ESKATOLOGI (lanjutan)

Eskatologi
Oleh: Pdt. Dr. A.L. Jantje Haans

Mereka bertanya tentang apa yang terjadi pada mereka yang tertinggal. Yesus menjawab: “Dia berkata kepada mereka, ‘Di mana ada mayat, di sana juga akan dikumpulkan burung nasar’” (CSB). Jadi Yesus mengatakan, bahwa tubuh orang-orang yang tidak diangkat ke sorga akan dibiarkan dimakan burung nasar. Seperti halnya, mereka tidak akan hidup. Kedatangan Yesus kedua kalinya tidak akan terjadi secara sembunyi-sembunyi. Ini akan menjadi kejutan bagi banyak orang, namun hal ini tidak akan luput dari perhatian.

Lihatlah apa yang dikatakan 1 Tesalonika 4:16, 17: “Sebab Tuhan sendiri akan turun dari sorga dengan sorak-sorai, dengan suara penghulu malaikat, dan dengan sangkakala Allah: dan orang-orang mati di dalam Kristus akan bangkit terlebih dahulu: Kemudian kita yang hidup dan masih tinggal akan diangkat bersama-sama dengan mereka di awan untuk menyongsong Tuhan di udara” (NKJV). Ini akan menjadi momen yang indah dan mengasyikkan. Dan kita berbicara tentang kuburan yang dibuka dari seluruh dunia, dan juga orang-orang dari berbagai tempat. Ini akan menjadi fenomena global. Artinya, orang-orang tersebut masih ada di bumi, dan belum diangkat ke sorga. Kita juga diberitahu bahwa “setiap mata akan melihat Dia” (Wahyu 1:7) dan bahwa “semua suku di bumi” akan menyaksikan “Anak Manusia datang di atas awan-awan di langit dengan kuasa dan kemuliaan besar” (Matius 24 :30).

KAPAN KEDATANGAN YESUS YANG KEDUA KALI TERJADI?

Tampaknya sering kali ada orang lain yang menjadi berita utama dan mengaku mengetahui tanggal Kedatangan Yesus yang kedua atau kapan akhir dunia. Bertahun-tahun sebelum Gereja pada abad ke-19 didirikan, ribuan orang, dipimpin oleh seorang pengkhotbah bernama William Miller, percaya bahwa Yesus akan datang pada tanggal 22 Oktober 1844 (catatan: Miller tidak menentukan tanggalnya, tetapi para pengikutnya yang menentukan sendiri). Ketika Yesus tidak datang, mereka yang mengharapkan Dia pada tanggal tersebut merasa terpukul dan diejek dalam apa yang kemudian dikenal sebagai “Kekecewaan Besar.” Namun, sekelompok orang kembali mempelajari Alkitab mereka untuk mempelajari di mana kesalahan mereka. Mereka tertarik pada ajaran Alkitab yang mengatakan bahwa tidak ada seorang pun selain Allah Bapa yang mengetahui kapan Kedatangan Yesus yang kedua kali (Matius 24:36). Daripada berkecil hati, orang-orang Kristen ini menemukan iman yang diperbaharui karena mengetahui bahwa Alkitab masih mengajarkan bahwa Yesus akan segera datang. Yesus sendiri yang mengatakannya (Wahyu 22:12). Tentu saja hal ini, menjadi pelajaran dan menyemangati diri kita sendiri dengan kebenaran yang sama, yang telah tertera di dalam Alkitab, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam hari (1 Tesalonika 5:2). Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan kedatangan Yesus yang kedua kalinya. Banyak tanda-tanda kedatangan Yesus sudah dekat (Lukas 21:31) yang kini menjadi hal biasa: perang, bencana alam, penganiayaan agama (Lukas 21:8-18), dan masih banyak lagi.

