MENGAPA TUHAN MEMBENTUK KELUARGA?

Artikel Utama 1
Oleh: Pdp Martin Sastrawidjaja
Mazmur 128: “Berkat atas rumah tangga”

Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!

Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN.

Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu, dan melihat anak-anak dari anak-anakmu! Damai sejahtera atas Israel!
 
Kalau berbicara tentang berkat, pasti bagi kita bukanlah hal yang asing. Kata “berkat” berasal dari bahasa Ibrani “barakh”, dan diterjemahkan bahasa Arab, “barokah”. Tuhan rindu kita semua diberkati dalam keluarga kita. Mazmur 128 merupakan bagian dari nyanyian ziarah ketika umat Tuhan akan pergi ke Bait Allah. Orang Israel yang berumur di atas 12 tahun harus pergi ke Yerusalem dan di tengah-tengah perjalanan, mereka menaikkan nyanyian-nyanyian, salah satunya adalah nyanyian Mazmur 128 ini. Ini adalah satu kerinduan bagi mereka, yaitu setiap keluarga yang pergi menyembah ke Yerusalem mendapatkan berkat bagi rumah tangga mereka.

Saya rindu,  saudara semua diberkati oleh Tuhan. Sebab kalau keluarga-keluarga diberkati Tuhan maka pasti gereja diberkati Tuhan. Karena keluarga adalah desain Tuhan sendiri. Tuhanlah yang menciptakan keluarga, maka jika kita hidup dalam desain Tuhan pasti kita diberkati Tuhan.

Tujuan Tuhan menciptakan keluarga
Untuk apa Tuhan menciptakan keluarga? :
1. Untuk Beranak Cucu (Kejadian 1:28)
Untuk melahirkan keturunan Ilahi. Generasi sekarang banyak anak yang mengalami fatherless (artinya ketiadaan peran ayah), Ayahnya ada atau hadir secara fisik, tetapi tidak terlibat dalam perkembangan anak. Salah satu penyebabnya adalah perceraian. Padahal Allah sangat membenci perceraian. Karena perceraian adalah gagasan setan yang ingin merusak hubungan Allah dengan umat-Nya atau Kristus dengan gereja-Nya.

2. Untuk Menaklukkan dan Menguasai Bumi (Kejadian 1:8)
Mandat ini tidak diberikan kepada Adam sebelum ada Hawa. Artinya Adam menjadi maksimal setelah ada Hawa, artinya para suami menjadi maksimal setelah menikah. Potensi kita sebagai pria juga menjadi maksimal setelah menikah. Ada penelitian di Amerika Serikat,
Orang yang menikah lebih sehat daripada yang belum.
Orang yang menikah lebih kebal dari serangan kanker daripada yang belum.
Orang yang menikah lebih kaya daripada yang tidak menikah.
Sebelum ada Hawa, pekerjaan Adam hanya memberi nama binatang-binatang. Bukan sesuatu yang mudah, tapi sesuatu yang luar biasa, karena menamai binatang-binatang yang jumlahnya begitu banyaknya. Namun demikian, setelah ada Hawa, Adam diberikan mandat yang jauh lebih besar lagi, yaitu untuk menaklukkan dan menguasai bumi.

3. Sebagai Mitra Kerja Allah  
Keluarga diciptakan pada hari keenam Allah menciptakan keluarga pada hari yang keenam, bukan pada hari yang pertama. Hal ini bukanlah sebuah kebetulan, karena Allah bekerja secara rapi dan tertib. Artinya, sebelum menciptakan manusia, apa yang dibutuhkan manusia sudah diciptakan terlebih dahulu oleh Allah! Sebelum kita ada, Allah telah menyediakan semua kebutuhan kita. Oleh karena itu, kita tidak perlu kuatir akan kebutuhan kita. Sama seperti ketika kita punya anak, tentu sebelum lahir sudah kita siapkan semuanya!
 
Syarat untuk menerima berkat rumah tangga
1. Takut akan Tuhan (ayat 1a, 4b)
Takut akan Tuhan artinya menjauhkan diri dari segala kejahatan. Takut akan Tuhan bukanlah ngeri merinding seperti kalau lewat kuburan. Tapi takut akan Tuhan itu artinya, walaupun ada kesempatan berbuat dosa, tapi kita tidak mau berbuat kejahatan. Contoh paling baik adalah Yusuf, yang punya kesempatan berbuat dosa, saat tidak ada orang dan tidak ada keluarga, tapi dia takut akan Tuhan, sehingga dia tidak mau melakukan dosa perzinahan dengan istri Potifar itu.

