18.<\/p>\n<p><strong>Isi<\/strong><br \/>Dari kehidupan Zakaria, kita dapat belajar empat hal yang harus ada di dalam kehidupan para pendoa, yaitu:<br \/>1. Orang yang berdoa adalah orang yang hidup benar di hadapan Allah (ay. 6)<br \/>Zakaria bersama isterinya Elisabet disebut sebagai orang yang hidup benar di hadapan Allah. Benar artinya lurus, hatinya tidak bengkok. Alkitab memberikan sebutan ini kepada orang-orang yang segala aspek hidupnya selaras dengan kehendak Allah. Doa tidak dapat kita pisahkan dari cara hidup kita di hadapan Allah. Lawan kata hidup benar di hadapan Allah adalah munafik. Orang yang munafik menjalani kehidupan mereka dengan cara yang berbeda dengan doa mereka. Mereka mengucapkan doa-doa yang indah di hadapan Allah, namun menjalani kehidupan dengan perilaku yang buruk dan jahat. Tidaklah patut menjalani kehidupan seperti demikian bagi pendoa. <br \/>2. Orang yang berdoa, tetap tekun berdoa walaupun mengalami pergumulan (ay. 7)<br \/>Zakaria dan Elisabet tidak mempunyai anak. Ini adalah pergumulan di dalam kehidupan mereka. Tetapi mereka tetap tekun berdoa dan tekun melayani. Pergumulan tidak membuat mereka berhenti berdoa, malah mereka semakin tekun berdoa. Seharusnyalah pendoa juga tetap tekun berdoa walaupun mengalami pergumulan dalam hidup.<br \/>3. Orang yang berdoa adalah orang yang tetap melayani Allah dengan setia (ay. 8-10)<br \/>Zakaria tidak hanya berdoa, tetapi ia melakukan semua pelayanannya dengan tekun. Memang benar, bahwa doa itu adalah suatu pelayanan juga. Tetapi teladan para tokoh iman di dalam Alkitab, selain berdoa mereka juga tetap melakukan pelayanan yang lain sesuai panggilan mereka seperti Zakaria. Karena itu, ikutlah melayani di care cell, di gereja dan dalam komisi apa pun yang bisa saudara lakukan.<br \/>4. Ada jaminan jawaban doa bagi mereka yang tekun berdoa (ay. 13)<br \/>Akhirnya doa Zakaria dan Elisabet dikabulkan, Allah mengaruniakan anak laki-laki kepada mereka. Kisah ini seharusnya membesarkan hati kita, bahwa ada jaminan jawaban doa, bagi mereka yang tekun berdoa. Karena itu, jangan putus asa, tetaplah berdoa.<\/p>\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><br \/>Dari kehidupan Zakaria kita belajar bahwa bila kita berdoa, kita juga harus hidup benar di hadapan Allah. Kita tidak boleh menjalani kehidupan yang buruk dan jahat sementara kita berdoa. Selain itu, orang yang berdoa kadang diijinkan Allah mengalami pergumulan di dalam kehidupan mereka. Namun Allah menghendaki kita tetap tekun berdoa, karena Ia memberi jaminan jawaban atas doa-doa kita.<\/p>\n<p><strong>Pertanyaan dan Penerapan<\/strong><br \/>1. Kalau Tuhan memberi jaminan jawaban atas doa-doa kita, seharusnya hal itu memberikan dorongan semangat agar kita tetap tekun berdoa. Apakah kendala yang saudara alami selama ini sehingga kesulitan untuk tekun berdoa?<br \/>2. Mintalah satu atau dua anggota care cell saudara untuk menceritakan jawaban Tuhan atas doa-doa mereka pada sebulan terakhir ini! membawa jiwa-jiwa kepada keselamatan?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Pdp.Dr. Ferry Simanjuntak PERTEMUAN 1Mengapa Harus Berdoa? (Luk. 22:39-46) PendahuluanDoa adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan orang Kristen. Pentingnya doa sering kita dengar melalui pernyataan \u201cdoa adalah nafas kehidupan orang Kristen.\u201d Tuhan Yesus adalah teladan terbesar dalam hal berdoa. Menurut Ibrani 5:7, selama hidup-Nya, Tuhan Yesus tidak henti-hentinya mempersembahkan doa. Ia berdoa pagi-pagi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":21700,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-21699","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-care_cell"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Bahan Care Cell Februari 2021 - GBI Pasir Koja 39 Bandung<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-februari-2021\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bahan Care Cell Februari 2021 - GBI Pasir Koja 39 Bandung\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Pdp.Dr. Ferry Simanjuntak PERTEMUAN 1Mengapa Harus Berdoa? (Luk. 22:39-46) PendahuluanDoa adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan orang Kristen. Pentingnya doa sering kita dengar melalui pernyataan \u201cdoa adalah nafas kehidupan orang Kristen.\u201d Tuhan Yesus adalah teladan terbesar dalam hal berdoa. Menurut Ibrani 5:7, selama hidup-Nya, Tuhan Yesus tidak henti-hentinya mempersembahkan doa. Ia berdoa pagi-pagi &hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-februari-2021\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"GBI Pasir Koja 39 Bandung\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/gbipasirkoja39\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-02-03T01:42:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-02-03T01:42:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Care-cell-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"300\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"160\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"gbiadmin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"gbiadmin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-februari-2021\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-februari-2021\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"gbiadmin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/29a85fe1b4572b38e635ca693f4b30b7\"},\"headline\":\"Bahan Care Cell Februari 2021\",\"datePublished\":\"2021-02-03T01:42:29+00:00\",\"dateModified\":\"2021-02-03T01:42:52+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-februari-2021\\\/\"},\"wordCount\":1681,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-februari-2021\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/02\\\/Care-cell-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Bahan Care Cell\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-februari-2021\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-februari-2021\\\/\",\"name\":\"Bahan Care Cell Februari 2021 - GBI Pasir Koja 39 Bandung\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-februari-2021\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-februari-2021\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/02\\\/Care-cell-1.jpg\",\"datePublished\":\"2021-02-03T01:42:29+00:00\",\"dateModified\":\"2021-02-03T01:42:52+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-februari-2021\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-februari-2021\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-februari-2021\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/02\\\/Care-cell-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/02\\\/Care-cell-1.jpg\",\"width\":300,\"height\":160},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-februari-2021\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bahan Care Cell Februari 2021\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/\",\"name\":\"GBI Pasir Koja 39 Bandung\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#organization\",\"name\":\"GBI PasirKoja 39 Bandung\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/200px-Logo_GBI.svg_.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/200px-Logo_GBI.svg_.png\",\"width\":200,\"height\":200,\"caption\":\"GBI PasirKoja 39 Bandung\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/gbipasirkoja39\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/gbipasirkoja39\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/GBIPasirKoja39\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/29a85fe1b4572b38e635ca693f4b30b7\",\"name\":\"gbiadmin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/81c0a445f07fee4199462f5411ee855d74f369ee307266fa4b6a239286f07788?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/81c0a445f07fee4199462f5411ee855d74f369ee307266fa4b6a239286f07788?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/81c0a445f07fee4199462f5411ee855d74f369ee307266fa4b6a239286f07788?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"gbiadmin\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/author\\\/gbiadmin\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bahan Care Cell Februari 2021 - GBI Pasir Koja 39 Bandung","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-februari-2021\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bahan Care Cell Februari 2021 - GBI Pasir Koja 39 Bandung","og_description":"Oleh: Pdp.Dr. Ferry Simanjuntak PERTEMUAN 1Mengapa Harus Berdoa? (Luk. 22:39-46) PendahuluanDoa adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan orang Kristen. Pentingnya doa sering kita dengar melalui pernyataan \u201cdoa adalah nafas kehidupan orang Kristen.\u201d Tuhan Yesus adalah teladan terbesar dalam hal berdoa. Menurut Ibrani 5:7, selama hidup-Nya, Tuhan Yesus tidak henti-hentinya mempersembahkan doa. Ia berdoa pagi-pagi &hellip;","og_url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-februari-2021\/","og_site_name":"GBI Pasir Koja 39 Bandung","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/gbipasirkoja39","article_published_time":"2021-02-03T01:42:29+00:00","article_modified_time":"2021-02-03T01:42:52+00:00","og_image":[{"width":300,"height":160,"url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Care-cell-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"gbiadmin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"gbiadmin","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-februari-2021\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-februari-2021\/"},"author":{"name":"gbiadmin","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/person\/29a85fe1b4572b38e635ca693f4b30b7"},"headline":"Bahan Care Cell Februari 2021","datePublished":"2021-02-03T01:42:29+00:00","dateModified":"2021-02-03T01:42:52+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-februari-2021\/"},"wordCount":1681,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-februari-2021\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Care-cell-1.jpg","articleSection":["Bahan Care Cell"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-februari-2021\/","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-februari-2021\/","name":"Bahan Care Cell Februari 2021 - GBI Pasir Koja 39 Bandung","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-februari-2021\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-februari-2021\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Care-cell-1.jpg","datePublished":"2021-02-03T01:42:29+00:00","dateModified":"2021-02-03T01:42:52+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-februari-2021\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-februari-2021\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-februari-2021\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Care-cell-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Care-cell-1.jpg","width":300,"height":160},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-februari-2021\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bahan Care Cell Februari 2021"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#website","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/","name":"GBI Pasir Koja 39 Bandung","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#organization","name":"GBI PasirKoja 39 Bandung","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/200px-Logo_GBI.svg_.png","contentUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/200px-Logo_GBI.svg_.png","width":200,"height":200,"caption":"GBI PasirKoja 39 Bandung"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/gbipasirkoja39","https:\/\/www.instagram.com\/gbipasirkoja39","https:\/\/www.youtube.com\/c\/GBIPasirKoja39"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/person\/29a85fe1b4572b38e635ca693f4b30b7","name":"gbiadmin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/81c0a445f07fee4199462f5411ee855d74f369ee307266fa4b6a239286f07788?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/81c0a445f07fee4199462f5411ee855d74f369ee307266fa4b6a239286f07788?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/81c0a445f07fee4199462f5411ee855d74f369ee307266fa4b6a239286f07788?s=96&d=mm&r=g","caption":"gbiadmin"},"url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/author\/gbiadmin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21699","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21699"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21699\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21700"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21699"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21699"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21699"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}