KELUARGA

Pesan Gembala 1
Oleh: Pdt. Simon Irianto Dipl. Text. (Wakil Gembala Sidang)

Kejadian 1:26. Berfirmanlah Allah: ”Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

Tuhan menciptakan manusia untuk berkuasa dan memerintah di bumi, Dia memberkati mereka dan berfirman agar mereka semakin banyak, beranak cucu, menaklukkan dan berkuasa. (Kejadian 1:26-28).

Jadi pada awalnya keluarga dibentuk untuk mengelola ciptaan Allah. Tuhan mau kita serupa dan segambar dengan Dia, memerintah, berkuasa dan mengatur bumi. Kita adalah alat Tuhan dalam mengatur semua keadaan di dunia, kekayaan alam, ternak ikan, unggas. Tuhan mau kita memiliki keturunan Ilahi, anak-anak yang bermutu dan mewujudkan kehendak-Nya di bumi (Maleakhi 2:14-16).

Itulah sebabnya Iblis tidak suka, dia memecahkan keluarga pertama di bumi, mereka saling menyalahkan setelah melakukan dosa pertama, yaitu makan buah pengetahuan, dilanjutkan dengan pembunuhan pertama kakak kepada adiknya, Kain dan Habil (Kejadian 1:12-13). Dosa merusak keluarga dan terus semakin berkembang, itulah sebabnya Tuhan memakai sebuah keluarga sederhana untuk, membawa keselamatan bagi dunia, keluarga Yusuf dan Maria (Matius 1:23-25). Maria dipercaya melahirkan dan memelihara Yesus sebagai anak mereka, sebelum melakukan panggilan-Nya. Lihat, Tuhan memakai keluarga untuk menjadi alat kemuliaan-Nya. Yusuf adalah seorang pria yang terhormat dan tulus hati (Matius 1:19) dan Maria adalah seorang wanita yang taat (Lukas 1:38). Di sini kita melihat, bahwa keluarga menentukan masa depan peradaban manusia, bila nilai keluarga rusak dan hancur, maka rusaklah seluruh nilai-nilai kehidupan. Anak anak yang dilahirkan dalam keluarga yang berantakan cenderung menjadi liar, kehilangan jati diri bahkan jatuh kedalam dosa seksual, LGBT, narkoba bahkan kriminalitas. Karena tidak menemukan nilai-nilai moral, etika dalam keluarga, hanya Injil yang bisa mengubahkan mereka dan melepaskan dari lingkaran setan seperti ini. Karena itu gereja harus mengembalikan fungsi keluarga dalam masyarakat, hormat pada perkawinan dan kepala keluarga yang berfungsi dan melakukan peraturan Tuhan tentang keluarga. Istri yang tunduk dan menghormati suami dan suami yang mengasihi istri dengan segenap hati, memberi yang terbaik bagi keluarga adalah dasar rumah tangga yang bahagia. (Efesus 5:22-33).

Selain itu tentunya komunikasi yang indah, waktu bersama yang berkualitas akan membuat keluarga menjadi kokoh dan bahagia. Yakobus 1:19; Yakobus 5:16; Efesus 4:2. Perkataan yang membangun, penuh kasih, saling mendoakan dan mendengarkan adalah kunci komunikasi yang sehat dalam keluarga. Tidak ada yang lebih penting setelah Tuhan, selain keluarga. Kita bisa sukses dalam banyak hal tapi bila kita tidak sukses dalam kehidupan keluarga, maka kita adalah orang yang gagal. 1 Timotius 3:5, bahkan syarat seorang menjadi pemimpin rohani adalah mampu memimpin keluarga dengan benar. Harta yang paling indah adalah keluarga yang bahagia dan mewariskan itu pada anak-anak kita. Itulah sebabnya hati bapa-bapa harus kembali pada anak-anaknya dan hati anak-anak pada orang tuanya (Maleakhi 4:5-6). Itulah yang menjadi prioritas gereja dalam mendidik jemaat membangun keluarga yang bahagia,

Check Also

Care Cell

ROH KUDUS PENOLONG, PENGHIBUR YANG MENYERTAI KITA

Oleh: Pdt. Simon Irianto Dipl. Text. Setelah kita mempelajari betapa mulianya karya Kristus melalui pengorbanan …