Perperangan yang terjadi di depan mata kita, Israel menjadi salah satu barometer potensial, negara ini bisa menjadi pemicu perang dan menyeret berbagai negara besar dunia terlibat perang, baik yang berada di blok barat dan blok timur. Selain menggunakan mesin-mesin perang, isu agama, dapat menjadi penggerak lainnya yang dapat menyeret kekuatan-kekuatan besar dunia terlibat dalam perang semesta, perang antara Rusia dan Ukraina yang belum tuntas dan apakah itu adalah isu terorisme yang didukung oleh negara-negara tertentu, seperti HAMAS dan ISRAEL berpotensi menyeret negara-negara dunia lainnya terlibat dalam perang ini.
Kita diberi tahu tanda-tanda akhir zaman agar kita dapat mengenali bahwa rencana Tuhan sedang berlangsung. Namun, bukan hak kita untuk mengetahui kapan Kedatangan Yesus yang Kedua. Fokus kita haruslah memastikan hati & iman, bahwa kita siap dan selalu berjaga-jaga ketika hal itu terjadi, dan pada saat yang sama membagikan harapan Injil, untuk bersama-sama sehati menuntaskan Amanat Agung.

MILENIUM
Alkitab bahkan memberi tahu kita apa yang terjadi segera setelah Kedatangan Yesus yang Kedua. Milenium adalah periode seribu tahun (Kerajaan 1000 tahun damai di bumi) yang dimulai setelah Yesus membawa umat-Nya ke sorga, dan sebelum apa yang disebut sebagai “kebangkitan kedua.”

Iblis dan Satan di jebloskan ke dalam jurang maut, di mana malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya; naga si ular tua, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya 1000 tahun lamanya. Lalu Iblis dan Satan itu dilemparkan ke dalam jurang maut, menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa sebelum berakhir masa 1000 tahun itu (Wahyu 20:1-3). Ini akan menjadi masa rekonsiliasi dan hubungan kembali yang penuh kasih antara Tuhan dan orang-orang yang telah memilih Dia. Ketika mereka yang telah diselamatkan tinggal bersama Tuhan di Sorga, mereka akan mempunyai kesempatan untuk melihat bagaimana dan mengapa Tuhan menghakimi umat manusia? Wahyu 20:4 mengatakan siapa yang bersama Tuhan akan diberi wewenang untuk menghakimi. Ini berarti mereka akan mampu meninjau kembali penghakiman Tuhan dan melihat, untuk selamanya, bahwa Tuhan itu adil.

Selama Milenium mereka yang menolak Yesus akan tetap berada di dalam kubur. Hanya Setan dan malaikat-malaikatnya yang masih hidup di bumi selama ini. Beberapa hal penting akan terjadi pada akhir Milenium.

Pertama, kota Tuhan, Yerusalem Baru, akan turun dari sorga dan didirikan di planet Bumi (Wahyu 21:1).
Kedua, mereka yang menolak Yesus akan dihidupkan kembali untuk menerima penghakiman (Wahyu 20:5).

KEMENANGAN TERAKHIR TUHAN ATAS KEJAHATAN
Ketika Setan dan orang-orang yang setia kepadanya berupaya menyerang Allah dan umat-Nya pada akhir Milenium, pemberontakan mereka akan gagal. Mereka akan dibinasakan secara permanen (Wahyu 20:10).

Umat Tuhan kemudian akan hidup bersama-Nya dalam damai selamanya, mengetahui bahwa kejahatan telah dikalahkan. Tetapi tidak semua orang akan tinggal di sorga. Bumi yang dijanjikan kepada umat manusia akan dipulihkan, dan kita akan hidup di Yerusalem Baru (2 Petrus 3:13; Wahyu 21:1) yang akan didirikan di atasnya.

Kehidupan mulai saat ini akan menjadi lebih dari apa yang pernah kita impikan. Lebih baik dari yang bisa kita bayangkan. Bayangkan singa bermain dengan anak domba (Yes. 11:1-10). Tidak ada lagi air mata. Kita akan hidup bersama Tuhan, dan seluruh alam semesta adalah taman bermain kita. Kepedihan dan penderitaan yang mendera kehidupan di bumi akan berlalu (Wahyu 21:4).

Check Also

Artikel Utama 1

MENGAPA TUHAN MEMBENTUK KELUARGA?

Oleh: Pdp Martin Sastrawidjaja Mazmur 128: “Berkat atas rumah tangga” Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang …