Bahan Care Cell April 2023 – PASKAH

Care Cell
Oleh: Pdt. Simon Irianto Dipl. Text.

Tidak ada peristiwa yang lebih penting dari kematian dan kebangkitan Kristus. Tanpa karya Kristus di kayu salib, maka tidak ada pengampunan dosa, kelepasan dari dosa dan segala akibat-akibatnya, juga pemulihan sempurna menjadi anak-anak Allah (Efesus 1:7; Efesus 2:5-6; Yohanes 1:12).

Tujuan Tuhan Yesus datang ke dunia bukan sekedar menjadi nabi, guru, pengajar tetapi menyerahkan diri-Nya sebagai korban yang kudus dan tak bercacat. Ia membawa darah-Nya sendiri yang bukan hanya sanggup mengampuni dosa tetapi menyucikan hati nurani kita (Ibrani 9:11-14). Oleh darah-Nya, kita diperdamaikan dengan Allah dan dikuduskan di hadapan-Nya (Kolose 1:20-22).

Bahkan, peristiwa kematian Kristus dan kebangkitan-Nya adalah penggenapan dari hukum Taurat (Ibrani 10:1-4). Ayat 14, korban dan persembahan darah dalam hukum Taurat adalah gambaran dari apa yang Yesus akan lakukan disalib, darah Yesus adalah darah perjanjian. Sungguh betapa mulianya!

Bila kematian-Nya membenarkan, menguduskan dan menyucikan kita, maka kebangkitan-Nya memberikan hidup yang menang dan berkuasa kepada kita (Efesus 1:19-20, Roma 5:17). Hidup lama mati bersama-sama Kristus dan kita bangkit bersama-sama dengan Dia dengan hidup yang baru.

Kuasa kebangkitan Kristus memampukan kita menjadi pemenang dalam kehidupan ini, bahkan dijadikan menjadi imam dan raja, artinya orang-orang yang berdampak dalam kehidupan (Wahyu 5:9-10). Mari renungkan betapa dahsyatnya karya Kristus di kayu salib.

Melalui kematian dan kebangkitan-Nya kita beroleh kasih karunia yang melimpah (Efesus 1:3-7), supaya kita tak bercacat di hadapan-Nya, menjadi anak-anak-Nya dan menerima semua janji Bapa. Yesus adalah jawaban atas semua janji Allah, Dia adalah pusat semua rencana Allah bagi dunia.Karena itu, bersyukurlah atas apa yang telah Dia lakukan bagi kita, karya Kristus di salib menjadi pokok pujian di sorga (Wahyu 5:11-14).

Check Also

Pesan Gembala 1

KELUARGA

Oleh: Pdt. Simon Irianto Dipl. Text. (Wakil Gembala Sidang) Kejadian 1:26. Berfirmanlah Allah: ”Baiklah Kita …