2. Hidup menurut jalan Tuhan (ayat 1b)
Dalam bahasa Inggris, “who walks in His ways”, menurut jalan-Nya, bukan jalan kita! “Jalan” di sini berasal dari bahasa Ibrani, “derek”, artinya melekat pada Tuhan supaya bisa dituntun oleh Tuhan. Jalan Tuhan sering berbeda dengan jalan kita. Kita sering mau ambil jalan pintas, apalagi sekarang budaya instan, kopi instan, mie instan, beras instan, dan kadang doa kita maunya instan. Semua serba instan. Amsal berkata, apa yang cepat diperoleh akhirnya tidak diberkati. Dan kalau jalan Tuhan, kita harus siap diproses. Kalau kita mau hidup dalam jalan Tuhan, kita harus siap diproses oleh Tuhan.
Ketika kita ikuti jalan-Nya, kadang tidak ada jalan pintas, dan minta pengurapan Tuhan, pasti diberkati Tuhan!

3. Bekerja dan sungguh-sungguh memakan hasil jerih tangan kita
Tuhan mau kita menikmati hasil jerih tangan kita. Tuhan sudah sediakan berkat bagi porsi kita masing-masing. Sama seperti ukuran tubuh, ada yang bajunya XXL, ada yang M. Orang yang ukuran tubuhnya M tidak usah iri dengan yang XXL. Saya percaya, seperti ukuran tubuh kita, semua itu indah di hadapan Tuhan. Ukuran berkat rohani kita sudah Tuhan siapkan, kita harus mensyukuri berapa pun berkat yang Tuhan berikan. Saya yakin orang kaya bukan tergantung nominal yang kita miliki.
 
Desain Allah bagi keluarga
Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN. (Mazmur 128:3).

1. Suami adalah imam, nabi, dan raja  (Efesus 5:23)
Laki-laki yang diberkati Tuhan adalah laki-laki yang merupakan seorang laki-laki yang punya integritas.
– Mengasihi istri (Efesus 5:25)
– Jangan bangkitkan amarah anakmu (Efesus 6:4; Maleakhi 4:6)

2. Istri adalah penolong, pendamping, dan penghibur (Efesus 5:22) Istri TUNDUK dan HORMAT kepada suaminya seperti kepada Tuhan.
Anggur beda dengan pohon kelapa. Kelapa bisa berdiri sendiri, tapi pohon anggur merambat dan melekat. Rhemanya, seorang wanita harus melekat pada suaminya. Suami-suami tidak ada yang sempurna dan membutuhkan seorang istri sebagai penolong dan penghibur bagi suaminya.

3. Anak adalah tunas pohon Zaitun
Tuhan berkata, hendaklah orang tua mengajar anaknya berulang-ulang. Tugas mendidik anak adalah tugas utama orang tua, bukan gereja dan sekolah. Kita tidak boleh lepas tangan! Gereja dan sekolah hanya perpanjangan tangan orang tua. Kita harus mengajar anak-anak kita dengan Firman. Mazmur 119:9, Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.
 
Berkat atas rumah tangga
Apa saja berkat Tuhan atas rumah tangga?
1. Berbahagia (Mazmur 128:1, 2, 5)
Berkat kebahagiaan disebutkan sampai tiga kali dalam Mazmur 128. Berbahagia atau blessed (bahasa Inggris) diterjemahkan dari kata Ibrani “Ezer” atau diberkati secara fisik maupun rohani. Namun dalam bahasa Ibrani, tidak semua kata bahagia berasal dari “Ezer”. Kalau kita hidup dalam jalan Tuhan maka kita diberikan karunia berbahagia, menikmati apa yang Tuhan beri.

2. Tuhan memberkati dari Sion melihat kebahagiaan Yerusalem
Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu, (Mazmur 128:5) Kenapa kebahagiaan Yerusalem? Karena di Yerusalem ada Bait Allah, artinya kebahagiaan atas kehadiran Tuhan. Kita senang melihat orang lain diberkati. Itu namanya empati, merasakan yang dirasakan orang lain.

3. Baik keadaanmu dan melihat anak-anak dari anak-anakmu (Mazmur 128:2b; 6) “Melihat anak-anak dari anak-anakmu” artinya diberikan panjang umur. Saya mewawancarai orang yang punya cucu, bagaimana perasaannya. Mereka semua katakan begitu senang mempunyai cucu. Kalau kita takut akan Tuhan, maka kita akan diberikan umur yang panjang. Sebenarnya kita diberikan umur 120 tahun, tapi kita lebih mementingkan selera makan sehingga akhirnya banyak yang hanya separuh saja. karena kurang memperhatikan kesehatannya, akhirnya tidak melihat anak-anak dari anak-anaknya.

Penutup
Rumah tangga berbicara mengenai suami, istri, anak, dan keturunan kita. Syaratnya adalah takut akan Tuhan, kita harus berjalan dalam jalan Tuhan, serta bekerja dan menikmati hasil jerih tangan kita. Maka suami-suami akan diberkati, istri-istri akan diberkati, dan anak-anak akan diberkati! Dan kalau kita diberkati, artinya Tuhan mau kita menjadi saluran berkat bagi orang lain.
Amin.

Check Also

Artikel Utama

ROH KUDUS

Oleh: Pdm. Drs. Dede Imawan 1 Korintus 2:12. Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh …