{"id":18507,"date":"2020-03-11T12:08:36","date_gmt":"2020-03-11T05:08:36","guid":{"rendered":"http:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/?p=18507"},"modified":"2020-03-11T12:08:37","modified_gmt":"2020-03-11T05:08:37","slug":"bahan-care-cell-maret-2020","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-maret-2020\/","title":{"rendered":"Bahan Care Cell Maret 2020"},"content":{"rendered":"\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"alignleft size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"160\" src=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Care-Cell.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-18508\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p><strong>Budaya Terima Kasih <\/strong><\/p>\n<p><strong>(Luk. 17:11-19)<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pendahuluan<\/strong><\/p>\n<p>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Kata terima kasih adalah ungkapan yang kita ucapkan untuk menunjukkan apresiasi atas pemberian, kebaikan, pertolongan, dukungan atau pelayanan seseorang. Sikap berterima kasih adalah sikap yang mendapat pujian dari Tuhan Yesus. Sebagaimana digambarkan melalui kisah 10 orang kusta yang telah sembuh. Tuhan Yesus merasa heran, bahwa dari 10 orang yang sembuh hanya 1 orang yang datang untuk berterima kasih kepada Tuhan Yesus.<\/p>\n<p>Di Perjanjian Lama pun, sikap tidak berterima kasih tidak mendapat pujian. Seperti yang dilakukan oleh juru minuman raja Firaun terhadap Yusuf. \u201cTetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala juru minuman itu, melainkan dilupakannya.\u201d (Kej. 40:23).<\/p>\n<p><strong>Isi\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/strong>\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>Marilah kita mengembangkan budaya mengucapkan terima kasih sebagai gerakan bersama di dalam gereja dan care cell, keluarga kita bahkan di mana pun. Kepada siapakah kita sepatutnya berterima kasih? Berterima kasihlah kepada:<\/p>\n<ol>\n<li>Tuhan<\/li>\n<li>Orang tua Anda<\/li>\n<li>Sahabat atau orang yang telah menolong Anda<\/li>\n<li>Rekan-rekan pelayanan Anda<\/li>\n<li>Pasangan Anda<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p>Kebiasaan mengucapkan terima kasih adalah suatu sikap yang dipuji oleh Tuhan Yesus. Anak-anak Tuhan seharusnya menjadi teladan dalam hal sikap tahu berterima kasih. Ucapan terima kasih kita berikan utamanya kepada Tuhan. Selanjutnya kepada orang tua, dan sesama kita sebagai bentuk apresiasi kita atas pemberian, kebaikan, pertolongan, dukungan dan pelayanan mereka.<\/p>\n<p><strong>Pertanyaan dan Penerapan<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Ucapkanlah terima kasih dengan tulus kepada setiap anggota cell yang telah bertugas hari ini!<\/li>\n<li>Ingatlah satu pemberian, kebaikan, pertolongan, dukungan atau pelayanan yang telah diberikan oleh seseorang kepada Anda. Dan rancanglah satu tindakan kecil untuk mengucapkan terima kasih yang tulus kepada mereka setelah Anda tiba di rumah!<\/li>\n<\/ol>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><strong>Controlling Your Emotion. Contoh Kain &amp; Habel<\/strong><\/p>\n<p><strong>(Rm. 12:1-5; Kej. 4:1-16; Yak. 3:1-12)<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><strong>Pendahuluan<\/strong><\/p>\n<p>Allah menciptakan kita sebagai makhluk yang beremosi. Kita merasakan cinta, sukacita, kebahagiaan, rasa bersalah, kemarahan, kekecewaan, ketakutan dan sebagainya. Karena itu tindakan mengabaikan atau mematikan emosi juga tidak baik. Kadang emosi kita menyenangkan dan kadang tidak. Kadang emosi kita benar, dan kadang salah.<\/p>\n<p>Itu sebabnya, penting untuk belajar menahan emosi daripada membiarkan diri kita diperbudak olehnya. Emosi yang tak terkendali tidak menghasilkan hal yang memuliakan Allah: &#8220;Sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah&#8221; (Yak. 1:20). Kain tidak dapat mengendalikan emosinya, akibatnya ia membunuh adiknya sendiri (Kej. 4:1-16). Alkitab menasehati supaya kita dikendalikan oleh Roh Kudus bukan emosi kita (Rm. 6; Ef. 5:15-18; 1 Ptr. 5:6-11).<\/p>\n<p><strong>Isi<\/strong><\/p>\n<p>Beberapa nasihat Alkitab tentang emosi.<\/p>\n<ol>\n<li>Amsal 29: 11, \u201cOrang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak akhirnya meredakannya.\u201d<\/li>\n<\/ol>\n<p>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Ayat ini menyampaikan bahwa orang-orang yang mudah geram dan melampiaskan amarah disamakan seperti orang bebal. Tapi orang yang menahan emosi disebut adalah orang bijak.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>Kontrol amarah untuk hal yang benar<\/li>\n<\/ol>\n<p>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Marah bukanlah suatu dosa kalau ditempatkan tepat pada kondisinya. Yesus pun pernah marah saat menyaksikan Bait Allah dijadikan sebagai tempat berjualan (Yoh. 2: 13-16)? Tapi Dia marah dengan pantas dalam kondisi yang pantas pula. Yang jadi salah adalah kalau kita marah dengan cara yang kurang pantas. Misalnya, mencaci maki atau bertindak kasar kepada orang lain. \u201cBiarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa.\u201d (Mzm. 4: 4)<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>Milikilah kesediaan untuk memaafkan kesalahan orang lain<\/li>\n<\/ol>\n<p>Maafkanlah mereka yang berbuat salah. Janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu (Ef. 4: 26).<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li>Fokuslah pada kebaikan Tuhan<\/li>\n<\/ol>\n<p>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Fokus pada kesalahan dan sakit hati tidak akan membuatmu merasa lebih baik. Sebaliknya, emosimu hanya akan bertambah besar. Karena itu, lebih baik memfokuskan diri pada kebaikan Tuhan. Dengan mengingat kebaikan Tuhan, emosi kita menjadi reda, dan malah kita bisa mengucap syukur dalam segala keadaan.<\/p>\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p>Allah menciptakan kita sebagai makhluk yang beremosi. Emosi yang dianugerahkan Tuhan bukan untuk diabaikan atau dimatikan. Allah menghendaki agar emosi kita diarahkan untuk hal-hal yang benar sehingga kita bisa merasakan sukacita, cinta, dan kebahagiaan. Untuk itu, emosi kita harus dikontrol di bawah kendali Roh Kudus. Saat emosi kita tidak baik, jangan biarkan itu berlarut-larut, belajarlah untuk tetap mengingat kebaikan Tuhan sehingga emosi kita menjadi reda dan kita dapat mengucap syukur.<\/p>\n<p><strong>Pertanyaan dan Penerapan<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Emosi-emosi negatif apakah yang sering Anda alami? Mintalah masukan dari anggota care cell yang lain, bagaimana Anda dapat menanggulanginya!<\/li>\n<li>Mintalah salah satu anggota care cell yang telah menang melawan emosi negatif dalam hidupnya untuk berbagi kesaksian sehingga anggota yang lain mendapatkan motivasi dan dorongan semangat untuk mereka juga bisa menang dari emosi-emosi negatif dalam hidup mereka!<\/li>\n<\/ol>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><strong>Hidup Mencerminkan Karakter Kristus,<\/strong><\/p>\n<p><strong>Integritas Anak Tuhan (Yer. 7:1-11)<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pendahuluan<\/strong><\/p>\n<p>Integritas artinya keselarasan antara pikiran, perasaan, perbuatan, serta perkataan. Lawan kata integritas adalah kepalsuan, pura-pura, bersandiwara, munafik. Integritas kristiani artinya kesepadanan dengan karakter Kristus. Artinya orang yang mempunyai integritas berarti ia sedang mencerminkan karakter Kristus.<\/p>\n<p><strong>Isi<\/strong><\/p>\n<p>Untuk memahami integritas dengan lebih baik, kita dapat melihat beberapa teladan tokoh Alkitab.<\/p>\n<ol>\n<li>Yusuf<\/li>\n<\/ol>\n<p>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Dari hidup Yusuf, kita belajar bahwa integritas berarti kejujuran dan menjauhi kejahatan (Kej. 39:1-23). \u201cSetelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya, maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf. \u2013 Kejadian 39:3-4 \u201c\u2026 bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?\u201d \u2013 Kejadian 39:9.<\/p>\n<p>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Berkat integritasnya, Yusuf dipercaya tuannya untuk mengurus rumah dan asetnya. Dengan kekuasaan yang besar itu, Yusuf punya banyak kesempatan untuk menyalahgunakan wewenang. Namun, karena rasa hormatnya kepada Tuhan, ia tidak menyalahgunakan wewenangnya dan menolak saat diajak berzina oleh istri majikannya dan memilih lari, sekalipun harus dipenjara.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>Habakuk<\/li>\n<\/ol>\n<p>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Dari hidup Habakuk, kita belajar bahwa orang yang berintegritas tetap melaksanakan tanggung jawabnya sekalipun berada dalam keadaan yang sulit. \u201cSekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku.\u201d {Hab. 3:17-19).<\/p>\n<p>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Sebagai orang yang berintegritas, Habakuk tetap melaksanakan kewajibannya sebaik mungkin, sekalipun dalam keadaan sulit dan tetap bersukacita di dalam Tuhan meski situasinya sedang ditimpa kesukaran.<\/p>\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p>Integritas adalah cerminan karakter Kristus. Dengan hidup dalam integritas, artinya kita tidak hidup dalam kepalsuan, kepura-puraan, bersandiwara, kemunafikan. Ekspresi integritas lainnya dapat kita lihat melalui teladan Yusuf \u2013 yaitu kejujuran dan menjauhi kejahatan. Dan juga kita lihat dalam kehidupan Habakuk \u2013 integritas berarti tetap melaksanakan tanggung jawab sebaik mungkin, sekalipun dalam keadaan yang sangat sulit. Patut disayangkan bahwa banyak anak-anak Tuhan meninggalkan tanggung jawab pelayanan mereka, hanya karena menghadapi masa-masa yang sulit dalam hidup mereka. Dan dari kedua tokoh tersebut, kita juga dapat menyimpulkan bahwa sumber integritas seseorang berasal dari hati yang takut akan Allah dan persekutuan yang benar dengan Allah.<\/p>\n<p><strong>Pertanyaan dan Penerapan<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Menurut Anda, bagaimanakah kita dapat mengembangkan integritas dalam kehidupan kita sehari-hari?<\/li>\n<li>Jika kita hidup tanpa integritas, dari manakah kesembuhan dapat kita peroleh?<\/li>\n<\/ol>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><strong>Gaya Hidup Anak Tuhan terhadap Kelestarian Lingkungan<\/strong><\/p>\n<p><strong>(Mazmur 104; Kejadian 1:28-30)<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pendahuluan<\/strong><\/p>\n<p>Bencana banjir, tanah longsor, kekeringan yang mengakibatkan gagal panen, penumpukan sampah, polusi air karena limbah, pembakaran hutan yang mengakibatkan polusi udara adalah hal-hal yang akrab terjadi di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat belum memiliki kesadaran yang tinggi untuk menjaga kelestarian lingkungan. Karena itu, orang Kristen dapat menjadi teladan dalam upaya-upaya melestarikan lingkungan hidup mereka.<\/p>\n<p>Allah memberikan dua mandat kepada orang Kristen, yaitu mendapat penginjilan dan mandat budaya. Mandat penginjilan sering disebut Amanat Agung, yaitu perintah untuk memberitakan Injil dan memuridkan semua bangsa (Mat. 28:19-20). Dan mandat ini adalah mandat yang utama. Selain mandat penginjilan, orang Kristen juga diberi tanggung jawab untuk melaksanakan mandat budaya, seperti mengentaskan kemiskinan dan sebagainya, termasuk diantaranya adalah melestarikan lingkungan.<\/p>\n<p><strong>Isi<\/strong><\/p>\n<p>Beberapa hal praktis yang dapat dilakukan orang Kristen untuk kelestarian lingkungan di antaranya:<\/p>\n<ol>\n<li>Bagi orang Kristen yang memiliki pabrik, seyogyanya mereka melakukan pengolahan limbah dengan baik sehingga tidak mencemarkan lingkungan.<\/li>\n<li>Belajarlah membuang sampah pada tempatnya dan sebelum membuangnya melakukan pemilahan terlebih dahulu antara sampah organik dan anorganik.<\/li>\n<li>Sisakan tanah di lahan pekarangan rumah kita, jangan semua dicor atau disemen, sehingga tetap ada lahan resapan air.<\/li>\n<li>Sedapat mungkin tanamlah pohon di pekarangan rumah kita.<\/li>\n<li>Matikan lampu atau alat-alat elektronik saat tidak diperlukan.<\/li>\n<li>Hindari penggunaan kertas yang berlebihan termasuk di gereja, malah sudah seharusnya kita membangun budaya \u201cpaperless\u201d mengingat teknologi komunikasi yang sudah semakin maju di mana bahan-bahan bacaan sudah bisa didistribusi lewat alat elektronik seperti HP.<\/li>\n<li>Hindari penggunaan tissue secara berlebihan, termasuk di gereja.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Selain mandat penginjilan, orang Kristen juga dipanggil untuk melaksanakan mandat budaya termasuk di dalamnya melestarikan lingkungan hidup mereka. Ada berbagai tindakan praktis yang dapat dilakukan orang Kristen untuk melestarikan lingkungan mereka, mulai dari rumah mereka masing-masing seperti mematikan lampu dan alat-alat elektronik saat tidak diperlukan, menghindari penggunaan tissue dan kertas secara berlebihan di gereja termasuk mengembangkan sistem pengolahan limbah yang baik di perusahaan mereka.<\/p>\n<p><strong>Pertanyaan dan Penerapan<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Dapatkah Anda membayangkan mata rantai kerusakan lingkungan yang dapat diakibatkan dari tindakan sederhana? Misalnya boros menggunakan kertas!<\/li>\n<li>Coba tuliskan 3 tindakan sederhana lainnya yang dapat Anda lakukan untuk mendukung gerakan melestarikan lingkungan sekitar kita!<\/li>\n<\/ol>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><strong>Etika Utang Piutang (2 Raja-raja 4:1-7)<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pendahuluan<\/strong><\/p>\n<p>Alkitab tidak secara tegas melarang atau mengijinkan orang meminjam uang (berhutang). Alkitab hanya memberikan rambu umum bahwa berhutang umumnya tidak baik. Hutang sering menimbulkan hubungan-hubungan menjadi rusak, karena itu di dalam care cell sebaiknya urusan utang piutang dihindari. Tuhan Yesus malah mengajarkan agar kita tidak menolak orang yang mau meminjam, artinya anak-anak Tuhan dianjurkan untuk memberi pinjaman dan bukan orang yang berhutang. (Mat. 5:42).<\/p>\n<p><strong>Isi<\/strong><\/p>\n<p>Umumnya hutang dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li>Hutang konsumtif<\/li>\n<\/ol>\n<p>Hutang konsumtif adalah hutang yang kita gunakan untuk membeli barang-barang yang tidak memberikan nilai tambah atau hanya dipakai untuk konsumsi. Misalnya, kita telah memiliki HP yang sebenarnya fitur-fiturnya masih bisa kita gunakan, lalu kita membeli lagi HP seri terbaru dengan cara kredit. Padahal fitur-fitur yang kita gunakan tetap sama. Jenis hutang seperti ini memberi dampak negatif bagi keuangan kita. Hal ini dikarenakan kita membeli barang dengan harga mahal, ditambah bunga hutang dan kelak barang tersebut kita jual dengan harga yang jauh lebih murah dari saat membelinya.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>Hutang produktif<\/li>\n<\/ol>\n<p>Hutang produktif adalah hutang yang digunakan untuk menambah nilai. Misalnya, kita membeli rumah dengan cara kredit. Rumah tersebut kita beli dengan cara kredit. Setelah kita kredit, kita tidak perlu lagi mengeluarkan biaya mengontrak rumah. Walaupun ada bunga hutang yang harus dibayar, tetapi di kemudian hari saat rumah tersebut dijual, harganya lebih besar dari saat kita membelinya sehingga bisa mengimbangi bunga hutangnya. Namun cicilan hutang produktif seperti ini setiap bulannya seharusnya tidak melebihi 30% dari penghasilan kita. Dan anak-anak Tuhan yang berhutang harus bertanggung jawab untuk membayar hutang-hutangnya.<\/p>\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p>Alkitab tidak menganjurkan anak Tuhan berhutang, dan harus yakin bahwa Tuhan akan memberkati kita sehingga anak-anak Tuhan menjadi pihak yang justru memberi dan bukan berhutang. Kalaupun terpaksa berhutang, sebaiknya hutang yang dilakukan adalah hutang produktif dan bukan hutang konsumtif yang mana cicilan tiap bulannya tidak melampaui 30% dari penghasilan mereka. Untuk itu anak-anak Tuhan harus mengembangkan sikap mencukupkan diri dengan apa yang ada. Dan memberikan kesaksian yang baik dengan membayar secara bertanggung jawab hutang-hutang mereka.<\/p>\n<p><strong>Pertanyaan dan Penerapan<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Menurut Anda sikap lain apakah yang harus dimiliki anak Tuhan bila mereka memiliki hutang?<\/li>\n<li>Menurut Anda sikap apa pula yang harus dimiliki anak Tuhan bila mereka memberikan pinjaman?<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Budaya Terima Kasih (Luk. 17:11-19) Pendahuluan \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Kata terima kasih adalah ungkapan yang kita ucapkan untuk menunjukkan apresiasi atas pemberian, kebaikan, pertolongan, dukungan atau pelayanan seseorang. Sikap berterima kasih adalah sikap yang mendapat pujian dari Tuhan Yesus. Sebagaimana digambarkan melalui kisah 10 orang kusta yang telah sembuh. Tuhan Yesus merasa heran, bahwa dari 10 orang &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18508,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-18507","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-care_cell"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Bahan Care Cell Maret 2020 - GBI Pasir Koja 39 Bandung<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-maret-2020\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bahan Care Cell Maret 2020 - GBI Pasir Koja 39 Bandung\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Budaya Terima Kasih (Luk. 17:11-19) Pendahuluan \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Kata terima kasih adalah ungkapan yang kita ucapkan untuk menunjukkan apresiasi atas pemberian, kebaikan, pertolongan, dukungan atau pelayanan seseorang. Sikap berterima kasih adalah sikap yang mendapat pujian dari Tuhan Yesus. Sebagaimana digambarkan melalui kisah 10 orang kusta yang telah sembuh. Tuhan Yesus merasa heran, bahwa dari 10 orang &hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-maret-2020\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"GBI Pasir Koja 39 Bandung\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/gbipasirkoja39\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-03-11T05:08:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-03-11T05:08:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Care-Cell.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"300\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"160\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"gbiadmin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"gbiadmin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-maret-2020\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-maret-2020\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"gbiadmin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/29a85fe1b4572b38e635ca693f4b30b7\"},\"headline\":\"Bahan Care Cell Maret 2020\",\"datePublished\":\"2020-03-11T05:08:36+00:00\",\"dateModified\":\"2020-03-11T05:08:37+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-maret-2020\\\/\"},\"wordCount\":1818,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-maret-2020\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/03\\\/Care-Cell.jpg\",\"articleSection\":[\"Bahan Care Cell\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-maret-2020\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-maret-2020\\\/\",\"name\":\"Bahan Care Cell Maret 2020 - GBI Pasir Koja 39 Bandung\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-maret-2020\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-maret-2020\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/03\\\/Care-Cell.jpg\",\"datePublished\":\"2020-03-11T05:08:36+00:00\",\"dateModified\":\"2020-03-11T05:08:37+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-maret-2020\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-maret-2020\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-maret-2020\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/03\\\/Care-Cell.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/03\\\/Care-Cell.jpg\",\"width\":300,\"height\":160},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/bahan-care-cell-maret-2020\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bahan Care Cell Maret 2020\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/\",\"name\":\"GBI Pasir Koja 39 Bandung\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#organization\",\"name\":\"GBI PasirKoja 39 Bandung\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/200px-Logo_GBI.svg_.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/200px-Logo_GBI.svg_.png\",\"width\":200,\"height\":200,\"caption\":\"GBI PasirKoja 39 Bandung\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/gbipasirkoja39\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/gbipasirkoja39\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/GBIPasirKoja39\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/29a85fe1b4572b38e635ca693f4b30b7\",\"name\":\"gbiadmin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/81c0a445f07fee4199462f5411ee855d74f369ee307266fa4b6a239286f07788?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/81c0a445f07fee4199462f5411ee855d74f369ee307266fa4b6a239286f07788?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/81c0a445f07fee4199462f5411ee855d74f369ee307266fa4b6a239286f07788?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"gbiadmin\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gbipasko.com\\\/pages\\\/author\\\/gbiadmin\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bahan Care Cell Maret 2020 - GBI Pasir Koja 39 Bandung","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-maret-2020\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bahan Care Cell Maret 2020 - GBI Pasir Koja 39 Bandung","og_description":"Budaya Terima Kasih (Luk. 17:11-19) Pendahuluan \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Kata terima kasih adalah ungkapan yang kita ucapkan untuk menunjukkan apresiasi atas pemberian, kebaikan, pertolongan, dukungan atau pelayanan seseorang. Sikap berterima kasih adalah sikap yang mendapat pujian dari Tuhan Yesus. Sebagaimana digambarkan melalui kisah 10 orang kusta yang telah sembuh. Tuhan Yesus merasa heran, bahwa dari 10 orang &hellip;","og_url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-maret-2020\/","og_site_name":"GBI Pasir Koja 39 Bandung","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/gbipasirkoja39","article_published_time":"2020-03-11T05:08:36+00:00","article_modified_time":"2020-03-11T05:08:37+00:00","og_image":[{"width":300,"height":160,"url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Care-Cell.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"gbiadmin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"gbiadmin","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-maret-2020\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-maret-2020\/"},"author":{"name":"gbiadmin","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/person\/29a85fe1b4572b38e635ca693f4b30b7"},"headline":"Bahan Care Cell Maret 2020","datePublished":"2020-03-11T05:08:36+00:00","dateModified":"2020-03-11T05:08:37+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-maret-2020\/"},"wordCount":1818,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-maret-2020\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Care-Cell.jpg","articleSection":["Bahan Care Cell"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-maret-2020\/","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-maret-2020\/","name":"Bahan Care Cell Maret 2020 - GBI Pasir Koja 39 Bandung","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-maret-2020\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-maret-2020\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Care-Cell.jpg","datePublished":"2020-03-11T05:08:36+00:00","dateModified":"2020-03-11T05:08:37+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-maret-2020\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-maret-2020\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-maret-2020\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Care-Cell.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Care-Cell.jpg","width":300,"height":160},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/bahan-care-cell-maret-2020\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bahan Care Cell Maret 2020"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#website","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/","name":"GBI Pasir Koja 39 Bandung","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#organization","name":"GBI PasirKoja 39 Bandung","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/200px-Logo_GBI.svg_.png","contentUrl":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/200px-Logo_GBI.svg_.png","width":200,"height":200,"caption":"GBI PasirKoja 39 Bandung"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/gbipasirkoja39","https:\/\/www.instagram.com\/gbipasirkoja39","https:\/\/www.youtube.com\/c\/GBIPasirKoja39"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/#\/schema\/person\/29a85fe1b4572b38e635ca693f4b30b7","name":"gbiadmin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/81c0a445f07fee4199462f5411ee855d74f369ee307266fa4b6a239286f07788?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/81c0a445f07fee4199462f5411ee855d74f369ee307266fa4b6a239286f07788?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/81c0a445f07fee4199462f5411ee855d74f369ee307266fa4b6a239286f07788?s=96&d=mm&r=g","caption":"gbiadmin"},"url":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/author\/gbiadmin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18507","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18507"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18507\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18508"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18507"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18507"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gbipasko.com\/pages\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18507"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}